Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan
Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin

Latar Belakang

Perkembangan ilmu dan teknologi di tanah air, menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pengembangan SDM yang berkualitas dalam bidang kedokteran hewan sangat dibutuhkan. Sehingga dibutuhkan adanya pendidikan di bidang kedokteran hewan. Kedokteran hewan merupakan suatu profesi yang resmi dan legal yang dipelajari melalui pendidikan di tingkat universitas. Pendidikan ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pendidikan sarjana (S-1) yang biasanya ditempuh selama delapan semester. Setelah menyelesaikan tahap ini, seseorang akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran hewan (SKH). Tahap kedua adalah pendidikan profesi dokter hewan (PPDH) yang biasanya memerlukan waktu 1-1,5 tahun. Setelah menyelesaikan PPDH, seseorang baru akan mendapatkan gelar dokter hewan (drh).

Kedokteran Hewan merupakan bidang ilmu yang hampir sama tuanya dengan kedokteran manusia. Pada awalnya ia merupakan pengembangan dari ilmu kedokteran yang memerlukan perbandingan (comparative medicine) serta memerlukan hewan coba untuk menemukan penyembuhan penyakit manusia. Dalam bahasa Inggris kedokteran hewan disebut sebagai Veterinary Medicine. Kata “Veterinary” berasal dari Yunani kuno yaitu kata veterinarius berarti orang yang memiliki keahlian dalam mengurus hewan-hewan ataupun dari kata veterinarii yaitu yang memiliki kompetensi khusus mengurus hewan sakral. Profesi ini selanjutnya dikenal sebagai Veterinary Profession atau profesi veteriner.

Pengertian Veteriner dapat dilihat dalam kamus bahasa Indonesia yang diartikan sebagai bidang/profesi kedokteran hewan. Veteriner di dalam UU No. 18/2009 Bab I Pasal 1 butir 26 didefinisikan sebagai segala urusan tentang hewan dan penyakit-penyakit hewan. Menilai kinerja dokter hewan sebagai profesi khusus kedokteran dengan obyek profesinya adalah berbagai kategori hewan, harus dapat diukur profesionalismenya melalui beberapa kriteria.

Seorang profesional dokter hewan dituntut untuk memadukan tiga tampilan kompetensi yaitu (1) penguasaan ilmu pengetahuan (knowledge) yang terkini (2) keterampilan yang tinggi (skill), dan (3) perilaku (attitude) etikal profesional yang disyaratkan oleh profesinya. Dua tampilan kompetensi pertama akan menunjukkan veterinary medical performance (kinerja medis veteriner), sedangkan kompetensi ketiga akan menunjukan sikap mulia dan bermartabat dalam tanggung jawabnya memperlakukan hewan selaku pasien, manusia selaku klien dan kepada keselamatan masyarakat, bangsa dan Negara dari ancaman kesehatan bersumber hewan (ethical performance). Pada hakekatnya Penyelenggaraan Program PPDH di Indonesia merupakan pencapaian Standar Kompetensi Dokter Hewan Indonesia berdasarkan Kurikulum Program PPDH yang dikukuhkan dengan Pengambilan Sumpah Dokter Hewan

Pembukaan Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan didasarkan atas pemikiran-pemikiran sebagai berikut.

  1. Ketetapan Majelis Pendidikan Profesi Kedokteran Hewan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Nomor 1/MP2KH/PDHI/V/2009 tentang Ketentuan Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Persyaratan Substantif, Pendidikan Berkelanjutan, Spesialisasi Profesi dan Kodefikasi.
  2. Rekomendasi komisi Internasional Pengembangan Pendidikan (UNESCO) untuk menggunakan pendidikan sepanjang hayat sebagai konsep induk (master plan) dalam pengembangan dan pengorganisasian pendidikan dan pembelajaran memasuki globalisasi di awal abad 21.
  3. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003, tentang SISDIKNAS, bab VI pasal 19, ayat (1) disebutkan bahwa pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh  perguruan tinggi.
  4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Pasal 26, 28, 29, 42, 43, 44, 55).
  5. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Pasal 47).
  6. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Pasal 86, 87 dan 88).
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Pasal 84 dan 85).
  9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 tentang Gelar dan Lulusan Perguruan Tinggi.
  10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
  11. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02/Permentan/OT.140/1/2010 tentang Pedoman Pelayanan Jasa Medik Veteriner.
  12. Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan di Kawasan Timur Indonesia Timur sampai saat ini belum ada.
  13. Kurangnya SDM yang masih berkualifikasi dokter hewan yang berada di Kawasan Timur Indonesia, sehingga diharapkan ada perguruan tinggi yang dapat membuka program pendidikan profesi dokter hewan di Unhas Makassar.

 

Standar Kompetensi Dokter Hewan Indonesia

Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan etika, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk diakui mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Adapun Standar Kompetensi Lulusan Dokter Hewan Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki wawasan etika veteriner dan pemahaman terhadap hakekat sumpah dan kode etik profesi serta acuan dasar profesi kedokteran hewan;
  2. Memiliki wawasan di bidang sistem kesehatan hewan nasional dan legislasi veteriner,
  3. Memiliki keterampilan melakukan tindakan medis yang lege-artis;
  4. Memiliki keterampilan dalam menangani sejumlah penyakit pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan eksotik, satwa liar, satwaakuatik dan hewan laboratorium;
  5. Memiliki keterampilan dalam melakukan: (a) diagnosis klinik, laboratorik, patologik dan epidemioligik penyakit hewan; (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik; (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem; (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi; (e) pengawasan keamanan dan mutu pangan asal hewan; (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya; (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  6. Memiliki keterampilan dalam komunikasi professional (professional communication/ dialogue);
  7. Memiliki keterampilan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, pangamanan hayati hewan (biosecurity biosafety), serta pengendalian lingkungan;
  8. Memiliki keterampilan dalam “transaksi therapeutik”, melakukan anamnesis, rekam medik, persetujuan tindakan medik (informed consent), penulisan resep, surat keterangan dokter, dan edukasi klien; serta
  9. Memiliki dasar-dasar pengetahuan analisis risiko, analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan (entrepreunership).

 

Misi, tujuan, dan cara pencapaian tujuan

1.3.1.Misi

Misi Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) ditetapkan selaras dengan misi Unhas yang akan dicapai pada tahun 2025 yaitu:

  1. Menyelenggarakan strata profesi bidang kedokteran hewan dengan menghasilkan dokter hewan yang mempunyai kompetensi bidang kedokteran hewan yang berkualitas yang berwawasan budaya bahari dan potensi lokal.
  2. Menyelenggarakan kerjasama dengan mitra dalam bidang kedokteran hewan meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  3. Melakukan perbaikan berkelanjutan dalam sistem dan kualitas pembelajaran
  4. Menyelenggarakan penelitian di bidang kedokteran hewan yang inovatif, kreatif dan implementatif.
  5. Menyelenggarakan pengabdian masyarakat dalam bidang kedokteran hewan berbasis pemecahan masalah yang ada di masyarakat.

Misi ini sejalan dengan misi Unhas yaitu telah mencerminkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berwawasan budaya bahari dan potensi lokal.

1.3.2.Tujuan

Tujuan penyelenggaraan Program PPDH FK Unhas merupakan penjabaran dari misi Unhas antara lain adalah:

1.3.3.Tujuan Umum

Mengunakan format kurikulum yang berorientasi pada tuntutan perkembangan masyarakat dan pekerjaan dalam arti pendalaman kemampuan dalam bidang kedokteran hewan dan memiliki kompetensi dokter hewan maka Program PPDH FK Unhas Makassar, secara umum diharapkan menghasilkan tenaga-tenaga dokter hewan pada jenjang profesi yang memiliki:

  1. Wawasan etika veteriner dan pemahaman terhadap hakekat sumpah dan kode etik profesi serta acuan dasar profesi kedokteran hewan;
  2. Wawasan di bidang sistem kesehatan hewan nasional dan legislasi veteriner;
  3. Keterampilan melakukan tindakan medis yang lege-artis;
  4. Keterampilan dalam menangani sejumlah penyakit pada hewan besar, hewan kecil, unggas, hewan eksotik, satwa liar, satwa aquatik dan hewan laboratorium;
  5. Keterampilan dalam melakukan: (a) diagnosis klinik, laboratorik, patologik, dan epidemiologik penyakit hewan; (b) penyusunan nutrisi untuk kesehatan dan gangguan medik; (c) pemeriksaan antemortem dan postmortem; (d) pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi dan aplikasi teknologi reproduksi; (e) pengawasan keamanan dan mutu produk hewan; (f) pengawasan dan pengendalian mutu obat hewan dan bahan-bahan biologis, termasuk pemakaian dan peredarannya; (g) pengukuran (assesment) dan penyeliaan kesejahteraan hewan;
  6. Keterampilan dalam komunikasi profesional (professional communication/ dialogue);
  7. Kemampuan manajemen pengendalian dan penanggulangan penyakit strategis dan zoonosis, keamanan hayati (biosecurity-biosafety), serta pengendalian lingkungan;
  8. Kemampuan dalam ”transaksi therapeutik”, melakukan anamnese, rekam medik, persetujuan tindakan medik (informed consent), penulisan resep, surat keterangan dokter, dan edukasi klien; serta
  9. Dasar-dasar pengetahuan analisis resiko, analisis ekonomi veteriner dan jiwa kewirausahaan (entrepreunership).

1.3.4. Tujuan Khusus

Secara khusus lulusan program PPDH FK Unhas Makassar, diharapkan memiliki:

  1. Wawasan akademik yang luas dan professional di bidang kedokteran hewan sesuai dengan tuntutan perkemangan jaman.
  2. Keterampilan menerapkan ilmu yang dimilikinya dalam membina dan mengaplikasikan bidang kedokteran hewan di berbagai bidang yang membutuhkannya.
  3. Kemandirian (Self-reliance) dengan kemampuan wirausaha (entrepreneurship) yang berbasis ilmu kedokteran hewan.
  4. Kemampuan untuk dapat melanjutkan pendidikan pada program Magister (S2) dan Doktor (S3) di bidang kedokteran hewan.

1.3.5. Sasaran dan Strategi Pencapaian

Sasaran Program PPDH FK Unhas adalah menghasilkan dokter hewan (drh)  yang berkualitas dan mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan berdasarkan kompetensi veteriner yang unggul dalam riset biomedik, klinik dan kesehatan masyarakat veteriner yang memiliki ciri kebaharian dan potensi lokal.

Pencapaian sasaran ditempuh melalui strategi sebagai berikut:

  1. Sistem pembelajaran berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan jumlah SKS 37. Sasaran ini akan dicapai dengan melakukan penyegaran terhadap tenaga pendidik, penugasan dan pendampingan, sistem reward dan punishment terhadap kinerja dosen.
  2. Penyesuaian kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kedokteran hewan.
  3. Meningkatkan mutu sarana, prasarana, dan teknologi serta mewujudkan atmosfer akademik yang kondusif dan bermanfaat bagi masyarakat.
  4. Memupuk dan mengembangkan kerjasama dengan sektor eksternal seperti pemerintah, perguruan tinggi lain, dunia usaha, industri dan lembaga-lembaga iptek lainnya.

1.3.6. Sasaran Program PPDH FK Unhas

  1. Optimalisasi Program Pendidikan dan Pengembangan Kualitas Pembelajaran, dicapai dengan strategi:
  1. Menyelenggarakan Program PPDH FK Unhas yang merupakan kelanjutan dari Program Studi Kedokteran Hewan (S1)  yang berkualitas dan dapat berkompetisi secara nasional dan internasional
  2. Menyelenggarakan pendidikan dengan muatan lokal wawasan budaya bahari sebagai salah satu ciri dan kekuatan Universitas Hasanuddin.
  3. Melakukan  kerjasama dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan kedokteran hewan yang ternama baik di dalam maupun di luar negeri
  4. Menyelenggarakan sistem penjaminan mutu dalam pembelajaran
  5. Menyelenggarakan pembelajaran berbasis SCL dengan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
  6. Menyelenggarakan pembelajaran berbasis penelitian dan dinamika kebutuhan stakeholders
  7. Meningkatkan kualitas dosen dengan degree  dan non-degree programme
  8. Meningkatkan profesionalisme dosen melalui pertemuan ilmiah regional, nasional dan internasional
  9. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui teknologi informasi dengan membangun metode pembelajaran berbasis multimedia termasuk di dalamnya sistem learning management system (LMS).
  10. Menyelenggarakan rumah sakit hewan pendidikan sebagai sarana dalam pembelajaran dan peningkatan skil mahasiswa program PPDH
  1. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana laboratorium untuk menunjang pembelajaran
  2. Meningkatkan kinerja dan sistem manajemen administrasi pendidikan
  3. Meningkatkan proses penjaminan mutu pembelajaran secara berkelanjutan
  4. Membangun kerjasama dengan lembaga dan institusi terkait pada tingkat nasional maupun internasional
  1. Pengembangan Iklim Akademik, dicapai dengan strategi:
  1. Menyelenggarakan atmosfir akademik yang kondusif untuk mahasiswa dan dosen
  2. Menciptakan sistem komunikasi yang efektif antar civitas akademika
  3. Melengkapi fasilitas kerja yang nyaman dan memadai
  4. Membangun pelaksanaan tugas sesuai dengan manual prosedur kerja
  1. Pengembangan Manajemen Administrasi Pendidikan, dicapai dengan strategi:
  1. Mengembangkan sistem manajemen akademis yang transparan, efektif dan akuntabel
  2. Menciptakan struktur organisasi yang efisien
  3. Menciptakan sistem penjaminan mutu administrasi
  4. Membangun sistem administrasi elektronik (e-administration) dengan Sistem Informasi Managemen (SIM) Unhas