Sejarah Singkat

SEJARAH BERDIRINYA

BAGIAN ILMU ANESTESI, PERAWATAN INTENSIF DAN MANAJEMEN NYERI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Sejarah berdirinya bagian Anestesi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dimulai pada tahun 1977 saat mana Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dinyatakan sebagai salah satu sentrum pendidikan Ahli Bedah, dan sebagai persyaratan pengakuan tersebut diperlukan Dokter Ahli Anestesi. Atas prakarsa dan budi baik Ketua Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia waktu itu dijabat oleh Prof. dr. Muhammad Kaelan, maka diutuslah seorang Dokter Ahli Anestesi dari Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr. Indro Mulyono untuk diperbantukan ke Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Pada saat itu Anestesi merupakan Sub bagian dari Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dimana dr. Indro Mulyono merupakan satu-satunya dokter ahli anestesi di Makassar. Kehadiran dr. Indro Mulyono selaku kepala sub bagian di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin memberi peluang Bagian Bedah dapat memulai mendidik residen menjadi dokter ahli bedah. Dr. Indro Mulyono mulai bertugas di bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin / Rumah Sakit Umum Dadi Makassar pada tahun 1977 dengan dibantu oleh beberapa orang tenaga penata anestesi. Bersamaan dengan itu, setahun sebelumnya, tahun 1976 dr. Andi Husni Tanra selaku tenaga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dikirim untuk tugas belajar ke Jepang mengikuti pendidikan Anestesiologi di Universitas Hirosima. Tahun berikutnya (1977) dr. Borahima Lami dan dr. Idrus Sjattar yang mana kedua berasal dari instansi Depkes memilih pendidikan Anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta.

Maret 1981 dr. Andi Husni Tanra, Ph.D kembali dari Jepang setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Hirosima. Namun untuk mendapatkan pengakuan sebagai dokter ahli anestesi maka diperlukan mengikuti adaptasi. dr. Andi Husni Tanra, Ph.D memilih Universitas Airlangga sebagai tempat adaptasi yang dimulai September 1981 sampai April 1982. Selesai adaptasi kembali ke Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Setelah itu, disusul dengan pulangnya berturut-turut dr. Borahima Lami, dr. Idrus Sjattar yang juga telah menyelesaikan pendidikan ahli anestesinya di Universitas Indonesia. Dengan kembalinya ke tiga orang tersebut maka pada tahun 1982 dr. Indro Mulyono ditarik kembali ke FKUI. Akhir tahun 1982 Subbagian Anestesi berpisah dari induknya Bagian Bedah dan berdiri sendiri, kemudian atas surat keputusan Dekan FKUH yang saat itu dijabat oleh dr. H.A.M. Akil. maka dr. Andi Husni Tanra,PhD diangkat sebagai Ketua Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada tahun 1983. Tahun 1985 Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mendapat tambahan Dokter Ahli Anestesi yaitu dr. B. Ch. Gaspersz yang telah menyelesaikan pendidikan ahlinya di FKUI Jakarta, beliau dari instansi Depkes. Selain itu tenaga dokter ahli anestesi di Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bertambah setelah diperbantukannya dr. Amin Sugondo dan dr. Handoko dari RSAD Pelamonia Makassar.

Tahun berikutnya tepatnya tahun 1986, setelah melihat jumlah tenaga pendidik & pengajar yang dapat dimanfaatkan sebanyak   4 (empat ) orang. Maka atas dasar itu maka Ikatan Ahli Anestesi Indonesi (IAAI) memberikan rekomendasi kepada Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk menjadi sentrum pendidikan untuk mendidik dokter ahli anestesi. Selanjutnya dilakukanlah persiapan untuk menempuh prosedur permohonan untuk menjadi sentrum pendidikan dokter ahli anestesi. Setelah keluarnya rekomendasi tersebut maka Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tepatnya tahun 1987 mulai melakukan penerimaan residen anestesi sebanyak 2 (dua) orang yaitu dr. Abd. Wahab dan dr. Muh. Ramli sebagai langkah awal untuk memulai pendidikan sambil menunggu hasil visitasi dari CHS (Consorsium Health Science). Kedua orang residen tersebut berasal dari instansi Depdikbud sebagai tenaga pengajar pada Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk dididik menjadi dokter ahli anestesi.

Setelah sekian lama menunggu hasil visitasi dari CHS yang belum kunjung datang, yang mana berakibat Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin belum memungkinkan untuk melakukan pendidikan dokter ahli. Maka tahun 1989 diambil inisiatif untuk mengirim dr. Muh. Ramli dan dr. Abd. Wahab ke Universitas Airlangga guna menyelesaikan pendidikan ahli.

Perjalanan panjang dari permohonan Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk menjadi sentrum pendidikan dokter ahli baru terwujud kira-kira 10 (sepuluh) tahun kemudian sejak dimulainya permohonan tepatnya tahun 1995 barulah disetujui oleh IDSAI dan juga oleh Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, maka dengan resmi Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin diakui sebagai salah satu tempat mendidik PPDS I Anestsi di Indonesia secara penuh. Selanjutnya disusul dengan keluarnya Surat Keputusan Ketua CHS tahun 1996, maka terhitung mulai Juli 1996 Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sudah menerima secara resmi residen untuk dididik sebagai dokter spesialis anestesi. Dua orang residen pertama yang diterima yaitu dr. Syafri K Arief dan dr. Syafruddin Gaus yang mulai dididik di Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Keduanya berasal dari instansi Depdikbud dan akan menjadi staf pengajar di Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Tahun 1997 Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mendapat kehormatan dengan diangkatnya oleh pemerintah Ketua Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yaitu dr. A. Husni Tanra, PhD. menjadi Guru Besar pada Bidang Ilmu Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, sehingga beliau mulai saat itu berhak menyandang gelar profesor.

Setahun setelah itu, yaitu tahun 1998 Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin mengirim seorang stafnya ke Jepang yaitu dr. Syafruddin Gaus untuk melanjutkan pendidikan. Diharapkan beliau selesai tahun 2003.

Tahun 2000 merupakan langkah awal yang besar bagi Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin berhasil melahirkan seorang Dokter Spesialis Anestesi untuk pertama kalinya, yaitu dr. Syafri K Arief, Sp.An. Diharapkan beliau menjadi lulusan pertama dan bukan yang terakhir, dan Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin siap melahirkan Dokter Spesialis Anestesi yang bermutu.

Sampai saat ini Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin telah meluluskan 11 orang ahli anestesi dan sementara mendidik 60 (enam puluh) orang residen anestesi yang diterima sejak resminya Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ditetapkan sebagai sentrum PPDS I bidang Anestesiologi.