Skip to content
Navigasi :Home
GAMBAR BEDAH OTAK DENGAN GELOMBANG SUARA
User Rating: / 0
Written by user2   
Wednesday, 01 December 2010
Read more...
 
BEDAH OTAK
User Rating: / 0
Written by user2   
Wednesday, 01 December 2010

 

                            BEDAH OTAK CARA BARU DENGAN GELOMBANG SUARA

 

WASHINGTON - Pencitraan menggunakan ultrasound telah umum dimanfaatkan untuk berbagai jenis kepentingan screening. Namun teknologi ini lebih sering digunakan untuk melihat keadaan calon bayi di dalam rahim seorang ibu.

Ultrasound adalah perputaran gelombang tekanan suara dengan frekuensi lebih besar dari batas tertinggi pendengaran manusia. Hasil penelitian menyatakan bahwa ultrasound efektif dipakai untuk praktik pengobatan.

Hal ini kemudian mengilhami tim dokter di Swiss untuk menciptakan perangkat ultrasound untuk menghilangkan jaringan otak yang rusak tanpa harus melakukan operasi bedah otak.

“Dengan cara ini, pasien tidak perlu menjalani pembedahan otak yang berisiko tinggi. Penghilangan jaringan otak yang rusak bisa dilakukan tanpa harus memotong dan menjahit kulit kepala atau sampai melubangi tengkorak kepala,” kata Neal Kassel dari University of Virginia seperti dikutip dari Softpedia, Rabu (29/7/2009).

Penggunaan teknologi ini dibantu dengan perangkat Magnetic Resonance Imaging (MRI) yang akan memberikan gambaran target jaringan otak rusak yang akan dihilangkan.

Metode high-intensity focused ultrasound (HIFU) bekerja dengan menciptakan gelombang ultrasound yang sangat kuat dari sebuah alat khusus. Balok ultrasound kemudian diarahkan dengan tepat pada jaringan otak rusak yang telah ditandai.

Pada saat suhu ultrasound memanas, hal ini akan turut pula memanaskan masing-masing area dari pusat jaringan yang dikenai ultrasound. Kemudian, panas ini akan membakar semua sel penyakit dalam area tersebut.

Uji coba yang sukses dilakukan pada sembilan orang pasien penderita kerusakan otak dan masalah sakit kepala, membuktikan metode pengobatan ini aman diterapkan pada manusia.

 

 

Gelombang Otak Sebagai Password

Para peneliti Kanada kini sedang mengembangkan teknik yang dapat menggunakan gelombang otak untuk mengunci pintu atau memperoleh akses ke layanan bank.

Urusan teknik pengamanan menggunakan keunikan tubuh manusia telah banyak dikembangkan para ahli, misalnya sidik jari. Bahkan beberapa perusahaan telah menawarkan pengenalan citra iris (bagian mata) di banyak negara yang ingin menerapkan paspor biometrik.

Tapi Julie Thorpe, seorang peneliti di Carleton University di Ottawa mempunyai ide yang lebih gila. Menurutnya, tidak perlu digunakan kartu rahasia, nomor pin, dan bentuk pengaman fisik lainnya untuk mengakses ATM, mengakses data di komputer, atau memasuki gedung dan ruangan rahasia.

“Penggunanya juga akan mudah sekali mengingat password-nya,” kata Thorpe. Ia berharap dapat mengembangkan alat pengaman pertama yang membaca gelombang otak sebagai kode tersebut.

Idenya memang sangat potensial untuk dikomersialisasikan, dengan asumsi sinyal-sinyal dari otak selalu berbeda antara satu orang dengan lainnya meskipun mereka memikirkan hal yang sama. “Sinyal otak unik seperti halnya sidik jari,” katanya.

Ia bekerja sama dengan mahasiswa kedokteran dan peneliti teknologi keamanan Paul Van Oorschrot di Ottawa untuk mewujudkan ide tersebut. Penelitiannya juga bertujuan mengembangkan alat bantu bagi para penderita paralisis untuk mengendalikan dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Para penderita paralisis kehilangan kemampuan menggerakaan tubuhnya karena otot-ototnya lumpuh sehingga satu-satunya harapan adalah memanfaatkan gelombang otaknya.

Untuk mengubah gelombang otak menjadi perintah komputer yang mengendalikan berbagai peralatan tentu sulit meskipun mungkin. Tapi, menggunakan perbedaan gelombang tersebut untuk menggantikan fungsi password jauh lebih mudah.

“Anda dapat menggunakan suara musik atau memori saat kanak-kanak sebagai password bahkan dengan menyodori gambar tertentu, seseorang dapat langsung mengingatnya,” kata Thorpe. Meskipun demikian, ia masih harus memastikan bahwa setiap orang dapat menghasilkan gelombang yang selalu tepat.

“Seringkali, tanpa disadari sebuah lagu yang Anda pikirkan mungkin akan mengganggu sinyal sebab banyak sekali proses di dalam otak manusia,” katanya. Selain itu, perangkat komputer untuk memeriksa gelombang otak yang ada saat ini belum terlalu praktis.

Electroencaphalogram (EEG) yang digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik di otak menggunakan banyak elektroda yang dipasang di kening sehingga untuk sekali pemeriksaan saja membutuhkan waktu lama.

Selain itu, pengukuran dengan alat tersebut membutuhkan gel yang harus dioleskan ke kulit kepala agar elektroda tersebut dapat digunakan. Inilah bentuk yang sedang diperbaiki Thorpe sehingga pengukuran gelombang otak dapat dilakukan dengan praktis.

Menggerakkan Benda dengan Gelombang Otak

Benda-benda digerakkan oleh gelombang otak, tak lagi mustahil. Percobaan ilmiah sudah berhasil membuktikan. Pada tahap awal penerapan prinsip kerja gelombang pikiran sebagai penggerak benda-benda, sistem antarmuka (interface) komputer-otak kini semakin dapat diterapkan. Menurut laporan LiveScience, riset sinyal saraf itu telah mencapai kemajuan yang berarti. Tak heran, penelitian itu menjadi yang paling menarik di bidang rekayasa biomedis.

Awal tahun ini, para peneliti melatih empat penderita epilepsi untuk menggerakkan kursor komputer dengan kekuatan pikiran mereka. Para pasien itu tengah menunggu operasi bedah otak. Beberapa lembar tipis elektroda pendeteksi sinyal dipasang pada permukaan otak mereka.

Mereka kemudian diminta untuk mengerjakan beberapa tugas, seperti membuka dan menutup telapak tangan serta menjulurkan lidah. Pada saat yang sama, para ilmuwan menilai apakah sinyal-sinyal otak berkaitan dengan gerakan-gerakan itu.

Sinyal-sinyal dari gerakan-gerakan tersebut kemudian diselaraskan dengan gerakan kursor di monitor. Misalnya, ketika otak memerintahkan pasien membuka tangan kanan, maka kursor bergerak ke kanan.

Pasien juga diminta untuk menggerakkan kursor dari satu titik ke titik lain di monitor. Caranya, dia hanya berpikir tentang pemindahan kursor tersebut. Awalnya, keempat pasien itu merasa kesulitan. Namun, mereka akhirnya mampu mengendalikan kursor dengan pikiran. Setelah beberapa menit, mereka melakukannya dengan tingkat akurasi lebih dari 70 persen.

Bahkan, seorang pasien mampu menggerakkan kursor melalui pikirannya dengan tingkat akurasi 100 persen pada akhir percobaan.

”Semua peserta percobaan kami dapat mengendalikan kursor komputer dengan menggunakan sinyal-sinyal otak,” kata Daniel Moran dari Washington University. Penelitian itu membuktikan, sensor-sensor yang ditempatkan di permukaan otak ternyata lebih efektif ketimbang ditanam di jaringan otak atau dikenakan seperti topi.

Cara penempatan di permukaan otak itu membuat mereka dapat menerima sinyal lebih stabil dan kuat ketimbang ditanam di jaringan otak atau dikenakan seperti topi. Hanya sedikit riset melibatkan penderita lumpuh total sebagai partisipan penelitian. Salah satunya adalah penelitian di Brown University dan Cyberkinetics Neurotechnology Systems Inc. Studi itu sedang mengembangkan sistem yang disebut BrainGate.

Dalam studi ini, sebuah sensor ditanamkan di lapisan luar saraf pemicu gerak primer (tempat otak merespons gerakan). Ukuran alat sensor itu lebih kecil dari uang koin. Sensor tersebut memiliki elektroda setipis rambut yang dimasukkan sekitar satu milimeter di bawah tempurung kepala. Alat itu dapat menangkap sinyal-sinyal elektrik dari saraf-saraf yang memicu gerakan.(livescience-ben-25)

 

                         

 

Read more...
 
PENGERTIAN BEDAH
User Rating: / 0
Written by user2   
Wednesday, 01 December 2010

Pengertian bedah, dan macam-macam bedah seratai berkaitan bedah

 

Pembedahan merupakan cabang dari ilmu medis yang ikut berperan terhadap kesembuhan dari luka atau penyakit melalui prosedur manual atau melalui operasi dengan tangan. Hal ini memiliki sinonim yang sama dengan kata “Chirurgia”(dibaca; KI-RUR-JIA). Dalam bahasa Yunani “Cheir” artinya tangan; dan “ergon” artinya kerja.

Bedah Veteriner merupakan pembedahan yang dilakukan terhadap hewan.

Bedah Ortopedik merupakan cabang dari pembedahan dimana “secara khusus memperhatikan terhadap pencegahan dan restorasi dari fungsi sistem skeletal, artikulasinya dan strukturnya yang saling berhubungan”.

Bedah Antiseptik merupakan pembedahan yang berhubungan terhadap penggunaan agen antiseptic untuk mengontrol kontaminasi bacterial.

Bedah konservatif merupakan pembedahan dimana dilakukan berbagai cara untuk melakukan perbaikan terhadap bagian tubuh yang diasumsikan tidak dapat mengalami perbaikan, daripada melakukan amputasi. Seperti contoh dilakukan koreksi dan imobilisasi dari fraktur pada kaki daripada melakukan amputasi terhadap kaki.

Bedah Radikal merupakan pembedahan dimana akar penyebab atau sumber dari penyakit tersebut dibuang, seperti contoh pembedahan radikal untuk neoplasma, pembedahan radikal untuk hernia.

Bedah Minor merupakan pembedahan dimana secara relatif dilakukan secara simple, tidak memiliki resiko terhadap nyawa pasien dan tidak memerlukan bantuan asisten untuk melakukannya seperti contoh membuka abses superficial, pembersihan luka, inokuasi, superfisial neuroktomi dan tenotomi.

Bedah Mayor merupakan pembedahan dimana secara relatif lebih sulit untuk dilakukan daripada pembedahan minor, membutuhkan waktu, melibatkan resiko terhadap nyawa pasien, dan memerlukan bantuan asisten seperti contoh bedah caesar, mammektomi, bedah torak, bedah otak.

Bedah Emergency merupakan pembedahan yang dilakukan dalam keadaan sangat mendadak untuk menghindari komplikasi lanjut dari proses penyakit atau untuk menyelamatkan jiwa pasien.

Bedah Elektif merupakan pembedahan dimana dapat dilakukan penundaan tanpa membahayakan nyawa pasien.

Pembedahan Rekonstruktif merupakan pembedahan yang dilakukan untuk melakukan koreksi terhadap pembedahan yang telah dilakukan pada deformitas atau malformasi seperti contoh pembedahan terhadap langit-langit mulut yang terbelah, tendon yang mengalami kontraksi, dan sebagainya.

Bedah Plastik merupakan pembedahan dimana dilakukan untuk memperbaiki defek atau deformitas, baik dengan jaringan setempat atau dengan transfer jaringan dari bagian tubuh lainnya.

Bedah Eksplorasi dilakukan untuk mendapatkan diagnosis pasti atau untuk konfirmasi diagnosis.

Bedah Ekperimental merupakan investgasi sistemik terhadap masalah pembedahan.

Bedah Klinis merupakan pengetahuan pembedahan dengan adanya kehadiran pasien dengan begitu gejala yang didapat dan pengobatan yang akan diberikan dapat diamati oleh siswa.

Klinik (Rumah Sakit) merupakan institusi yang memberikan perhatian medis terhadap pasien.

Pembedahan Anatomi merupakan daerah terbatas dari anatomi atau bagian tertentu untuk mendapatkan deskripsi yang jelas pada daerah operasi.

Anatomi Sistemik merupakan studi dari organ individu terhadap sistem tubuh secara khusus. Seperti contoh Anatomi hati, anatomi sistem respirasi, anatomi sistem lokomotor.

Anatomi Lapisan merupakan studi terhadap konfigurasi pada lapisan tubuh, khususnya yang berhubungan terhadap lapisa yang berada dibawahnya.

Anatomi Topografi merupakan anatomi pada bagian yang masih memiliki hubungan atau bagian dari tubuh.

Bakteriologi Bedah merupakan studi terhadap masalah mikroorganisme seperti contoh bakteriologi bedah pada luka.

Patologi Bedah merupakan cabang patologi dimana berhubungan terhadap efek yang ditimbulkan tubuh hewan terhadap kondisi pembedahan.

Trauma merupakan luka(benturan dari luar) pada bagian dari tubuh atau organ oleh agen luar.

Trauma Fisik merupakan louka yang diakibatkan oleh agen fisik seperti contoh mengalami benturan keras terhadap objek yang keras.

Trauma Kemis merupakan luka yang diakibatkan oleh beberapa agen kimiawi seperti contoh asam kuat, alkalis dan sebagainya.

Demam merupakan kondisi adanya peningkatan dari temperatur tubuh yang mengarah adanya penyakit.

Pyrexia dapat disederhanakan pengertiannya yaitu terjadinya peningkatan dari temperatur tubuh (dimana kemungkinan atau tidak disebabkan oleh penyakit).

Sejarah(Anamnesa): Dalam bahasa Yunani anamnesis diartikan”pemanggilan kemballi” sedangkan didalam terminologi veteriner “anamnesis: atau “sejarah dari kasus” dapat diartikan sebuah informasi yang didapatkan dari pasien mengenai kondisinya untuk digunakan dasar sebelum dilakukan tindakan oleh praktisi veteriner, dengan tapa meninggalkan gejala yang muncul, lingkungan dan tempat tinggal, pakan, defekasi, urinasi dan sebagainya meliputi penanganan sebelumnya yang pernah didapat jika ada.

Kejadian dicatat sebagai kejadian dari penyakit dengan referensi terhadap kerentanan, waktu atau frekuensi penyakit atau referensi terhadap spesies, pengelompokan umur, atau lokalisasi dari penyakit seperti kelainan pada lutut kaki biasa terjadi pada kuda, kalkuli uretrhal basa terjadi di Andhra Pradesh
 
ARTIKEL BEDAH HIDUNG
User Rating: / 0
Written by user2   
Wednesday, 01 December 2010

Bedah Hidung dan Sinusitis

Sinusitis adalah inflamasi sinus, istilah yang hanya digunakan untuk sinus paranasal. Penyakit ini dapat akut atau kronik.

Sinusitis akut sering kali merupakan sekuela infeksi saluran napas alas, misalnya demam salesma (common cold), tetapi juga dapat terjadi akibat masalah gigi. Sinusitis kronik dapat terjadi akibat ventilasi sinus yang kurang memadai akibat obstruksi hidung, atau timbul setelah sinusitis akut.

Sinusitis dapat diatasi secara konservatif, misalnya dengan pemberian antibiotik, dekongestan lokal, dan kortikosteroid. Jika upaya konservatif gagal, tersedia sejumlah prosedur bedah.

Bedah hidung dan sinus
Antrostomi-pembukaan secara bedah sinus maksilaris melalui rongga hidung untuk memperbaiki drainase.
Etmoidektomi-pengangkatan secara bedah sel etmoid yang merupakan asal polip hidung.

Functional endoscopic sinus surgery (FEES)—melalui sebuah endoskop nasal tipis. Lubang sinus dapat diperlebar untuk memperbaiki ventilasi dan drainase. Jaringan yang sakit di dalam sinus dapat dikeluarkan.

Polipektomi—pengangkatan polip.

Rinoplasti—bedah plastik untuk kerangka hidung.

Pembedahan septum atau konka—memperbaiki aliran udara be hidung dan sinus serta mempermudah pemberian obat topikal.

Septoplasti—operasi konservatif untuk meluruskan septum nasal. Septum nasal diubah posisinya di gads tengah dengan mengangkat sesedikit mungkin kartilago hidung.

Pembilasan sinus (sinus washout)—berupa pembuatan lubang di sinus maksilaris di bawah konka inferior. Salin dimasukkan untuk rnengalirkan debris atau pus melalui lubang tersebut.

Reseksi submukosa septum nasal—mass mukosa hidung, pengangkatan septum nasal yang bengkok, dan penggantian mukosa.

Turbinektomi—pengangkatan tulang konka hidung

 
contoh judul
User Rating: / 0
Written by user2   
Monday, 29 November 2010
contoh isi
 
Staff Pengajar
User Rating: / 0
Written by Muh Resha   
Monday, 05 October 2009

Daftar Staf Pengajar bagian Bedah:

 No
Nama Dosen
Kode Gol
Strata Pend
Gol
Jabatan
Kepakaran
 1 Prof.dr.Chaeruddin Rasyad, Ph.D C11-CRSp2
  Lektor Kepala Bedah Orthopedi
 2 dr. A.J. Rieuwpassa C11-OR Sp2 IVb Lektor Kepala Bedah Plastik
 3 Prof.DR.dr. Idrus A. Paturusi C11-ID S3/ Sp2  Guru Besar Bedah Orthopedi
 4 Prof. dr. Farid Wadjdi Husain C11-FH Sp2 IVc Lektor Kepala Bedah Digestif
 5 DR.dr. Agung Saifullah C11-SA S3/ Sp2 IVa Lektor Kepala Bedah Orthopedi
 6 Prof.dr. Johannes Pieter C11-JP Sp2 IVd Guru Besar Emiritus Bedah Digestif
 7 Prof.dr. Farid Nur Mantu C11-FM Sp2 IVe Guru Besar Bedah Anak
 8 Prof.DR.dr. Hamdja Rais Malawat C11-HM S3/ Sp2 IVd Guru Besar Bedah Urologi
 9 Prof.dr. Achmad Makkarausu C11-MP Sp2 IVc Guru Besar Bedah Urologi
 10 DR.dr. Daniel Sampe Pajung C11-DP Sp2 IVa Lektor Kepala Bedah Onkologi
 11 Prof. DR. dr. Andi Asadul Islam C11-AY Sp2 IVb Lektor Kepala Bedah Saraf
 12 dr. Sumantri Sarimin C11-SS Sp2 IIIc Lektor Bedah Plastik
 13 dr. Leonardo C.M. Rienpassa  Sp1 - - Bedah
 14 dr. Salman Ardi
  S1 III B
 - -

 

Last Updated ( Monday, 05 October 2009 )
 
BAGIAN ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN
User Rating: / 3
Written by Muh Resha   
Tuesday, 09 September 2008

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar diresmikan berdirinya pada tahun 1956.  Mata kuliah Ilmu Bedah pertama kali diberikan kepada mahasiswa pada tahun 1960 oleh Dr. Rudy Edward Tan. Pada tahun 1957 Dr. Wim de Jong, datang ke Makassar dan melakukan operasi di    Rumah Sakit Labuang Baji dan tahun 1960 bergabung dengan Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Pada tahun 1965 Dr. Wim de Jong mengikuti Pendidikan Bedah di Universitas Indonesia Jakarta di bawah pimpinan Prof. Oetomo dan Prof. Djamaluddin.

Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran pertama kali menerima residen pada tahun 1962 yaitu Dr. A.I Santosa dan lulus sebagai Ahli Bedah pada tahun 1968 di Universitas Airlangga Surabaya. Dr. John Pieter mengikuti pendidikan Bedah di FK-UNHAS tahun 1963 dan melanjutkan pendidikan di FK-UI Jakarta dan menjadi ahli bedah pada tahun 1969. Dr. L. Radjawane mengikuti pendidikan bedah di FK-UNHAS pada tahun 1963 dan melanjutkan pendidikan di  FK-UI Jakarta pada tahun 1968 dan menjadi Ahli Bedah tahun 1970.

Last Updated ( Monday, 05 October 2009 )
Read more...
 
Selamat Datang di Website Bagian Bedah
User Rating: / 0
Written by Muh Resha   
Tuesday, 09 September 2008
ImageKehadiran website ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan sumber informasi atas semua fasilitas dan layanan yang dimiliki selama ini. Informasi yang dahulu susah diakses oleh publik sekarang sudah tersedia seperti sejarah, struktur organisasi, fasilitas dan berita terbaru seputaran bagian bedah (surgery) Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin.
Last Updated ( Monday, 05 October 2009 )
 
KEGIATAN BAGIAN ILMU BEDAH
User Rating: / 3
Written by Muh Resha   
Monday, 15 September 2008

KEGIATAN BAGIAN ILMU BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
TAHUN 2008

KEGIATAN AKADEMIK

1.  Jumlah residen bagian ilmu bedah FKUH hingga semester genap tahun 2008 berjumlah 90 orang
2.  Jumlah residen yang lulus untuk tahun 2008 semester Ganjil 3 orang atas nama :

  • Dr. Willy Mambiew, Sp.B
  • Dr. Vincentius Daniel, Sp.B
  • Dr. Krisna Yarsa Putra, Sp.B

3.   Penerimaan tahun 2008 semester ganjil sebanyak 15 orang ( 4 Umum & 11 Depkes)
4.   Jumlah Staf Bagian Ilmu Bedah bertambah 1 orang atas nama dr. Azwar Amir, Sp.U dan sekarang menjadi 30 orang staf.

Last Updated ( Monday, 05 October 2009 )
Read more...
 

Menu Informasi

Syarat Penerimaan

Who's Online

We have 1 guest online

Login User

Events Calendar

« < May 2012 > »
S M T W T F S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Sedang online

No Users Online

Workflow

Terakhir Login