Month: October 2016

Workshop Pembuatan Bahan Ajar Fisioterapi Unhas 2016

workshop-pembuatan-bahan-ajar-1

Bahan ajar merupakan suatu unsur paling penting dalam proses belajar-mengajar di suatu perguruan tinggi. Bahan ajar adalah pedoman yang dapat menuntun kegiatan mahasiswa selama berlangsungnya suatu topik perkuliahan. Melalui bahan ajar diharapkan kinerja mahasiswa dapat lebih efektif dan efisien dalam memahami suatu materi perkuliahan. Selain itu, bahan ajar sangat membantu para dosen dalam menguraikan intisari dalam suatu materi yang dibawakan dalam satu pertemuan.

Menulis bahan ajar adalah bagian dari tugas dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student Centre Learning) yang sedang gencar diterapkan di Unhas sejak 2008 yang lalu dan terus hingga sekarang, membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap aktivitas perkuliahan.

Program studi Fisioterapi Unhas melalui Program Peningkatan Kapasitas Program Studi (PPKPS) yang didanai oleh BOPTN tahun 2016 telah menyelenggarakan Workshop Pembuatan Bahan Ajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Remcy Makassar pada tanggal 24-25 September 2016 yang diikuti sekitar 40 orang dosen fisioterapi, baik dari golongan dosen tetap maupun dosen luar biasa. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penting bahan ajar guna kelancaran proses perkuliahan dan meningkatkan kemampuan staff pendidik fisioterapi dalam membuat bahan ajar yang berkualitas sesuai standar LKPP Unhas. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar seratus bahan ajar dari sembilan mata kuliah pokok di Fisioterapi Unhas, antara lain:

  1. Mata Kuliah Proses dan Pengukuran Fisioterapi.
  2. Mata Kuliah Terapi Latihan dan Manipulasi.
  3. Mata Kuliah Elektro Fisika dan Sumber Fisis.
  4. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Muskuloskeletal dan Bedah.
  5. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Neuropsikiatri.
  6. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal.
  7. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Pediatri dan Tumbuh Kembang.
  8. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Olahraga dan Kebugaran.
  9. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Keswan dan Integumen.

Oleh: Adi

Semarak World Physical Therapy Day Di Lapangan Hasanuddin

semarak-world-physical-1

World Physical Therapy Day (WPTD) yang diperingati pada tanggal 8 September setiap tahunnya merupakan suatu kesempatan bagi seluruh Fisioterapis dari berbagai belahan dunia untuk memperingati tentang pentingnya kontribusi profesi dalam memberikan perlindungan kesehatan, gerakan, dan kemandirian fungsi gerak bagi masyarakat.

WPTD mulai dicanangkan tahun 1996 oleh World Confederation for Physical Therapy (WCPT) yang telah didirikan sejak tahun 1951 pada tanggal yang sama. Lingkup tema WPTD tahun ini adalah “Movement for Health” (Gerakan untuk Kesehatan) dimana telah memberi pesan “Add Life to Years” sebagai suatu sorotan tentang pentingnya peranan Fisioterapis dalam meningkatkan angka kehidupan dan memelihara kesehatan selama bertahun-tahun.

Fisioterapi Unhas sebagai salah satu pihak penyelenggara bersama dengan IFI Cabang Makassar, ikut berperan serta dalam beberapa agenda perayaan WPTD, seperti kegiatan assessment on the street dan senam jantung sehat. Kegiatan tersebut bertempat di Car Free Day Lapangan Hasanuddin, Jalan Jend. Sudirman, Makassar pada hari Minggu, 18 September 2016. Kegiatan yang melibatkan sekitar seribu peserta ini dibuka oleh Wakil Walikota Makassar, DR. Syamsu Rizal, Mi., S.Sos., M.Si. Deng Ical sapaan akrab wakil walikota tersebut juga turut mengikuti senam jantung sehat dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Dunia. “Hari ini kita menunjukkan suatu semangat untuk berkontribusi terhadap Kota Makassar melalui sebuah gerakan jantung sehat”, ujar Deng Ical.

Oleh: Adi

Popularitas The Five Jumps Sebagai Metode Perkuliahan Fisioterapi Unhas

popularitas-the-five-jumps12

Proses belajar mengajar fisioterapi memiliki ciri khusus dan spesifik dibandingkan dengan proses belajar mengajar kompetensi kesehatan lainnya. Ciri khusus tersebut berupa keterkaitan antara teori dan praktik yang harus dilakukan secara sinergis atau bersamaan pada saat pembelajaran berlangsung dan tidak dapat dipisahkan proses pelaksanaannya pada saat pembelajaran terjadi. Selain itu, ilmu-ilmu fisioterapi membutuhkan landasan ilmiah dan teknologi yang kompleks dan kuat dimulai dari ilmu kesehatan berupa anatomi, fisiologi, biomedik, dan patologi, yang selanjutnya membutuhkan ilmu biofisika, seperti elektrofisika dan elektromekanik tubuh, serta ilmu yang terkait dengan komunikasi terapeutik dan perilaku, yang khusus berkaitan dengan gerak dan fungsi gerak manusia. Pelaksanaan pembelajaran perlu dilakukan dengan cara mengaitkan dari sekian ilmu-ilmu tersebut pada saat melakukan proses belajar mengajar.

Atas dasar tersebut, diciptakan suatu sistem yang dikenal dengan The Five Jumps (Lima Langkah Proses Belajar Mengajar) yang sesuai dengan kurikulum fisioterapi yang berbasis SCL (Student Centre Learning). The Five Jumps merupakan sebuah proses pembelajaran fisioterapi yang menghubungkan antara sains, teknologi, dan skill praktik terhadap berbagai kondisi patologi yang berlangsung seketika, tanpa dipisahkan pada suatu waktu pembelajaran saat itu. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan memiliki sebuah keutuhan sistem saat itu dari berbagai ranah yang dibutuhkan untuk terampil menyelesaikan masalah pasien dalam bentuk problem solving.

Adapun pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa sesuai dengan tahapan The Five Jumps adalah sebagai berikut:

  1. Presentation and clarification of the new term, yakni presentasi materi yang dilakukan sekelompok mahasiswa, kemudian berbagai temuan istilah baru yang disajikan dalam materi tersebut diklarifikasi makna dan hubungan antara konsep sekitar 40 menit.popularitas-the-five-jumps3
  2. Discussion or practice in small group to large groups, metode ini hampir mirip dengan metode jigsaw, namun setiap anggota penyaji materi tadi didistribusikan pada setiap kelompok kecil dari seluruh mahasiswa yang diberi fungsi sebagai tutor sebaya (peer tutor). Tugas dari tutor sebaya yakni membahas materi atau pertanyaan kasus yang telah ada dalam bentuk diskusi atau praktik kelompok kecil. Kemudian dalam kelompok kecil tersebut ada yang bertindak sebagai observer pendamping yang akan menilai pelaksanaan diskusi atau praktik. Hal yang sama juga berlaku pada kelompok kecil lainnya, sehingga masalah yang timbul dari hasil diskusi bisa saja berbeda atau bahkan tidak ditemukan solusi pemecahan masalahnya. Setelah itu, dilanjutkan dengan diskusi kelompok besar, yang merupakan himpunan dari seluruh anggota kelompok kecil tadi. Diskusi kelompok besar ini akan membahas seputar rumusan masalah yang belum sempat terpecahkan dalam diskusi kelompok kecil tadi. Waktu yang dibutuhkan dalam proses ini berlangsung 60 menit. Andaikata ada masalah yang belum terselesaikan, maka masalah tersebut akan dilanjutkan ke langkah selanjutnya, yakni class of expertise.popularitas-the-five-jumps2
  3. Class of Expertise, yakni penyelesaian masalah yang belum sempat ditemukan solusinya tadi. Pada segmen ini dosen bertindak sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator dari hasil diskusi tadi. Selain itu, dosen dapat memberikan pengayaan yang seperlunya terhadap masalah yang dimaksud. Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit.popularitas-the-five-jumps1
  4. Demonstration (practice by lecturer and student) merupakan segmen dimana dosen melakukan demonstrasi atau praktik terhadap berbagai skill yang tekait dengan masalah yang dikaji oleh mahasiswa, sehingga sebelum mahasiswa praktik, secara bersama-sama dapat mengamati dengan tepat

P2MB Prodi Fisioterapi Unhas 2016

p2mb-fisioterapi-unhas-2016-5

Proses Penerimaan dan Pembinaan Mahasiswa Baru (P2MB) Fisioterapi Unhas tahun ajaran 2016/2017 berlangsung khidmat dan lancar. P2MB kali ini mengangkat tema “Langkah Awal Menuju Pembaharuan Karakter Guna Membangun Pribadi yang Unggul, Mandiri, dan Berintelektual”. Tahun ini Prodi Fisioterapi Unhas menerima mahasiswa baru sebanyak 53 orang, yang terdiri atas 10 orang laki-laki dan 43 orang perempuan. Mahasiswa baru ini masuk ke Fisioterapi Unhas melalui berbagai jalur seleksi penerimaan mulai dari jalur tes maupun jalur nonsubsidi. Proses pembinaan berlangsung pada tanggal 18-19 Agustus 2016 di RKF FK Unhas. Adapun materi pembinaan yang diberikan berasal dari pihak Prodi Fisioterapi Unhas maupun dari pihak Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (Himafisio FKUH) selama dua hari berturut-turut tersebut, antara lain:

  1. Selayang Pandang Pendidikan Fisioterapi FK Unhas yang dibawakan oleh Dr. Djohan Aras, S.Ft., Physio., M.Kes.
  2. Sejarah Fisioterapi yang dibawakan oleh Nurhikmawaty Hasbiah, S.Ft., Physio., M.Kes.
  3. Portal Akademik yang dibawakan Adi Ahmad Gondo, S.Ft., Physio., M.Kes.
  4. Manajemen Waktu untuk Mahasiswa yang dibawakan oleh Syarifah F. Yasmin, S.Ft.
  5. Identitas Mahasiswa yang dibawakan oleh Rangga Ardian Pradana.
  6. Pengenalan Himafisio yang dibawakan oleh Hurulaeni Khaerunnisa.

p2mb-fisioterapi-unhas-2016-8 p2mb-fisioterapi-unhas-2016-7 p2mb-fisioterapi-unhas-2016-6 p2mb-fisioterapi-unhas-2016-1 p2mb-fisioterapi-unhas-2016-13

Program Studi Fisioterapi © 2015 Frontier Theme