Sejarah

SEJARAH FISIOTERAPI UNHAS

APA & BAGAIMANA FISIOTERAPI ITU ? ( WCPT 1995 )

Fisioterapis adalah tenaga kesehatan profesional yang bekerja untuk manusia segala umur yang bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, mengembalikan fungsi dan ketergantungan bila individu mendapatkan kekurangan gangguan kemampuan atau masalah yang disebabkan kerusakan fisik, psykis dan lain sebagainya.

WCPT menyarankan pendidikan untuk menjadi fisioterapis dipusatkan pada universitas atau studi lain setingkat universitas, minimum 4 tahun mandiri dan diakreditasi dan lulusannya disetujui sebagai tamatan universitas secara hukum (accords graduates full statutory) dan diakui profesinya.

WCPT akan membantu asosiasi nasional fisoterapi (PP IFI) dengan mengembangkan standar pendidikan yang sesuai (tepat) dan pengembangan proses akreditasi.

  • Dimulai sejak tahun 1960 : Pendidikan asisten Fisioterapi di Surakarta.

  • Kemudian berkembang pendidikan Fisioterapi di Indonesia. Mulai dari level DIII, DIV, S1 dan Profesi.

  • Di Makassar, Fisioterapi pertama kali didirikan di Akademi Fisioterapi (Akfis) Depkes Ujung Pandang kemudian berubah nama menjadi Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar Poltek Kemenkes Makassar.

FISIOTERAPI UNHAS

  • 2002-2003 : Prof. Rady A. Gani (Rektor Unhas saat itu) ditangani oleh Prof dr. A. Idrus Paturusi (Dekan Fak. Kedokteran Unhas) di klinik Medisakti dengan keluhan cedera lutut. Kemudian dikonsul untuk penanganan Fisioterapi: Djohan Aras. Saat di fisioterapi beliau bertanya tentang level pendidikan Ft kemudian dijawab masih D3. Oleh karena itu beliau meminta kepada Dekan FK UH saat itu untuk membuka pendidikan S1 Fisioterapi di Unhas.

    • Prof. Idrus (Dekan FK UH) Djohan: “Apa yang Anda punya untuk membuka prodi baru?”. Sehingga pak Djohan diminta untuk menemui Prof. Irawan (Pembantu Dekan I FK UH) dan juga berkonsultasi dengan Prof. Haeruddin Razak, Sp.OT (Kepala Bag. Spesialis Ortopedi FK UH).

    • Setelah diperbaiki dan disempurnakan beberapa kali hasilnya berupa “KONSEP KURIKULUM S1 FISIOTERAPI FK UNHAS”.

  • 2004: TITAFI Jogja pak Djohan selaku ketua IFI cab. Makassar mencetuskan bahwa Unhas akan membuka S1 Fisioterapi. Tanggapan hampir seluruh ketua IFI cabang se Indonesia negatif.

    • Berkat dukungan dan dorongan dari The Founding Father: Prof. Rady A.Gany, Prof. Idrus Paturusi, Prof. Irawan Yusuf, dan Prof. Haeruddin Razak dan Dr. Djohan Aras konsolidasi selanjutnya dilakukan kepada Dr.dr. Ilhamjaya Patellongi, M.Kes selaku kaprodi PSIK FK Unhas untuk bisa menginisiasi pendirian prodi Fisioterapi Unhas.

  • 2005-2008: Dengan bantuan dokter Ilhamjaya, Angkatan I mahasiswa S1 Fisioterapi diterima masuk di PSIK konsentrasi Fisioterapi FKUH. Jumlah mahasiswa sebanyak 30 orang (Jalur Kerja Sama/Jalur lanjutan dari DIII). Kemudian terus menerima mahasiswa untuk tahun-tahun selanjutnya

  • 2008: Keluar ijin operasional dengan SK DIRJEN DEPDIKNAS NO. 852/D/T/2008.

    • Akhirnya Dr. Djohan dan Dr. Ilhamjaya yang langsung ke Jakarta untuk menerima SK tersebut.

    • Kaprodi pertama: Dr.dr. Ilhamjaya Patellongi, M.Kes menjadi kaprodi pertama Prodi Fisioterapi FK Unhas.

    • Langsung menerima mahasiswa jalur A (lulusan SMA) angkatan I.

  • 2010-sekarang: Ketua Prodi Dr. H. Djohan Aras, S.Ft, Physio, M.Pd, M.Kes.

    • Telah banyak menelurkan alumni yang telah diterima di berbagai instansi pemerintahan dan non pemerintahan.

    • Telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran dan dukungan serta menjadi Rule Model untuk terbentuknya S1 Fisioterapi di Indonesia.

    • Beliau menjadi Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Fisioterapi (APTIFI) Indonesia.

Program Studi Fisioterapi © 2015 Frontier Theme