Sejarah Pisiform Fisioterapi

PISIFORM merupakan sebuah lembaga atau organisasi otonom dalam bentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Prodi Fisioterapi yang berorientasi pada riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, teori serta aplikasi fisioterapi yang didasarkan pada prinsip – prinsip keilmuan dan penalaran ilmiah dalam lingkup fisioterapi secara umum dan Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada khususnya.

PISIFORM berawal dari sekumpulan mahasiswa Fisioterapi FK-UNHAS yang memiliki tujuan yang sama dalam pengembangan ilmu fisioterapi melalui bidang penelitian. Pada pertengahan tahun 2014, dimulailah pergerakan pembentukan organisasi ini.

Berawal dari kemauan untuk ikut ambil bagian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya di bidang fisioterapi, terbentuklah sebuah komunitas tanpa nama yang menghimpun mahasiswa fisioterapi dalam menyalurkan minat dan bakat dalam bidang penelitian. Dalam wadah komunitas ini kemudian beberapa mahasiswa berhasil meluluskan beberapa proposal dalam program ‘Hibah Penelitian Mahasiswa Fakultas Kedokteran-Universitas Hasanuddin 2014’.

Namun karena kurangnya pengetahuan dalam penelitian, kendala dalam pendanaan dan kendala-kendala lainnya, beberapa proposal penelitian yang lolos dana hibah FK-UNHAS 2014 kemudian mengalami hambatan. Oleh karena itu, kami kemudian sadar bahwa kami membutuhkan wadah yang lebih besar untuk menjadi fasilitas yang nantinya akan membantu dalam pengembangan penelitian ini.

Kemudian ditahun yang sama, timbullah gagasan untuk memberikan komunitas ini sebuah nama, dasar dan selanjutnya menghimpun lebih banyak anggota. Dan Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT, komunitas ini berkembang dengan nama Physiotherapi Youth Acquisition Research Club yang selanjutnya disingkat PYARC, dengan dasar berupa draft Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah tersusun guna menjalankan komunitas ini dengan baik.

PYARC sendiri telah menjalankan beberapa program kerja seperti ‘Open Recruitment’ dan program kerjasama dengan Medical Youth Research Club (MYRC) guna meningkatkan peluang Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin untuk meluluskan mahasiswanya ke PIMNAS 2016 yang diberi nama ‘FK-UH Goes to PIMNAS’, program ini seyogyanya dijalankan dengan menggabungkan mahasiswa prodi Pendidikan Dokter dan Fisioterapi dalam pembentukan tim-tim untuk maju ke PIMNAS yang diselenggarakan oleh DIKTI guna meningkatkan minat dan motivasi mahasiswa FK-UNHAS.

Kemudian berdasarkan AD-ART PYARC yang telah dirubah sedemikian rupa, surat rekomendasi Prodi Fisioterapi dan kemauan yang kuat untuk berkembang dan mengembangkan Prodi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin serta atas izin Allah SWT, Dimulai pengembangan komunitas ini menjadi sebuah UKM oleh 9 orang yang kemudian menjadi tim perintis.

Setelah berjalan beberapa lama timbul gagasan untuk meresmikan organisasi ini menjadi sebuah lembaga independen yang diberi nama Physiotherapy Scientific Forum yang selanjutnya disingkat PISIFORM.

Dengan diresmikannya organisasi ini, kami berharap semoga dapat bermanfaat besar bagi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, pendidikan dan masyarakat serta Fisioterapi Indonesia.

 …

Visi Dan Misi TBF Sternum

sternum

VISI DAN MISI TIM BANTUAN FISIOTERAPI (TBF) STERNUM

 Visi

Mewujudkan Tim Bantuan Fisioterapi STERNUM yang berintelektual dan aplikatif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia sesuai dengan kompetensi Fisioterapi

Misi

  1. Mengamalkan Tri Darma Perguruan tinggi.
  2. Membangun keterampilan dan kreatifitas anggota Fisioterapi STERNUM
  3. MembangunTim Bantuan Fisioterapi STERNUM yang siap dan sigap dalam memberikan bantuan pada masyarakat.
  4. Menunjukkan eksistensi Fisioterapi pada masyarakat.

Tujuan organisasi

  1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam bidang bantuan fisioterapi dalam penanggulangan, baik dalam keadaan darurat.Meningkatkan rasa simpati, empati terhadap masyarakat.
  2. Meningkatkan keterampilan Anggota Tim Bantuan Fisioterapi STERNUM untuk menunjang keahlian anggota.
  3. Meningkatkan rasa kepedulian solidaritas antara sesame keluarga Tim Bantuan Fisioterapi STERNUM dengan berkumpul bersama serta berbagi pengalaman.

 …

Sejarah Tim Bantuan Fisioterapi (TBF) Sternum

STERNUM merupakan sebuah lembaga yang berorientasi pada Bantuan Fisioterapi yang mengaplikasikan ilmu pengetahuan fisioterapi dalam bentuk praktek lapangan, untuk menangani korban dari segala bentuk bencana alam sesuai dengan kompetensi fisioterapi.Harapan Organisasi ini tetap teguh memegang prinsip-prinsip keilmuan dalam bidang fisioterapi dan etika kesehatan. Rancangan pembentukan organisasi ini berawal pada tahun 2011,tetapi tidak terealisasikan sesuai dengan konsep pembentukan lembaga, dikarenakan tidak efisiennya waktu di tahun 2011 untuk pembentukan lembaga ini. Antusias para perancang mahasiswa angkatan 2011 berinisiatif untuk menurunkan konsep atau rancangan pada mahasiswa angkatan 2013 dan 2014.

Pada tahun 2015 mahasiswa angkatan 2013 dan 2014 sebegai penerus pembentukan lembaga, terdiri dari 5 mahasiwa yakni Ahmad Akhyar, Muh. Sawqi Hasanuddin, Muh. Khaidir Pasry,  Icshan Pachruddin, dan Muhammad Fadhil H, selaku pendiri lembaga.yang kemudian menjadi tim perintis pada Tim Bantuan Fisioterapi yang bernama “STERNUM” . Kemudian pada tanggal 27 oktober 2015 diadakan Forum diskusi bersama senior dan alumni fisioterapi FK UNHAS untuk menganti nama TIM BANTUAN FISIOTERAPI “STERNUM” dan mendapatkan usulan sebuah nama organisasi yang diberi nama Tim Tanggap Fisioterapi.

tbf-sternum

Sehubungan dengan usulan tersebut maka kembali diadakan diskusi antara Tim Perintis untuk kembali mempertimbangkan usulan nama yang diberikan oleh senior. Dengan berbagai pertimbangan maka dari tim perintis menetapkan sebuah nama baru yang diberi nama STERNUM (Solidarity Team Rehabilitation Of Human).Pada tanggal 12 November 2015, tim perintis kembali mengadakan diskusi bersama Dewan Pembina Organisasi dan menghasilkan kesepakatan mengganti usulan nama sebelumnya karena nama tersebut dianggap memberikan efek yang mikro terhadap pengembangan dan kemajuan terhadap Fisioterapi. Setelah melalui beberapa pertimbangan maka hasil keputusan kembali menggunakan nama awal yaitu Tim Bantuan Fisioterapi (STERNUM) yang diharapkan sebagai titik acuan bagi pengembangan Fisioterapi di Indonesia. Adapun Filosofi dari nama STERNUM ialah tulang yang terletak ditengah dada dimana tulang rusuk bagian atas menyatu, melindungi organ vital seperti Jantung dan Paru-paru,  serta membantu untuk menstabilkan struktur tulang rusuk yang dimana Para pendiri menyimpulkan bahwa Tim Bantuan Fisioterapi STERNUM adalah sebuah lembaga yang melindungi dan membantu masyarakat yang diharapkan sebagai titik acuan bagi pengembangan Fisioterapi di Indonesia yang turun di bidang Fisioterapi Sport Dan Fisioterapi Disaster untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia sesuai dengan kompetensi Fisioterapi.

 

 …

Susunan Pengurus Himafisio 2016-2017

Susunan Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa Fisioterapi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Periode 2016-2017

Ketua Umum: Hurulaeni Khaerunnisa
Sekretaris Umum: Nurul Fadhillah
Bendahara Umum: Dewi Darwis

  1. Divisi Kesekretariatan
    Koordinator: Anita Rahayu
    Anggota: Nur Annisah Talib
    Mega Saputri
    Ratu Alhilwani
    Andi Suci Lestari H
    Ince Hartina
  2. Divisi Kaderisasi
    Koordinator: Rina Wahyuni D
    Anggota: Dian Ambarwaty Prasetyo
    Nihlah Rahmadhani
    Dwinda Aprilia N
    Nurul Audina
    Nurbudaya
  3. Divisi Pendidikan Dan Pengembangan Keilmuan
    Koordinator: Rismayanti
    Anggota: Arie Rizka Rosalina
    Ibtisam M. Al-Ihsan
    Uswatun Hasanah
    Hasnah
    Savira N Setyarini
  4. Divisi Kerohanian
    Koordinator: Maria Ulfha Ibrahim
    Anggota: Amatullah Afifah Halik
    Intan Apriati
    Suriani Meisi P Sudi
    Nur Azizah
    Chatrin Phany Pongsapan

Visi Dan Misi Himafisio FK-UH

lamban-hima

Visi

Himafisio FK-UH dibentuk untuk membantu merealisasikan tujuan Pendidikan Nasional dan mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Misi

  1. Membentuk mahasiswa Fisioterapi FK-UH untuk menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
  2. Membentuk mahasiswa Fisioterapi FK-UH yang bertanggung jawab kepada diri sendiri, masyarakat, bangsa dan
  3. Menanamkan rasa cinta terhadap almamater dan Himafisio FK-UH.
  4. Memperdalam dan meningkatkan sisi keilmuan, teknologi, dan keterampilan mahasiswa Fisioterapi FK-UH.
  5. Membimbing dan membina mahasiswa Fisioterapi FK-UH guna mempersiapkan diri melaksanakan fungsi dan perannya sebagai fisioterapis yang profesional.
  6. Mempererat persaudaraan dan memupuk kerja sama di antara mahasiswa Fisioterapi FK-UH dan seluruh civitas akademika Universitas

 …

Sejarah Terbentuknya Himafisio FK-UH

Organisasi dibutuhkan untuk menyatukan berbagai macam orang yang mempunyai visi dan misi yang sama. Karena ingin membangun sebuah organisasi yang dapat menyatukan seluruh warga civitas fisioterapi unhas itulah maka pada tanggal 11 April 2009 Himpunan Mahasiswa Fisioterapi didirikan. Setelah melalui proses dan perdebatan yang panjang akhirnya Himafisio dapat terbentuk dengan dipimpin oleh Asdar Fajrin untuk 2 tahun kepengurusan antara 2009-2011. Dalam pembentukan Himafisio ini juga dibentuk sekelompok Dewan Penasehat Organisasi yang akan membimbing para pengurus harian dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.

untitled

Pada hari itu juga dirumuskan sejumlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang akan menjadi pedoman selama kepengurusan Himafisio ini. Hari yang bersejarah ini penting untuk diingat karena dengan terbentuknya Himafisio ini maka pintu bagi mahasiswa Fisioterapi yang ingin menjadi bagian dari BEM Fakultas Kedokteran semakin terbuka lebar. Dengan terbentuknya Himpunan ini diharapkan antara sesama mahasiswa Fisioterapi Fakultas Kedokteran Unhas dapat mempererat tali persaudaraan dan memperkuat semangat untuk terus bekerjja sama membangun Jurusan Fisioterapi di masa depan. Ini nih, foto-foto mereka yang pertama mengukir sejarah dalam kepengurusan Himpunan ini.

 

 …

Workshop Penyusunan Modul CSL 2016

workshop-penyusunan-modul-csl-2016-2

Modul Clinical Skill Laboratory (CSL) merupakan suatu unsur paling penting dalam proses melaksanakan praktek suatu matakuliah di Prodi Fisioterapi Unhas. Modul CSL dipakai sebagai pedoman yang dapat menuntun dan menilai kemampuan mahasiswa untuk melakukan suatu praktikum. Selain itu, modul CSL sangat membantu para fasilitator praktisi dalam menguraikan langkah-langkah dalam suatu praktek yang dibawakan dalam satu pertemuan.

workshop-penyusunan-modul-csl-2016-1

Program studi Fisioterapi Unhas melalui Program Peningkatan Kapasitas Program Studi (PPKPS) yang didanai oleh BOPTN tahun 2016 telah menyelenggarakan Workshop Penyusunan Modul CSL. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Town, Makassar pada tanggal 21-22 Oktober 2016 yang diikuti sekitar 35 orang dosen fisioterapi, baik dari golongan dosen tetap maupun dosen luar biasa. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pentingnya modul CSL guna kelancaran proses tutorial dan praktek dan meningkatkan kemampuan staff pendidik fisioterapi dalam membuat modul CSL yang berkualitas. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar delapan puluh modul CSL di Fisioterapi Unhas.

workshop-penyusunan-modul-csl-2016-6

Workshop Publikasi Ilmiah Fisioterapi Unhas 2016

20161105_090611

Publikasi ilmiah merupakan suatu unsur paling penting dalam memantau kualitas penelitian seorang dosen dalam mengajar di suatu perguruan tinggi. Publikasi ilmiah merupakan suatu proses yang telah melalui kegiatan penyusunan proposal, proses penelitian, pelaporan hasil, hingga pembuatan artikel atau jurnal. Selain itu, publikasi ilmiah bermanfaat sebagai pemberi informasi terkini dan terbarukan tentang suatu topik penelitian.

20161105_090803

 

Membuat karya ilmiah atau jurnal merupakan salah satu bagian dari tugas dosen yang berkecimpung di dunia penelitian untuk mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Pembuatan suatu artikel ilmiah membutuhkan sejumlah langkah, seperti perancangan abstrak, latar belakang, tujuan dan manfaat, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan implikasi penelitian, serta waktu yang perlu digunakan secara efektif dan efisien. Lebih lanjut, publikasi ilmiah membutuhkan suatu situs resmi secara internasional yang dapat menunjang kualitas suatu jurnal yang telah disusun lalu dievaluasi oleh reviewer yang ahli dalam bidang penelitian tertentu.

20161105_091021

Program studi Fisioterapi Unhas melalui Program Peningkatan Kapasitas Program Studi (PPKPS) yang didanai oleh BOPTN tahun 2016 telah menyelenggarakan Workshop Publikasi Ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Remcy Makassar pada tanggal 5 November 2016 yang diikuti sekitar 40 orang dosen fisioterapi, baik dari golongan dosen tetap maupun dosen luar biasa. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penting suatu publikasi hasil penelitian guna kelancaran menunjang kualitas seorang dosen sebagai peneliti.…

Workshop Pembuatan Bahan Ajar Fisioterapi Unhas 2016

workshop-pembuatan-bahan-ajar-1

Bahan ajar merupakan suatu unsur paling penting dalam proses belajar-mengajar di suatu perguruan tinggi. Bahan ajar adalah pedoman yang dapat menuntun kegiatan mahasiswa selama berlangsungnya suatu topik perkuliahan. Melalui bahan ajar diharapkan kinerja mahasiswa dapat lebih efektif dan efisien dalam memahami suatu materi perkuliahan. Selain itu, bahan ajar sangat membantu para dosen dalam menguraikan intisari dalam suatu materi yang dibawakan dalam satu pertemuan.

Menulis bahan ajar adalah bagian dari tugas dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (Student Centre Learning) yang sedang gencar diterapkan di Unhas sejak 2008 yang lalu dan terus hingga sekarang, membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap aktivitas perkuliahan.

Program studi Fisioterapi Unhas melalui Program Peningkatan Kapasitas Program Studi (PPKPS) yang didanai oleh BOPTN tahun 2016 telah menyelenggarakan Workshop Pembuatan Bahan Ajar. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Remcy Makassar pada tanggal 24-25 September 2016 yang diikuti sekitar 40 orang dosen fisioterapi, baik dari golongan dosen tetap maupun dosen luar biasa. Adapun tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman penting bahan ajar guna kelancaran proses perkuliahan dan meningkatkan kemampuan staff pendidik fisioterapi dalam membuat bahan ajar yang berkualitas sesuai standar LKPP Unhas. Dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar seratus bahan ajar dari sembilan mata kuliah pokok di Fisioterapi Unhas, antara lain:

  1. Mata Kuliah Proses dan Pengukuran Fisioterapi.
  2. Mata Kuliah Terapi Latihan dan Manipulasi.
  3. Mata Kuliah Elektro Fisika dan Sumber Fisis.
  4. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Muskuloskeletal dan Bedah.
  5. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Neuropsikiatri.
  6. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Kardiovaskulopulmonal.
  7. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Pediatri dan Tumbuh Kembang.
  8. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Olahraga dan Kebugaran.
  9. Mata Kuliah Manajemen Fisioterapi Keswan dan Integumen.

Oleh: Adi

Semarak World Physical Therapy Day Di Lapangan Hasanuddin

semarak-world-physical-1

World Physical Therapy Day (WPTD) yang diperingati pada tanggal 8 September setiap tahunnya merupakan suatu kesempatan bagi seluruh Fisioterapis dari berbagai belahan dunia untuk memperingati tentang pentingnya kontribusi profesi dalam memberikan perlindungan kesehatan, gerakan, dan kemandirian fungsi gerak bagi masyarakat.

WPTD mulai dicanangkan tahun 1996 oleh World Confederation for Physical Therapy (WCPT) yang telah didirikan sejak tahun 1951 pada tanggal yang sama. Lingkup tema WPTD tahun ini adalah “Movement for Health” (Gerakan untuk Kesehatan) dimana telah memberi pesan “Add Life to Years” sebagai suatu sorotan tentang pentingnya peranan Fisioterapis dalam meningkatkan angka kehidupan dan memelihara kesehatan selama bertahun-tahun.

Fisioterapi Unhas sebagai salah satu pihak penyelenggara bersama dengan IFI Cabang Makassar, ikut berperan serta dalam beberapa agenda perayaan WPTD, seperti kegiatan assessment on the street dan senam jantung sehat. Kegiatan tersebut bertempat di Car Free Day Lapangan Hasanuddin, Jalan Jend. Sudirman, Makassar pada hari Minggu, 18 September 2016. Kegiatan yang melibatkan sekitar seribu peserta ini dibuka oleh Wakil Walikota Makassar, DR. Syamsu Rizal, Mi., S.Sos., M.Si. Deng Ical sapaan akrab wakil walikota tersebut juga turut mengikuti senam jantung sehat dalam rangka memperingati Hari Fisioterapi Dunia. “Hari ini kita menunjukkan suatu semangat untuk berkontribusi terhadap Kota Makassar melalui sebuah gerakan jantung sehat”, ujar Deng Ical.

Oleh: Adi

Program Studi Fisioterapi © 2015 Frontier Theme