Image

Sejarah Singkat Obgyn UNHAS

Dr. Hj. Sri Adriati Tadjuddin Chalid, SpOG dan Terbentuknya bagian Obsetri dn Ginekologi Fakultas Kedokteran Unhas.  Lahir di Makale, 6 September 1931 Lulus dari Fakultas Kedokteran UI Jakarta tanggal 5 Agustus 1959.  SAYA mulai bekerja sebagai dokter, wajib kerja sarjana, mulai 1 November 1959, dikirim ke Makassar, waktu itu karena terlahir di Makale, makanya dianggap orang Sulsel, padahal saya Cuma “numpang lahir” di Makale, Tana Toraja.  Mulai bekerja diperbantukan di Kesehatan Angkatan Darat/ RS Pelamonia, di bagian Kebidanan, membantu Prof. Makalew.

Situasi Makassar sewaktu saya tiba masih kacau dan mencekam, masih zaman gerombolan Darul Islam.  Waktu itu saya belum menikah, dan sama sekali tidak ada keluarga di sini, tetapi karena ini tugas, dihadapi saja.

Prof Makalew
Setelah mengabdi 4 tahun, rencananya saya kembali ke Jawa, waktu itu tahun 1963, tetapi ditahan oleh Prof. Makalew dan diajak untuk membantu beliau membangun Bagian Kebidanan FK Unhas.  Mulailah saya membantu Prof mengajar kebidanan padamahasiswa tingkat III Fakultas Kedokteran Unhas pada`tahun 1963 (jadi kalau dihitung – hitung saya sampai sekarang masih mengajar mahasiswa sudah 42 tahun).  Waktu itu kegiatan pendidikandi RS mulai di RS Pelamonia, kemudian Akademis, belakangan baru RSU Dadi dan Labuang Baji.

Saya selesai sebagai lulusan pertama spesialis obgin di FK Unhas bulan Juni 1967.  Saya sempat menajdi direktur RSU Dadi selama 14 tahun, dan RSU Dadi berusaha membantu pendidikan dokter sebagai lahan pendidikan, fasilitas, dulu ada namanya referral, jadi tim kita yang rutin operasi ke daerah, sekarang sistem sudah baik dan tenaga sudah banyak.

Pada awalnya, RSU Dadi belum ada bagian Kebidanan, saya mencoba merintis dengan meminjam alat-alat dari bagian Bedah, sehingga RSU dadi saat itu dapat membuka bagian Kebidanan.

Bagaiman ko-as waktu dahulu ? Awalnya, satu bagian, yang ko-as hanya satu orang, tenaga bidan terbatas, juga fasilitas, setiap persalinan yang ditolong ko-as harus saya dampingi, sehingga saya lebih banyak di kamar bersalin daripada di rumah (waktu itu belum menikah).  Jumlah asisten? Waktu itu saya sendiri.  Beberapa tahun kemudian baru masuk Prof Agus, dr.Abdul Rauf.  Menyusul dr. S. Jubhari, dr. Abadi, dan dr. Juul Manuputty.

Fasilitas saat itu sangat terbatas, ekonomi masyarakat juga sangat susah.  Contohnya saja betapa susahnya mencari darah saat itu.

Prof agus
Walaupun dengan fasilitas dan tenaga terbatas, tetapi yang membanggakan adalah semangat kerja, kedisiplinan, kerjasama, kebersamaan dan kekeluargaan antar mahasiswa/ ko-as denganasisten saat itu sangat baik, pelayanan kesehatan dan pendidikan bisa berlangsung, dan hasilnya bisa kita lihat sekarang, mereka-mereka sudah jadi “orang” sudah jadi profesor, doktor, jadi kepala instansi dsb, semua out membuat saya merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT.  Dan saya senang dan bersyukur masih bisa tetap mengajar di bagian Obgin FK Unhas sampai sekarang.

Harapan saya untuk bagian Obgin FK Unhas, kita dan anda semua para pendidik agar terus mengembangkan bagian ini, dengan teknologi yang terkini, tetapi jangan lupa membangun nurani anak didik kia.  Jangan sampai kepala mereka penuh hanya dijejali teori, teknologi, tetapi nurani mereka tidak diperkaya dengan etika dan nilai – nilai kedokteran.

Dahulu, bagian ini kita besarkan bersama dan mari kita bangun bersama, karena tugas ini bukan hanya tanggung jawab mereka di Bagian Obgin Makassar, tetapi juga para alumni, untuk terus membawa nama baik dan mengangkat citra alamamater kita dimanapun mereka  bertugas.  Semoga Bagian Obgin FK-UNHAS bisa terus memberi arti dalam pembangunan bangsa kita

Check Also

Tracer Studi Alumni Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran UNHAS

Memuat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *