Medical Students

Pendidikan Dokter Umum (Clerkship)

Standar kompetensi dokter Indonesia (SKDI) menuntut keterampilan Orthopedi dikuasai oleh seorang dokter umum. Mengacu ke SKDI, keterampilan Orthopedi diberi point 4 (tertinggi) yang berarti seorang Dokter Umum harus mengetahui dan mampu melakukan penegakan diagnosis hingga melakukan penanganan yang tepat.

Trauma sistem muskuloskeletal ditemukan lebih  85 % dari trauma - kecelakaan lalu lintas, olah raga, jatuh, bencana alam dll - yang bila tidak ditangani secara tepat dapat berakibat : 

 

  • Membahayakan nyawa
  • membahayakan anggota gerak
  • Cacat permanen

Angka kejadian kasus-kasus Orthopedi non trauma (degeneratif, infeksi, inflamasi, kongenital, dll) juga semakin meningkat, sehingga Doktyer Umum memerlukan keterampilan untuk mendiagnosis dan melakukan pengangan yang tepat. 

Mahasiswa akan belajar langsung ke pasien bagaimana melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik pada kelainan sistem muskuloskeletal. Belajar bagaimana mengembangkan diagnostik dan rencana pengobatan baik konservatif maupun operatif/khususnya kasus-kasus Emergency di bidang Orthopedi.

 Tujuan kepaniteraan di Orthopedi

  1.  Mahasiswa akan belajar mengenai “Basic Orthopaedic Radiology”
  2. Mahasiswa akan mengenal kasus-kasus kelainan sistem muskuloskeletal
  3. Mahasiswa akan mendapat pengetahuan dasar mengenai penanganan fraktur dan kelainan sistem muskuloskeletal terutama pada penggunaan gips dan traksi

 Kegiatan kepaniteraan Orthopedi

  1.  Mahasiswa bekerja sama dan membantu  residen dibawah pengawasan Konsulen Orthopedi
  2. Mengikuti kegiatan di bangsal  Orthopedi: merawat pasien, mengikuti visite dengan konsulen dan residen
  3. Mengikuti kegiatan ilmiah Orthopedi : kuliah, presentasi kasus , dan konferensi
  4. Mengikuti kegiatan di Bangsal ortopedi
  5. Mengikuti kegiatan di Poliklinik Orthopedi
  6. Mengikuti kegiatan di Instalasi Gawat Darurat
  7. Mengikuti kegiatan di Kamar Operasi