Sejarah singkat

Sejarah Singkat Pendidikan DokterSpesialisPatologi Anatomik di Indonesia
Pendidikan dokter spesialis Patologi Anatomik telah lama dilaksanakan di Indonesia bersama-sama pendidikan dokter spesialis klinik yang lain. Pada waktu itu program pendidikannya masih berupa magang pada seorang Guru Besar dan bersifat perseorangan. Pada tahun 1960 an Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomik dilaksanakan oleh Bagian dan diketuai oleh Kepala Bagian, sedangkan kurikulumnya ditentukan oleh Bagian masing-masing. Sejak tahun 1970-an kurikulum pendidikan yang semula dilaksanakan oleh Bagian, diupayakan untuk disempurnakan dan diseragamkan oleh organisasi profesi dokter spesialis Patologi Anatomik, yang merupakan pemersatu para dokter spesialis dengan bidang spesialisasi yang sama.
Pada tahun 1978 guna memenuhi kebutuhan Departemen Kesehatan dan dalam upaya meningkatkan kelas Rumah Sakit Daerah Tingkat I dan II, ternyata jumlah dokter spesialis yang dihasilkan oleh Pusat Pendidkan yang ada waktu itu masih dirasakan sangat kurang. Oleh karena itu Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Dalam Negeri membuat keputusan bersama yang mengatur pengadaan dan penyebaran dokter spesialis di Indonesia, dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.024/DJ/Kep/1979 Pendidikan Dokter Spesialis yang sebelumnya masih ditangani Organisasi Profesi menjadi tanggung jawab Depdikbud. Selama 1979-1980 tersebut diselenggarakan rapat-rapat gabungan antara para Dekan Fakultas Kedokteran Negeri, Dirjen DIKTI, Sekjen Depkes, Direktur Rumah Sakit dan Konsorsium Ilmu Kesehatan untuk mengkonsolidasikan pendidikan dokter spesialis.
Pada tahun 1980 Konsorsium Ilmu Kesehatan melakukan visitasi ke semua Fakultas Kedokteran Negeri di seluruh Indonesia, untuk menilai kemampuan masing-masing Fakultas Kedokteran dalam menyelenggarakan program Pendidikan Dokter Spesialis. Berdasarkan hasil visitasi tersebut, diterbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.079/U/1980 yang menetapkan 7(tujuh) Fakultas Kedokteran Negeri, yaitu Fakultas Kedokteran UniversitasSumatera Utara, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin sebagai tempat Pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomik. Kemudian dalam perkembangan berikutnya menyusul Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebagai tempat pendidikan Dokter Spesialis Patologi Anatomik. Diharapkan menyusul Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulanggi
Sejak terbentuknya, Kolegium Patologi Indonesia telah melakukan inovasi pendidikan untuk memenuhi kebutuhan yang diamanatkan oleh Depkes RI berupa pengembangan jenjang pendidikan I dan II, dan selalu mengevaluasi kurikulum,sistem ujian nasional, pengembangan materi pendidikan disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai tindak lanjut pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tahun 2009 Konsil Kedokteran Indonesia(KKI) telah merekomendasikan sistem pembelajaran Program Pendidikan Spesialis berbasis modul untuk tiap-tiap program studi berdasarkan masukan dari masing-masing Kolegium, untuk dilaksanakan tahap demi tahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagian Patologi Anatomi © 2015 Frontier Theme