2015

PENGABDIAN MASYARAKAT DEPARTEMEN PSIKIATRI FK UNHAS

“DETEKSI DINI DAN PENANGANAN GANGGUAN JIWA DI MASYARAKAT / PSIKIATRI KOMUNITAS KABUPATEN BULUKUMBA”

TAHUN 2015

 

Kegiatan pengabdian masyarakat  Bagian Psikiatri FK Unhas tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 28-29  November 2015, kegiatan ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

  1. Penyuluhan baggi masyarakat awam tentang berbagai aspek gangguan jiwa dan deteksi dini sekaligus melakukan home visit ke rumah yang terdapat pemasungan
  2. Penyegaran bagi petugas kesehatan puskesmas tentang aspek penanganan gangguan jiwa di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
  3. Penyuluhan bagi siswa SMP kelas 9 dan SMA tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA, free sex dan HIV/AIDS, serta penyalahgunaan media internet.

Lokasi kegiatan diselenggarakan di tiga tempat yaitu Puskesmas Ujung Loe, SMA Negeri 1 Bulukumba.

Tujuan kegiatan ini antara lain :

  1. Berpartisipasi dalam menyukseskan program nasional “Indonesia Bebas Pasung 2015”
  2. Pelaksanaan pengabdian masyarakat RSUP dr.Wahidin Sudirohusodo
  3. Pelaksanaan university social responsibility (USR) dan Tridarma perguruan tinggi, utamanya bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.
  4. Pelaksanaan program kerja tahunan bersama Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNHAS dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Jiwa, khususnya Psikiatri Komunitas FK UNHAS.

Kegiatan ini dilangsungkan secara simultan di tiga lokasi dengan target dan sasaran yang variatif. Di Puskesmas Ujung Loe dilakukan penyuluhan tentang gangguan jiwa pada masyarakat, penyuluhan bagi dokter umum yang bertugas di pelayanan primer, penanganan lanjut (follow up) post rawat inap di Fasilitas Kesehatan ingkat Lanjut dan brain stroming  tentang kasus gangguan jiwa yang dihadapi. Peserta yang menghadiri penyuluhan di Puskesmas sebanayk 48 orang dan mendapat tanggapan positif dari pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas dan masyarakat setempat. Setelah penyuluhan, dilakukan pula home visit  kepada pasien yang dipasung untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya peengobatan bagi orang dengan gangguan jiwa. Kegiatan di SMP dihadiri oleh 568 siswa dan di SMA sebanyak 873 siswa. Semua pihak sangat antusias menyambut kegiatan ini.