OPHTHALMOLOGY SPECIALIST PROGRAM

Sejarah Program Studi

Sejarah perkembangan program studi ilmu kesehatan mata Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, tidak dapat dipisahkan dengan sejarah berdirinya Departemen ilmu kesehatan mata Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. bagian ilmu kesehatan mata beriringan dengan perkembangan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, yang diresmikan pada tahun 1956. Pada saat awal berdirinya, ilmu penyakit mata merupakan satu bagian dengan ilmu penyakit THT (telinga, hidung dan tenggrorokan), dan dibidani oleh Prof. DR Med. S.J. Warouw, seorang ahli mata lulusan salah satu universitas di Belanda. Struktur seperti itu diterapkan di Fakultas Kedokteran UNHAS, selain karena masih kurangnya tenaga pendidik pada bagian mata dan THT, juga mengadopsi struktur bagian yang berlaku di pusat-pusat pendidikan kedokteran di Eropa saat itu. Kegiatan pelayanan penyakit mata dipusatkan di Balai Pengobatan Mata Pattunuang, yang berlokasi di Jalan G. Lompobattang.

Pada tahun 1960, bagian mata berpisah dengan bagian THT, dengan kepala bagian tetap dijabat oleh Prof.DR Med. S.J. Warouw. Pada tahun 1966, Prof. Warouw menerima dr.Simon Sarungu, dr.Umar, dr.H.H.B.Mailangkay dan dr.Zainal Arifin untuk dididik menjadi spesialis mata, dan selanjutnya pada tahun 1968 menerima dr.Rukiah Syawal. Proses pendidikan pada saat tersebut, dibina langsung oleh  Prof.Dr. Med. S.J. Warouw. Di akhir masa pendidikan dokter spesialis, peserta program diwajibkan mengikuti “finishing touch” untuk mempermahir keterampilan di Universitas Arilangga (Surabaya), Universitas Padjadjaran (Bandung), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta) dan Universitas Indonesia (Jakarta).

Pada tahun 1976, DR.dr.H.H.B. Mailangkay kembali ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikan doctor di salah satu universitas di Belanda. Tahun 1978, beliau dipercayakan untuk menjadi Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran, UNHAS. Pada saat itulah, sistem pendidikan dibenahi termasuk pengembangan teknik-teknik operasi, dan perubahan struktur organisasi dengan mengangkat dr. St. Rukiah Syawal menjadi sekretaris sekaligus sebagai Koordinator Program Study (KPS). Pusat pelayanan dan pendidikan juga dipindahkan dari Balai Pengobatan Mata Pattunuang ke Rumah Sakit Pelamonia. Pada tahun 1980, kegiatan pelayanan dan pendidikan dipusatkan di Rumah Sakit Umum Dadi, sebagai Rumah Sakit Umum Daerah yang terbesar dan terlengkap di Sulawesi Selatan saat itu.

Pada tahun 1986, jabatan Kepala Bagian dipegang oleh Prof. dr. Umar, Sp.M.(K) dengan sekertaris dan KPS tetap dijabat oleh dr. St. Rukiah Syawal, Sp.M. Pada masa jabatan tersebut, beberapa peristiwa penting terjadi, yaitu pada tahun 1987 berpindahnya kegiatan perkuliahan mahasiswa UNHAS dari kampus Baraya ke kampus baru Tamalanrea, dan disusul dengan peresmian dan pemakaian RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur.

Pada tahun 1998, Prof. Dr. dr. St. Rukiah Syawal, Sp.M(K) menahkodai Bagian Ilmu Penyakit Mata, sekretaris dijabat oleh dr. Noro Waspodo, Sp.M., dan KPS oleh dr. Habibah Setyawati Muhiddin, Sp.M. Pada masa ini, teknik-teknik pemeriksaan dan teknik operasi berkembang dengan pesat. Ditandai dengan transisi teknik operasi katarak dari Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE) ke teknik Phacoemulsification. Pada masa ini pula, beberapa staf muda dikirim ke pusat-pusat pendidikan di Jawa untuk mengikuti program fellowship dalam rangka mempermahir keterampilan. Demikianlah sejarah singkat Program Studi ilmu Kesehatan Mata sampai sekarang.

 

Visi

Terdepan di Indonesia dan berdaya saing Asia dalam bidang oftalmologi.

 

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis mata yang bermutu, berkarakter, dan berbasis riset/ evidence based dalam rumah sakit yang sesuai standar akreditasi nasional dan internasion
  2. Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia dan fasilitas divisi di PS IK MATA FK UNHAS sehingga dapat menjadikan Institusi pendidikan spesialis Mata FK UNHAS terkemuka dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi di Indonesia
  3. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan terus menerus (Continuing Program Development) baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional serta menyelenggarakan penelitian IPTEK kedokteran Mata yang berbasis klinis maupun komunitas/ masyarakat sehingga mampu mengatasi masalah kesehatan mata.
  4. Meningkatkan pelayanan kesehatan mata secara profesional, efisien, dan memiliki landasan moral serta etika yang tinggi serta berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah baik lokal maupun nasional dalam upaya menurunkan kebutaan di Indonesia.
  5. Mengupayakan pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur serta memperluas jaringan dan kerjasama dengan institusi pemerintah dan swasta baik di dalam maupun luar neger