Sejarah

Pembentukan bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran UNHAS ini diawali dengan terbentuknya Sub-Bagian Kardiologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK-UNHAS pada tahun 1975 yang diketuai oleh Prof.dr. Junus Alkatiri SpPD.

Kemajuan-kemajuan yang dilaksanakan oleh pemerintah baik di bidang industri, sosial ekonomi maupun kesehatan telah mengubah pola penyakit dimana penyakit-penyakit infeksi yang tadinya menempati urutan teratas diganti posisinya oleh penyakit kardiovaskular, degeneratif dan kanker. Umur harapan hidup rata-rata bangsa Indonesia juga ikut meningkat.

Melihat jumlah penderita penyakit jantung yang semakin meningkat, kawasan timur Indonesia dengan daerah yang cukup luas tentu membutuhkan banyak dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Padahal di Indonesia, pusat pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah awalnya hanya ada dua yaitu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, maka timbul rencana pembentukan program-program studi pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di berbagai sentra pendidikan termasuk di Fakultas Kedokteran UNHAS. Sejalan dengan itu maka perlu pembentukan bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular di Fakultas Kedokteran UNHAS.

Dalam usaha pembentukan Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran UNHAS tersebut, Prof. Dr. Junus Alkatiri SpPD, SpJP sebagai Kepala Sub-Bagian Kardiologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNHAS bersama-sama dengan ketua SMF Kardiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo telah melakukan pendekatan-pendekatan dan rapat terbuka dengan staf senior Bagian Ilmu Penyakit Dalam untuk hal tersebut diatas. Pada tgl. 12-Agustus-1996, Prof. Junus Alkatiri SpPD, SpJP (kepala Sub-Bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam) menyurat kepada PP PERKI untuk membentuk Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran UNHAS. Hal ini mendapat sambutan baik dari PP PERKI (Surat No. 229/PP/X/96 tertanggal: 4-Sep-1996) untuk maksud tersebut.

Informasi ini diteruskan ke Ketua Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UNHAS tentang pendidikan Dokter spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan surat ke Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS oleh Ketua Bagian Ilmu Penyakit Dalam dengan melampirkan proposal Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran UNHAS.

Setelah melalui pembicaraan dengan bagian Kardiologi FK-UNAIR Kemudian Dekan meneruskan surat tertanggal 9-Februari 1998 No. 0112/J04.7/PP.17/1998 perihal Bapak angkat pendidikan PPDS ke Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan mendapat tanggapan positif dari Prof. DR.Dr. H. Askandar Tjokroprawiro bahwa pada prinsipnya menyetujui dengan beberapa catatan : tidak menyimpang dari ketentuan hasil pertemuan para dekan-dekan Fakultas pada tahun 1991 dan sesuai catalog PERKI.

Selanjutnya Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS mengirim surat tertanggal 22 Juli 1998 No. 0774/J04.7/PP/17/1998 tentang permohonan proposal pendidikan tersebut kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Konsorsium Ilmu Kesehatan dan tembusan kepada instansi terkait. Tidak lama kemudian muncul tanggapan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Konsorsium Ilmu Kesehatan tanggal 29 Juli 1998 menyetujui kerjasama antara FK-UnHas dan FK-Unair sebagai bapak angkat, dimana kegiatan pendidikan Kardiologi cukup dengan antar fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran Unair dan Fakultas Kedokteran UNHAS. Juga surat dari Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR tanggal 24 Agustus 1998 (No.1235/J03.1.1/PP.6/1998) bahwa pada dasarnya mereka tidak keberatan untuk membantu program pendidikan tersebut asal sesuai dengan prosedur pengajuan dengan ketentuan Dikti-CHS/kesepakatan Dekan Fakultas Kedokteran Negeri se-Indonesia 1991 dan katalog PERKI.

Setelah itu dilakukan peninjauan oleh staf Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unair Surabaya, maka KPS Kardiologi Fakultas Kedokteran Unair dengan surat tertanggal 27 Januari 2000 (No. 175/PP/I/17/IPJ/I/2000) menetapkan Sub-Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unhas sebagai tempat pendidikan pendahuluan bagi calon Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh darah, dengan Bapak angkat Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unair. Untuk itu telah mengirimkan peserta anak didik untuk pendidikan Kardiologi pendahuluan Sub-Bagian Kardiologi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unhas, lama pendidikan 4 semester.

Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, maka perlu pembentukan Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unhas. Melalui rapat senior Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unhas , kemudian oleh Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam menindak lanjuti dengan pengusulan ke Dekan untuk dilanjutkan pada tingkat atas. Kemudian pada tingkat Dekan telah melakukan rapat senat Fakultas Kedokteran Unhas pada tanggal 27 Februari 2001 dan disetujui untuk diusulkan Sub-Bagian Kardiologi dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unhas ditingkatkan menjadi Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unhas.

Pada tgl. 28-Juni-2001menerima SK Rektor Unhas tentang pembentukan bagian Kardiologi FK-UnHas. Status berubah dari Sub-bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam menjadi Bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unhas.

Dalam perjalanan selanjutnya yaitu pada tahun 2005, Prof. dr. Junus Alkatiri, SpPD, SpJP (K) selaku ketua bagian Kardiologi dan kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unhas menyusun Proporsal Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unhas menuju menjadi Pusat Pendidikan Penuh bagi kardiolog-kardiolog di wilayah timur Indonesia. Hal ini mendapat dukungan kuat dari Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof. DR. Dr. H. Idrus Paturusi, SpB, SpBO, Ketua Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedikteran Unhas Prof. Dr. A. Rifai Amirudin, SpPD-KGEH, Ketua TK-Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Dr. Farid Nurmantu, SpBA, Direktur Utama RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Dr. H. Nurdin Perdana, SKM, Kepala Dinas Departemen Kesehatan Republik Indonesia Propinsi Sulawesi Selatan Dr. H. Muh Akib Kamaluddin dan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia wilayah Sulawesi Selatan Dr. Farid Husain SpB (K).

Setelah melewati lobby-lobby khusus dengan berbagai pihak, pada tgl. 2-Juni-2008 di Surabaya dideklarasikan MOU antara Fakultas Kedokteran Unair –RSU Dr Soetomo Surabaya dengan Fakultas kedokteran Unhas- RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo tentang Pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis Imlu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Tujuan kerja sama ini adalah membina bagian Kardiologi Fakultas Kedokteran Unhas untuk menjadi tempat pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah.

Pada tanggal 13 oktober 2008, Ketua Departemen – SMF Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unair Prof. DR.Dr. R. Moh. Yogiarto SpJP (K), dan Ketua Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Unair Dr. Muh. Aminuddin SpJP (K) menyurat kepada Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (No. 466/J03.1.17/IPJ-BKII/X/2008) menyampaikan bahwa Departemen Kediologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unhas Makassar telah memenuhi persyaratan dan merekomendasi untuk menjadi pusat Kategori I / Mandiri.

Pada tanggal 13 Oktober 2008 Ketua Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Prof. Dr. H. Harmani Kalim MPH, SpJP (K) menyurat ke Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia di Jakarta untuk data melakukan visitasi Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unhas.

Pada tgl. 23-25 Oktober 2008, Tim Visitasi yang terdiri dari Prof. DR. Dr. Biran Affandi, SpOG (K) sebagai Ketua, Prof. Dr. Harmani Kalim MPH, SpJP (K) dan Prof. DR. Dr. Dede Kusumana, SpJP (K) sebagai anggota melakukan visitasi di Bagian Kardiologoi dan Kedokteran Vaskular Fakultas KedokteranUnhas, dan menetapkan Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakutas Kedokteran Unhas sebagai pusat pendidikan mandiri. Hasil visitasi telah dilaporkan kepada Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia dan Ketua komisi Akreditasi MKKI serta instansi terkait.

Pada tanggal 9 Februari 2009, Direktur Jenderal Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyurat kepada Rektor Universitas Hasanuddin (No. 153/D/T/2009) menetapkan memberi izin penyelenggaraan Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh darah jenjang program Spesialis 1 (Sp1) pada Universitas Hasanuddin.

Pada tahun 2009 Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Unhas mulai menerima PPDS baru. Prof. Dr. dr. Ali Aspar Mappahya SpPD, SpJP memangku jabatan kepala bagian mulai pada pertengahan tahun 2007, dengan membawahi 11 subdivisi