Air merupakan kebutuhan hidup setiap orang. Setiap hari manusia disarankan untuk mengonsumsi air setidaknya 2 liter. Tapi kalian tahu tidak, ada loh orang yang alergi sama air. Mau tau lebih lanjut? Simak penjelasan berikut!

Alergi pada air atau Aquagenic Urticaria (AU) merupakan suatu bentuk urtikaria yang terjadi akibat paparan air pada kulit, termasuk keringat dan air mata. Pedoman terbaru dari World Allergy Organization tentang urtikaria sekarang mengklasifikasikan AU sebagai jenis urtikaria kronis yang dapat diinduksi. Kondisi ini dan urtikaria fisik lain sebelumnya dikelompokkan bersama karena sifatnya yang dapat diinduksi oleh rangsangan fisik tertentu. Di antara kasus terbatas yang dilaporkan dalam literatur, tampaknya prevalensi AU yang tinggi di antara wanita dengan onset penyakit biasanya terjadi selama masa pubertas atau pascapubertas. Namun, ada laporan bahwa penyakit dapat timbul pada masa kanak-kanak. Meskipun sebagian besar kasus tampaknya bersifat sporadis, ada beberapa laporan kasus menyatakan bahwa penyakit ini adalah penyakit keluarga.

Pasien dengan AU akan dengan bintik folikulosentris 1-3 mm dan erythematous flare sekitar 1-3 cm dalam 20-30 menit setelah kulit kontak dengan air. Pasien juga dapat mengalami gejala lain seperti pruritus, rasa terbakar, dan sensasi tusukan yang tidak nyaman. Lesi urtikaria biasanya akan sembuh dalam 30-60 menit setelah kontak air dengan kulit berhenti. Lesi paling sering muncul di badan dan lengan atas, biasanya di telapak tangan dan telapak kaki. Area yang terkena biasanya tahan terhadap rangsangan berulang selama beberapa jam. Pasien juda dapat mengalami gejala sistemik seperti mengi atau sesak napas meskipun jarang.

Mekanisme terjadinya AU sebenarnya masih belum jelas. Terlepas dari itu, mekanisme histamin-independen diduga berkaitan dengan proses terjadinya penyakit berdasarkan pengamatan bahwa pra-perawatan dengan skopolamin (antagonis asetilkolin) sebelum kontak dengan air dapat menekan pembentukan ruam. Kurangnya patogenesis yang mendasari menyebabkan sulitnya menentukan perawatan tepat untuk pasien yang terkena.

Antihistamin generasi kedua adalah terapi lini pertama, dengan dosis yang dapat ditingkatkan hingga empat kali lipat. Cetirizine adalah antagonis reseptor H1 selektif yang dikenal dapat mengurangi pembentukan ruam dan memodulasi kaskade inflamasi melalui beberapa jalur. Pelembab topikal dapat digunakan sebagai tambahan. Alternatif pengobatan lain misalnya antihistamin generasi pertama, antileukotrien, fototerapi, dan omalizumab.

Referensi :

  • Robles-Tenorio A, Tarango-Martinez VM, Sierra-Silva G. Aquagenic urticaria: Water, friend, or foe? Clin Case Reports [Internet]. 2020 Nov 1 [cited 2021 Jan 27];8(11):2121–4. Available from: /pmc/articles/PMC7669369/?report=abstract
  • Rothbaum R, McGee JS. Aquagenic urticaria: Diagnostic and management challenges [Internet]. Vol. 9, Journal of Asthma and Allergy. Dove Medical Press Ltd.; 2016 [cited 2021 Jan 27]. p. 209–13. Available from: /pmc/articles/PMC5136360/?report=abstract

MY CLUSTER - EXPERT CLASS BIDANG MEDIA PUBLIKASI

 Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi anggota Medical Youth Research Club (MYRC), Departemen Human Resource Development (HRD) melaksanakan expert class sebagai program untuk mewadahi para anggota yang ingin mendalami beberapa bidang keilmiahan seperti bidang penelitian, karya tulis ilmiah, dan media publikasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan research behaviour di kalangan anggota MYRC serta meningkatkan kualitas karya yang dibuat oleh anggota MYRC.

 Setelah melaksanakan pertemuan pertama pada tanggal 13 Februari 2021, pertemuan kedua expert class bidang media publikasi dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2021 dan diisi dengan pemberian materi “Bedah-Bedah Karya dan Presentasi Poster Publik dengan Nilai Terbaik” oleh Febri Duarsa. Setelah mengikuti pertemuan kedua expert class bidang media publikasi, peserta diarahkan dan dibimbing untuk membuat suatu karya yang akan dipresentasikan pada pertemuan ketiga dari expert class ini. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 20 Maret dan diisi dengan presentasi karya poster publik yang telah dibuat dan dipersiapkan oleh peserta dalam kurun waktu 1 bulan. Yuk kita intip bagaimana keseruannya!

MY CLUSTER - EXPERT CLASS
BIDANG PENELITIAN

Tak hanya bidang media publikasi, expert class bidang penelitian juga dilaksanakan pada waktu yang tidak berjauhan dengan waktu pelaksanaan expert class bidang media publikasi. Pertemuan kedua expert class bidang penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2021 dengan agenda pemberian materi pertama “Tatacara Publikasi Jurnal Nasional dan Internasional” oleh dr. Rusdina Bte Ladju, Ph.D dan materi kedua “Teknik analisa data bivariat” oleh dr. Bumi Herman. Pertemuan kedua ini dihadiri oleh peserta expert class bidang penelitian yang telah mendaftarkan diri sebelumnya.

Sama seperti bidang media publikasi, peserta bidang penelitian juga diarahkan dan dibimbing dalam penyusunan karya penelitian dalam bentuk proposal yang dipresentasikan pada pertemuan terakhir dari expert class ini. Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2021 bersamaan dengan pelaksanaan expert class bidang media publikasi. Pertemuaan ini diisi dengan presentasi proposal penelitian oleh setiap kelompok peserta. Kira-kira bagaimana yah pelaksanaan expert class nya? Yuk kita intip kegiatannya!

MY CLUSTER - EXPERT CLASS MEDIA KARYA TULIS ILMIAH

Zaman semakin berkembang, tentunya ilmu pengetahuan pun akan ikut mengalami perkembangan, begitupun dengan dunia penelitian. Atas dasar inilah MY CLUSTER hadir sebagai wadah untuk meningkatkan sekaligus meng-upgrade ilmu-ilmu yang dimiliki oleh anggota MYRC. Selain itu, kehadiran MY CLUSTER diharapkan menjadi tempat bagi anggota MYRC untuk semakin mengembangkan kemampuannya dan bisa menguasai klaster apa yang mereka minati. Beberapa klaster yang dimaksud dalam hal ini adalah KTI (Karya tulis ilmiah), penelitian, dan juga media publikasi.

Sebelumnya telah dilakukan Expert Class pertama pada 13 Februari 2021. Untuk Expert Class kedua dan ketiga dari bidang KTI juga telah dilaksanakan baru-baru ini yaitu pada akhir Februari kemarin. Pertemuan kedua Expert Class berlangsung pada Sabtu, 20 Februari 2021 dengan materi “Searching and Selecting Studies” dan “Colecting Data”. Sedangkan Expert Class pertemuan ketiga berlangsung pada Sabtu, 27 Februari 2021 dengan materi “Quality Assesment for Included Study” dan “Conduct Meta-Analysis Using RevMan”.

Semangat dan Selamat untuk teman teman yang sudah setia untuk selalu mengikuti Expert Class. Semoga ilmu-ilmunya bisa bermanfaat !!

TUDANG SIPULUNG HASANUDDIN SCIENTIFIC FAIR (HSF)2021

HSF merupakan event besar nasional tahunan yang diadakan oleh MYRC di bawah pengaturan dari Departemen Public Relation (PR) sebagai pelaksana program kerjanya. Event besar ini direncanakan akan dipersiapkan selama 6 bulan sebelum waktu pelaksanaannya. Organizing committee HSF 2021 kali ini adalah angkatan 18 MYRC INCRED18LE. Setelah pembentukan panitia dan diskusi internal dari steering committee mengenai penentuan tema HSF 2021, diadakanlah tudang sipulung pada tanggal 18 Maret 2021 dengan agenda pemaparan latar belakang, pembahasan tujuan, kendala pelaksanaan HSF tahun sebelumnya, rancangan tema, serta pengenalan susunan kepanitiaan HSF 2021 yang dipresentasikan oleh koordinator steering committee sekaligus penanggung jawab program kerja HSF 2021 dari departemen PR. Tujuan kegiatan tudang sipulung ini selain untuk memaparkan rancangan pelaksanaan HSF 2021, juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk berdiskusi dan menampung aspirasi mengenai rancangan yang telah dibuat.

Tudang sipulung dihadiri oleh dewan pertimbangan organisasi (DPO), presidium MYRC, koordinator setiap departemen MYRC, anggora departemen PR, panitia HSF 2021, serta anggota MYRC yang menyempatkan waktunya untuk menghadiri kegiatan pada sore hari itu. Gimana sih pelaksanaan tudang sipulungnya? Yuk kita lihat!

MINI SYMPOSIUM

MINISO? Siapa sih yang tidak kenal dengan salah satu program hits dari MYRC ini. MINISO atau Mini Syposium merupakan program kerja yang dari tahun ke tahun rutin diadakan oleh MYRC. Dengan latar belakang di dunia kedokteran, tentu saja ilmu dari tahun ke tahun terus mengalami perkembangan. Oleh karena itu, tenaga paramedis khususnya mahasiswa kedokteran diharuskan untuk meng-update ilmu yang telah didapatkan sebelumnya agar bisa mengikuti perkembangan ilmu yang ada. Ilmu kedokteran harus berlandaskan bukti-bukti ilmiah guna mendapatkan informasi kritis dan relavan. Untuk menunjang masalah tersebut, dibentuklah suatu kegiatan interaktif yang dapat mengajak para mahasiswa untuk turut serta mengkaji topik dan isu yang sedang beredar saat ini, kegiatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah MINISO.

Pada Jumat, 19 Maret 2021 kemarin telah dilaksanakan MINISO dengan tema “World VS Covid-19 : Can We Win This War?”. Dalam materi yang dibawakan, dijelaskan bagaimana seharusnya posisi kita dalam menghadapi Covid-19 yaitu melalui dua acara, masifkan vaksin atau galakkan eary detection. Sangat keren bukan? Pematerinya pun tidak tanggung-tanggung, dibawakan langsung oleh para expert dibidanganya, yaitu dr. Firdaus Kasim, M.Sc. (bagian departemen Ilmu Kesehatan Mayarakat FK Unhas) dan dr. Munawir, M.Kes (bagian Departemen Farmakologi & Mikrobiologi FK UNHAS). Adapun total peserta yang mengikuti MINISO berjumlah 299 orang yang didominasi oleh mahasiswa kedokteran baik di dalam Sulawesi maupun di luar Sulawesi.

Rencananya, tahun ini akan diadakan MINISO sebanyak 3 kali nih teman teman. Jadi jangan lupa persiapkan diri kalian untuk MINISO selanjutnya yah. SEE YOU SOON…

RAPAT OPREC

Kaderisasi merupakan kegiatan yang diperlukan setiap organisasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya anggota yang mumpuni demi menjaga eksistensi organisasi dan menjaga tujuan bersama. Oleh Karena itu, tidak lama lagi MYRC akan melakukan open recruitment untuk anggota baru yang kedepannya akan menjadi generasi emas dalam kepengurusan MYRC.

Persiapan OPREC yang telah dilaksanakan sejauh ini adalah rapat perdana pada hari Jumat, 5 Maret 2021 dan rapat rutin pada Selasa, 9 Maret 2021.
Kepada teman teman- teman panitia, semangat untuk persiapan oprecnya. Semoga lancar sampai akhir.

CONGRATULATIONS (LAGI DAN LAGI)

Expo dan Seminar Ilmiah Tahunan (EXIT) 2021

Universitas Andalas – 6 Maret 2021

Cari gudang tempat para juara? MYRC jawabannya.

Bulan maret yang penuh berkah, ucapan selamat tak terhingga kepada teman teman yang berhasil meraih juara Poster Publik dan Literature Review Dalam lomba ilmiah EXIT MRC FK UNAND, Maret 2021.

JUARA 2 PUBLIK POSTER
1. Karen Kurnia
2. Ahmad Zani Tazir
3. A.Alya Fatinah

JUARA 3 LITERATURE REVIEW
1. Luqyana Tiwi Mufidah
2. Widya Inayah Salsabilla
3. Naflah Diah

Sekali lagi selamat kepada para juara. Semoga semangatnya tetap membara dan bisa menularkan ke anggota-anggota MYRC lainnya!

Nama Lengkap
Angkatan MYRC (Jika Anggota)
Apakah MY MOMENT ini menambah pengetahuan anda mengenai MYRC?
Feedback