EVALUASI HASIL LUARAN PADA PREEKLAMPSIA ONSET DINI DAN LAMBAT

Monika Farid, Maisuri T.Chalid
Bagian/UP Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
BLU RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

Abstrak
Tujuan: Mengevaluasi hasil luaran maternal dan janin pada preeklampsia onset dini dan
onset lambat
Tempat : BLU RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
Rancangan: Kasus kontrol
Metode kerja: Sampel adalah seluruh kasus preeklampsia yang dirawat inap di BLU RS
Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2005-2007 kemudian dikelompokkan menjadi
kelompok onset dini bila preeklampsia didiagnosis sebelum umur kehamilan 34 minggu
dan onset lambat bila =û34 minggu. Selanjutnya data diuji secara statistik dengan uji Chi
square, Fisher Exact dan uji T 2 sampel.
Hasil: Selama 3 tahun, terdapat 308 kasus preeklampsia dan eklampsia tapi hanya 182
kasus preeklampsia dengan catatan medik yang lengkap. Hasil analisis uji beda
didapatkan kadar SGPT lebih tinggi secara bermakna (p=0,038) pada kelompok onset
dini (61,03 ± 99,07) dibanding onset lambat (32,09 ± 50) sedangkan untuk kadar Hb,
trombosit, SGOT dan proteinuri antara kelompok preeklampsia onset dini dan lambat
tidak ada perbedaan bermakna. Risiko kejang OR: 6,27 (1,43-31,26 ) dan HELLP
Syndrome OR: 4,01 (1,0-17,14) lebih sering pada preeklampsia onset dini. Begitu pula
dengan bayi lahir dengan berat badan < 2500 gram OR: 12,9 (4,85-36,24) dan asfiksia
OR: 3,0 (1,46-6,18) lebih sering pada onset dini dibanding pada onset lambat dan untuk
janin yang mati OR: 3,85 (1,49-10,08 ) lebih besar risikonya pada onset dini.
Simpulan: Hasil luaran maternal dan janin lebih buruk pada preeklampsia onset dini
dibanding onset lambat.
Kata kunci: Preeklampsia, onset dini, onset lambat, hasil luaran

Check Also

EVALUASI FAKTOR RISIKO SINDROM HELLP DI RS.DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO

EVALUASI FAKTOR RISIKO SINDROM HELLP DI RS.DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE 1 JANUARI 2003 – 31 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.