PENJAJAKAN AWAL KERJASAMA ANTARA BIRO PSIKOLOGI POLRI/ POLDA SULSEL DENGAN PRODI PSIKOLOGI FK UNIV. HASANUDDIN

Kegiatan ini diawali dengan Sambutan dari Kepala Prodi psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS), lalu dilanjutkan penyampaian maksud dan tujuan kedatangan Kabag Psipers dan Psipol Biro Psikologi SSDM Polri (Mabes) Bersama Kabag Psikologi Biro SDM Polda Sulsel.
Kombes Pol.Cucuk Trihono S.Psi.,Psikolog. (Kabag psipol Biro Psikologi SSDM POLRI), memulai dengan memberikan penjelasan bagian di bawah Biro Psikologi Polri membawahi tiga bagian, yang pertama adalah Psikologi Kepolisian, yang tupoksinya dalah memberikan dukungan ke fungsi operasional Polri, lebih ke urusan keluar. Lalu bagian Psikologi Personil yang mengurusi kedalam, termasuk rekrutmen, dan yang ketiga adalah laboratorium psikologi yang menyiapkan sarana-sarana/instrument maupun SDM polri yang mendukung pekerjaan.
Kombes Cucuk melanjutkan penjelasan tentang maksud kedatangannya yang di tugaskan Oleh Karo Psi Polri untuk mengembangkan kerjasama dengan rekan sejawat psikologi khususnya akademisi yang ada di perguruan tinggi, dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan tiga bagian di bahwa Biro Psikologi Polri.

“Kerjasama yang ingin dibangun Psikologi Kepolisian adalah adalah lebih ke hal pelayanan masyarakat, kegiatan yang biasa dilakukan adalah yang membutuhkan tenaga banyak adalah pelayanan dalam kebencanaan, baik bencana alam maupun dalam konteks sosial (misalnya kerusuhan), jika ada kejadian seperti itu maka butuh tenaga banyak dan butuh kolaborasi dengan orang banyak dalam hal ini akademisi.” Jelas Kombes Cucuk

“Tidak menginginkan terjadinya bencana, namun situasi seperti itu bisa saja terjadi dan kita dituntut melakukan pendampingan, termasuk trauma healing, kerjasama ini bisa dikembangkan dari PRA sampai trauma healing, misalnya Tim dari Mabes turun, lalu bergabung dengan tim dari Polda Sulsel dan mengundang akademisi setempat, termasuk dengan mahasiswanya.” Lanjut Kombes Cucuk

Kerjasama dengan bagian Psikologi Personil adalah saat ini yang secara masif dilakukan adalah rekruitmen calon anggota polisi, dan yang paling digalakkan secara masif adalah konseling proaktif terhadap personil, jika ada dasar kerjasamanya, maka Kepolisian bisa mengundang akademisi untuk melakukan wawancara dan konseling. Dari sisi laboratorium psikologi juga bisa dilakukan pengembangan instrumen, atau penelitian tentang hal yang menonjol di wilayah Sulawesi Selatan. Bisa juga melakukan penelitian praktis, survei kecil-kecilan sebagai lalu dibuat kajian. Penelitian yang dilakukan sebagai produk berdua Polri dan Akademisi akan lebih kurat. Salah satu tema yang menarik adalah dan belum ada ditempat lain adalah pemetaan indeks kesehatan mental anggota Polri, sebagai penelitian kolaboratif antara Prodi Psikologi Unhas dan Kepolisian. Jika hal ini terwujud, bisa menjadi ikon kita.

Biro Psikologi Polri sudah mengiventaris Universitas yang sudah memiliki MOU dengan Polri, salah satunya adalah Unhas. Mou ini terhitung bulan Juli 2020. Jika hal ini ingin ditindaklanjuti dengan kolaborasi kerjasama yang dengan Prodi Psikologi, maka sudah ada cantolan maka kita bisa membentuk PKS. Kerjasama ini sudah dijajaki dengan beberapa Universitas dan sedang menunggu model yang sedang dikembangkan dengan Universitas Indonesia sehingga bisa diadopsi. Selain dengan Univ. Hasanuddin, penjajakan kerjasama ini juga dilakukan dengan Uiversitas Sumatra Utara, sehingga hanya ada dua Universitas di luar pulau Jawa yang saat ini dijajaki untuk melakukan kerjasama dengan Polri. Kombes Pol. Hary Prasetya, S.Psi.,M.Psi.T.,Psikolog  (Kabag Psi pers Biro  Psikologi SSDM POLRI), menambahkan bahwa dimungkinkan untuk membuat rancangan model sendiri tanpa perlu menunggu rancangan Universitas Indonesia.

Dr. Ichlas Nanang Afandi, S.Psi., MA. ( Ketua Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin) menyambut baik maksud kedatangan tim dari Mabes Polri, apalagi hal ini terkait dengan Tridharma Perguruan Tinggi, Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Diharapkan perjanjian kerjasama ini berlangsung hingga ada kegiatan tindak lanjut, karena yang dihitung untuk akreditasi sebagai benefit bagi perguruan tinggi adalah terlaksananya kegiatan. Maka setelah PKS ada maka akan dilanjut dengan kegiatan, tidak hanya berhenti di level prodi. Dalam kurun PKS berlaku harus ada aksi.
“Kegiatan PKS ini sederhananya adalah kegiatan kolaboratif, jika selama dalam berlakunya PKS tidak terjadi bencana maka bisa saja ada kegiatan lain yang bisa dilakukan, misalnya mahasiswa magang, penelitian, pihak Polri dapat datang mengisi sebagai dosen tamu sebagai praktisi, atau sebaliknya. Kelanjutannya dari penjajakan ini akan dilakukan dengan korespondensi.” Jelas Ichlas Nanang

Check Also

VISITING LECTURE