PIDATO PENERIMAAN GURU BESAR FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 23 APRIL 2009

Pada hari  Kamis , tanggal 23 April 2009 di depan rapat senat terbuka luar biasa Universitas Hasanuddin ( Gedung Rektorat ) mengukuhkan dua guru besar dalam bidang Ilmu Kesehatan Telinga,Hidung dan Tenggorok pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ( THT-KL FKUH) yang diberikan kepada :

 Prof.Dr.dr.Sutji Rahardjo,Sp.THT-KL(K)
 Prof.dr.H.Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K),MARS

Mewakili Civitas Akademika mengucapkan  Selamat atas Penerimaan Jabatan Guru Besar Fakultas Kedokteran dan ucapan terima kasih atas penelitian  dan sumbangsih pemikirannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas , dan mandiri. Semoga dapat memberi manfaat bagi masyarakat banyak.

dsc_0533suci

Prof.Dr.dr.Sutji Rahardjo,Sp.THT-KL(K) ,Wanita kelahiran Makassar 8 Juni 1962, Ketua Bagian Ilmu Kesehatan THT-KL FKUH Periode 2006-2010 , Istri dari Ir.Ahmad Azis,MT dan Ibu dari puteri tunggal  Cita Nurinsani , dalam pidatonya yang berjudul  Gangguan Kualitas Suara dan Penanganannya melalui Bedah Laring Mikroskopik memberi pengetahuan  tentang  betapa pentingnya kemampuan bersuara bagi kehidupan manusia untuk berkomunikasi. Dengan bersuara membentuk kalimat atau ucapan kata kita dapat mengutarakan perasaan,  mengajar dan bernyanyi .
Nada suara bisa menjadi tinggi atau rendah tergantung dari elastisitas,alat getar pita suara dan frekuensi getaran. Kualitas suara ditentukan  oleh kemampuan pita suara dan desakan aliran udara pernapasan.
Penggunaan suara yang berlebihan akan terjadi suatu keadaan patologis.Siklus getaran pita suara menjadi terhambat akibatnya suara terganggu menjadi parau (Disfoni). Walaupun suara parau merupakan gejala dan tanda awal bisa menjadi penyakit serius didaerah tenggorokan.


Bedah laring Mikroskopik adalah tindakan operatif dengan menggunakan mikroskop binokuler untuk memperbaiki kualitas suara. Penanganan dan pengobatan sangat bergantung dari penyebab yang bisa berupa radang, infeksi,trauma,bintil,kelumpuhan pita suara dan kanker.
Harapan untuk masa datang kiranya ada wadah perkumpulan untuk pasien tuna laring menyokong aspek psikologis dalam lingkup yang luas  untuk dilakukan rehab wicara (Voice Rehabilitation) dengan melibatkan kelembagaan Rumah Sakit/Universitas/Masyarakat,Pemerintah dan dan tim ahli dari multi disipliner yang  tergabung dari ahli THT,ahli Gizi,Anestesiolog,Onkolog,rehabilitasi Medik,dan Fisioterapis.
Ucapan terima kasih dan rasa syukur pada Allah SWT juga disampaikan oleh salah satu Kartini Fakultas Kedokteran Unhas di eraglobal saat ini kepada semua yang mendukung baik dari pihak keluarga ,teman sejawat, Rumah Sakit,Staf, Guru-guru besar lainnya dalam meraih kesuksesannya.

Prof.dr.H.Abdul Kadir,Ph.D,Sp.THT-KL(K),MARS, Pria kelahiran Bantaeng,23 Mei 1962, Direktur Medik dan Keperawatan RS.Wahidin Sudirohusodo Makassar  periode 2007 hingga saat ini  dalam pidatonya berjudul Upaya Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Infeksi Telinga Tengah menyampaikan pengetahuan mengenai Pendengaran yang merupakan salah satu diantara lima indera manusia yang mempunyai peranan penting untuk berkomunikasi . Melalui Pendengaran inilah kita ikut membentuk peradaban,seni dan kebudayaan utamanya bahasa.
Suami dari drg.Nurhayati Natsir,Ph.D dan Bapak dari keempat putera-puteri ini menjelaskan bahwa anak yang baru lahir saja indera pertama yang berfungsi adalah pendengaran dengan mengazani ditelinga kanan dan iqamah ditelinga kiri untuk memberi nafas islami juga berfungsi menguji pendengarannya.
Telinga manusia terdiri dari  telinga luar (daun telinga dan liang telinga luar),telinga tengah(gendang telinga,rongga telinga tengah,tulang-tulang pendengaran,tuba eustchil dan antrum sellua mastoid) serta telinga dalam(kohlea dan kanalis semi sirkularis)
Di Indonesia gangguan pendengaran dan Infeksi Telinga Tengah dalam hal ini Otitis media Supuratif Kronik (OMSK) sampai saat ini masih banyak dijumpai .
Penanggulangan Infeksi telinga tengah tergantung dari jenis penyakit serta luasnya infeksi,dan pengobatannya dapat dibagi dalam tiga cara yaitu Konservatif (menenangkan infeksi dan mengeringkan secret),Konservatif dan Operasi,serta Operasi telinga.
Makin bertambahnya  penderita gangguan pendengaran makin banyak pasien  yang memerlukan rehabilitasi dan habilitasi pendengaran baik  secara medik operatif,maupun secara  non medik. Dengan demikian dokter ahli THT-KL dituntut  untuk makin meningkatkan pelayanannya dan kemampuannya tidak saja mengenai  kuantitas tetapi juga kualitasnya.Selain itu  Dibidang medis terjadi  pula kemajuan pesat dalam tehnik operasi mikroskopik perbaikan pendengaran  yang dikenal dengan operasi telinga mikro atau timpanoplastik.
Harapan dari beliau kiranya diberi dukungan dari pihak Universitas bersama-sama mengatasi kendala-kendala seperti dukungan perlengkapan temporal bone dan cadaver yang langka,pemberian kursus dan pelatihan serta disribusi dokter spesialis THT-KL ,demi meningkatkan kuantitas dan kulitas dibidang medis khususnya di bidang Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan dan Kepala Leher.
Ucapan terima kasih , rasa syukur pada Allah SWT dan hormat disampaikan kepada semua pihak yang memberi dukungan .

Congratulation and Success.

(10-RI,April09)

Check Also

SOCIAL SERVICE OF DERMATOLOGY & VENEREOLOGY DEPARTEMENT

The social service of Skin Health and Rejuvenation of Face Skin was held by The ...

1st Japan –Asean Medical Seminar on Human Health Impact of Heavy Metal

1st Japan –Asean  Medical Seminar on Human Health Impact of Heavy Metal, was performed on ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*