Proses Pendidikan

Proses pendidikan profesi dimulai sejak mahasiswa bergelar sarjana kedokteran.  Mahasiswa kemudian diwajibkan mengikuti pengayaan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, sebagai persiapan untuk memasuki jenjang pendidikan profesi. Setelah pengayaan, mahasiswa akan memulai kegiatan rotasi kepaniteraan klinik tingkat 1 dan tingkat 2 dengan total 4 semester. Dalam setiap departemen, mahasiswa akan mendapatkan refreshing pengetahuan dan bimbingan ketrampilan pada minggu awal,  dan mempunyai kesempatan untuk mengaplikasikan teori melalui berbagai kasus dan penyakit yang diperoleh pada minggu 2, 3, dst, dan pada minggu akhir, akan dilakukan evaluasi akhir pencapaian kompetensi dalam bentuk Computer Based Test, Mini Clinical Examination (MiniCEX) evaluation, Bedside teaching, Case/Journal report, portofolio, ujian OSCE, dan ujian lisan.

Apabila mahasiswa berhasil lulus di semua departemen yang telah diikuti, mahasiswa mempunyai hak untuk mengikuti Ujian Komprehensif sebagai evaluasi proses pembelajaran mahasiswa selama 2 tahun mengikuti proses pendidikan profesi, dan kemudian akan mengikuti judisium sebagai tanda bahwa proses pendidikan profesi telah selesai. Selanjutnya, mahasiswa akan dipersiapkan untuk mengikuti Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter melalui bimbingan yang disediakan, dan diharapkan mahasiswa dapat lulus dari UKMPPD dan siap menjadi dokter yang akan turun ke masyarakat.

 

Sistem Informasi Pendidikan Profesi Dokter

Jika portal akademik menjadi media bagi mahasiswa preklinik untuk melakukan registrasi dan pendaftaran online, maka registrasi dan pendaftaran pada MPPD dilakukan melalui Sistem Informasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (SIMPPD) dengan alur yang lebih kompleks sebagai berikut :

 

 

Beban dan Masa Studi Profesi Dokter

  1. Beban Studi program Pendidikan Profesi Dokter  44 SKS yang dijadwalkan untuk 4 semester dan ditempuh paling lama 8 semester ( 2 N).
  2. Sistem pendidikan di program pendidkan profesi dokter berlangsung di rumah sakit atau di puskesmas berbasis departemen. Adapun departemen yang terlibat dalam program pendidikan profesi dokter adalah :

TATA TERTIB KEPANITERAAN KLINIK

  • Setiap mahasiswa yang akan melakukan kepaniteraan klinik harus membawa surat pengantar Wakil Dekan Bidang Akademik dan melapor kepada KPM pada hari Senin minggu pertama
  • Awal kegiatan kepaniteraan klinik di tiap departemen dimulai pada hari Senin
  • Lama masa kepaniteraan klinik tidak melebihi 2 N sesudah dikurangi cuti akademik.
  • Rumah Sakit Jejaring harus mengikuti Peraturan Akademik yang berlaku.
  • Setiap Mahasiswa yang bertugas di RS Jejaring harus membawa surat pengantar dari KPM.

 

HAK MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK

 

  • Setiap mahasiswa berhak mendapat pembimbingan dari dosenselama masa kepaniteraan klinik dan dibuktikan dengan tanda tangan pembimbingdi buku log
  • Setiap mahasiswa berhak mengikuti ujian pada setiap akhir minggu kepaniteraan setelah memenuhi persyaratan pada departemen yang bersangkutan.Ujian harus tepat waktu, tidak terlambat atauditunda. Bila penguji berhalangan, mahasiswa berhak mendapat penguji pengganti pada minggu yang sama
  • Setiap mahasiswa berhak mendapatkan nilai ujian paling lambat 1(satu) minggu setelah penyelenggaraan ujian.
  • Setiap Mahasiswa berhak mendapat izin tidak mengikuti kegiatan kepaniteraan klinik sementara waktu bila sakit atau masalah keluarga atau hukum yang serius dengan menunjukan surat sakit dari dokter, surat ijin dari orang tua, atau instansi terkait. Izin diberikan dengan tetap mempertimbangkan tata tertib yang berlaku.

 

KEWAJIBAN MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK

 

  • Setiap mahasiswa kepaniteraan klinik wajib mengikuti rotasi kepaniteraan klinik yang telah diatur oleh divisi rotasi klinik pada program pendidikan profesi dokter
  • Setiap mahasiswa wajib mengikuti seluruh kegiatan kepaniteraan klinik dan tata tertib yang berlaku di setiap departemen.
  • Setiap mahasiswa wajib melengkapi logbook selama kepaniteraan klinik pada departemen yang bersangkutan.
  • Setiap mahasiswa wajib menyelesaikan seluruh persyaratan kepaniteraan klinik pada setiap departemen termasuk ujian pada minggu terakhir kepaniteraan.

 

 

EVALUASI HASIL BELAJAR MAHASISWA

Setelah menjalani masa kepaniteraan klinik dalam departemen tertentu, penilaian terhadap pengetahuan dan kemampuan dari MPPD akan diuji melalui evaluasi.

Tujuan penyelenggaraan ujian akhir kepaniteraan klinik adalah untuk menilai pengetahuan dan penguasaan kompetensi yang harus dicapai setelah menyelesaikan kepaniteraan klinik.

Evaluasi terhadap kegiatan belajar ini dilakukan melalui buku log yang mencakup segala pengetahuan, ketrampilan, dan sikap mahasiswa saat menjalani kegiatan kepaniteraan, ujian tulis atau MCQ, dan ujian OSCE, Mini CEX, DOPS atau pun SOOCA.

Untuk mengikuti ujian, mahasiswa wajib mengikuti semua kegiatan kepaniteraan yang telah ditetapkan dan diinformasikan oleh departemen yang bersangkutan. Apabila mahasiswa tidak dapat menyelesaikan tugas atau melengkapi buku log 3 hari sebelum ujian, maka mahasiswa dianggap lalai dan tidak berhak untuk mengikuti ujian, tetapi berhak mengikuti remedial dengan syarat sudah menyelesaikan tugas yang ditunggakan.

 

PEMBERIAN NILAI HASIL BELAJAR

 

Penilaian dari hasil evaluasi terhadap mahasiswa dinyatakan dalam bentuk huruf A, B+, B, E dan K.  A, B+, dan B merupakan nilai lulus, dan nilai E menyatakan mahasiswa tidak lulus. Jika hal ini terjadi, mahasiswa wajib mengulang 50% dari masa kepaniteraan klinik hingga akhir rotasi. Sedangkan nilai K adalah nilai yang diberikan bila mahasiswa keluar dari departemen tanpa ujian, sehingga mahasiswa diwajibkan mengulang 100% masa kepaniteraan klinik.

NILAI ANGKA NILAI MUTU NILAI KONVERSI
≥80 A 4,00
75 -79 B+ 3,50
71-74 B 3,00

 

Nilai yang diberikan merupakan hasil akumulatif yang dinilai dari buku Log, nilai ujian tulis MCQ, dan evaluasi mingguan pada akhir kepaniteraan klinik. NIlai ini akan ditentukan oleh KPM dan disahkan oleh Ketua Departemen. Setelah itu, mahasiswa dapat melihat hasil belajar mereka melalui Kartu Hasil Studi yang dapat diakses melalui website SIMPPD.