HARI TB SEDUNIA ATAU WORLD TB DAY

24 Maret diperingati sebagai Hari TB Sedunia atau World TB Day. Hari TB Sedunia ini dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran akan Tuberkulosis yang masih menjadi epidemi global. Tahun ini, World Health Organization (WHO) mengangkat tema ‘Invest to End TB, Save Lives’ untuk peringatan Hari TB sedunia 2022. Tema kali ini mengajak semua orang dari semua sektor untuk berinvestasi dan juga memberikan upaya demi mengeliminasi TB.

Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Sulawesi tidak ketinggalan dalam peringatan hari besar ini. Beberapa kegiatan dilakukan dalam rangka turut serta memperingati Hari TB Sedunia 2022. Salah satunya adalah penyuluhan Serentak di 7 Rumah Sakit. Ketujuh Rumah Sakit tersebut adalah RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSPTN Universitas Hasanuddin Makassar, Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar, RS Ibnu Sina Makassar, RSUD Labuang Baji Sul-Sel, RSUD Tenriawaru Bone, dan RSUD Jaraga Sasameh Barito Kal-Teng. Penyuluhan dilaksanakan sebagai Pre-event pada tanggal 23 Maret 2022 dan dilakukan oleh PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK Unhas yang juga merupakan anggota muda PDPI.

Tak hanya itu, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Sulawesi dan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin juga mengadakan Webinar ditanggal 24 Maret 2022 yang membahas tentang TB Dijaman Pandemi Covid 19, TB Laten, dan TB Resisten Obat. Webinar tersebut diisi oleh Dr. dr. Irawaty Djaharuddin, Sp.P(K), dr. Nurjannah Lihawa, Sp.P(K), dan Dr. dr. Jamaluddin Madolangan, Sp.P(K) sebagai pemateri dan Dr. dr. Erwin Arif, Sp.P(K), Sp.PD, K-P sebagai moderator.

Seperti yang telah diketahui, Tuberkulosis telah menjadi penyakit menular utama di Indonesia sejak lama. Namun,  Tuberkulosis belum benar-benar dikenali masyarakat. Mengacu pada Global TB Report WHO 2020, Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara dengan penderita Tuberkulosis terbanyak didunia. Tuberkulosis umumnya menyerang paru dengan gejala utama batuk lebih dari 2 minggu, batuk bercak darah, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan dan keringat malam hari. Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebab penanganan yang tepat dan cepat dapat meminimalisir komplikasi yang mungkin terjadi.

“Kami mengajak kepada masyarakat untuk peduli terhadap penyakit TB. Dengan program Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis (TOSS TB) yang dicanangkan oleh pemerintah yang memberikan pengobatan gratis bagi pasien diharapkan masyarakat tidak takut lagi berobat. TB bisa sembuh total jika menjalani pengobatan medis yang tepat. ” ujar dr. Edward Pandu, Sp.P(K) dalam video edukasi singkat tentang TB dalam rangka Hari TB Sedunia 2022.

 

Setiap detik berharga.

Investasi untuk Eliminasi TB, Selamatkan bangsa

Dukung gerakan Indonesia Bebas Tuberkulosis 2023

Paru Sehat, Selamatkan Bangsa!!!