Penyakit Ginjal Kronik, apa itu?

Ginjal merupakan organ tepenting dalam tubuh untuk menjaga kompartemen homeostasis cairan dalam tubuh, elektrolit,  serta produksi enzim dan hormon yang juga akan membantu kerja maksimal dari setiap molekul ataupun zat yang ada dalam tubuh. Nah, mengacu pada fungsi ginjal itu sendiri, ketika tidak bekerja secara maksimal ataupun gangguan yang merusak sistem kerja dari ginjal itu sendiri, hal inilah yang akan membawa perubahan setiap lini dari fungsi ginjal itu sendiri.

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan salah satu akibat dari malfungsi sistem kerja ginjal. PGK merupakan penyakit global yang setiap tahunnya penderita PGK meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di dunia. Menurut hasil Global Burden of Disease tahun 2010, PGK merupakan penyebab kematian ke-27 di dunia tahun 1990 dan meningkat menjadi urutan 18 pada tahun 2010. Penyakit ginjal kronik awalnya tidak menunjukan tanda atau gejala dalam menunjang diagnosis, namun dapat dicegah dan ditanggulangi melalui pemahaman akan penyakit tersebut dari awal.

Setiap harinya, ginjal kita dapat menyaring 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Ginjal sendiri tersusun atas sejuta unit penyaring yang disebut dengan nefron. Nefron tersusun atas glomerulus dan tubulus-tubulus yang akan menjalankan fungsi utama yakni filtrasi, absorpsi dan ekskresi. Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul lain yang tidak seharusnya keluar bersama urin. Selanjutnya melewati tubulus-tubulus dan terjadi proses reabsorbsi zat ataupun mineral yang dibutuhkan tubuh, kemudian menuju ke proses terakhir yaitu ekskresi (urin sebagai hasil ekskresi). Selain itu, ginjal juga menghasilkan enzim renin yang berfungsi dalam mengontrol tekanan darah dan kadar garam serta masih banyak fungsi lainnya yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia.

Penyakit Ginjal Kronik merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam beberapa bulan atau beberapa tahun. Penyakit ini didefinisikan sebagai kerusakan ginjal atau penurunan laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate) kurang dari 60 mL/min 1,73 m2 selama minimal 3 bulan. Sedangkan kerusakan ginjal merupakan kelainan patologis yang terjadi termasuk kelainan darah ataupun terdapat zat yang tidak seharusnya ada dalam urin.

Penyakit ginjal kronik dapat disebabkan oleh :

  • Diabetes mellitus
  • Hipertensi
  • Glomerulonephritis kronik
  • Nephritis interstitial kronik
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Obesitas
  • Obstruksi/infeksi saluran kemih

Gejala dari penyakit ginjal kronik dapat diamati melalui keadaan berikut ini, antara lain :

  • Terdapat darah dalam urin
  • Urin berbusa
  • Urin berwarna keruh
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Peningkatan ataupun penurunan produksi urin
  • Sesak nafas
  • Edema ( Syndroma Nefrotik), dan lain-lain.

Diperlukan penanganan ataupun pemeriksaan lebih lanjut mengenai diagnosis penyakit ini, dalam hal ini kita dapat melakukan pemeriksaan lab dan sebagainya seperti tes urine, tes darah untuk mengetahui fungsi ginjal, sinar-X (uji pemindaian), dan biopsi ginjal.

            Setelah mengetahui sedikit mengenai penyakit ginjal kronik, kita dapat mengetahui bahwa betapa pentingnya menjaga kesehatan ginjal karena ginjal kita merupakan organ utama yang ketika terjadi malfungsi dapat mengakibatkan gangguan yang sangat berpengaruh terhadap fungsi homeostasis tubuh. Penyakit ini sampai saat ini masih dikategorikan sebagai penyakit yang belum dapat disembuhkan sehingga diperlukan pencegahan dini guna menghindari penyakit ini. Apa saja yang harus kita lakukan? Kita mulai dengan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, mengurangi konsumsi makanan cepat saji, berolahraga yang teratur serta memahami faktor-faktor pencetus penyakit ini agar dapat menghindarinya.

 

 

Sumber :                                             

http://jurnal.fk.unand.ac.id

http://jurnal.unimus.ac.id

https://www21.ha.org.hk/smartpatient/EM/MediaLibraries/EM/EMMedia/Chronic-Renal-Failure-Indonesian.pdf?ext=.pdf

http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin%20ginjal%202017.pdf

Sumber gambar :

https://www.1health.id/id/article/category/sehat-a-z/syarat-penting-donor-ginjal-.html

 

(Irwansyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *