HMI Menyuarakan “Budaya Literasi”

(30/08/2019) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran mengadakan kegiatan yang diberi nama, “HMI PRODUKTIF: Kelas Menulis”, yang bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi di ruang lingkup fakultas kedokteran yang dibawakan oleh dr. Joko Hendarto, Ph.D sebagai pemateri, dan Fauzan Refna Hamdani sebagai moderator.

             Kegiatan ini menjadi salah satu bukti keberadaan Himpunan Mahasiswa Islam yang dibingkai dalam penanaman materi yang bertujuan untuk menyuarakan pentingnya menulis dan membaca, yang akan menjadi pemicu tumbuhnya jiwa-jiwa semangat literasi dalam diri mahasiswa kedokteran FK Unhas, serta secara tidak langsung kegiatan ini ikut membantu menyukseskan program kementerian pendidikan dan kebudayaan tentang menggiatkan gerakan literasi nasional (GLN).

Dalam materinya, dr. Joko Hendarto, Ph.D, sangat menekankan pentingnya menulis untuk diri sendiri dan masyarakat, “Ide yang walaupun ditulis dalam fiksi dapat memicu orang untuk bergerak. Dan syarat untuk menulis dengan baik dan benar, yaitu membaca dengan baik dan benar”, ungkapnya. Senada dengan pernyataan ketua umum HMI kom. Kedokteran Unhas, “Kelas ini sejatinya dilaksanakan untuk mnghadirkan kembali semangat berliterasi yang sudah mulai pudar dilingkungan kampus. Dengan adanya kelas ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas pudarnya semangat literasi mahasiswa yang ada saat ini”, jelas Zulfikar Yahya.

            Kegiatan ini dihadiri oleh 56 orang mahasiswa kedokteran dari berbagai angkatan, dengan forum yang berjalan cukup atraktif, terlebih saat moderator membuka sesi tanya jawab. Dan salah satu peserta, Imam Mobilingo mengajukan pertanyaan, “bagaimana kami menulis dan menhadapi keadaan sebagai mahasiswa kedokteran yang memiliki jadwal kuliah yang cukup padat, dan aturan kampus yang mengikat?”. Jawaban yang cukup singkat dan jelas diberikan oleh pemateri, “maka tulislah keadaan yang terjadi saat ini”, jawab dr. Joko Hendarto, Ph.D. Kegiatan yang berjalan selama 60 menit ditutup oleh kesimpulan dari moderator, Fauzan Refna Hamdani, “Jika tidak ingin hilang dari sejarah, maka kita harus menulis”.

 

-NS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *