Apakah Kenaikan Iuran BPJS merupakan Solusi?- I Share BEM FK UH

(17/11/19) Kementrian Kajian Strategi dan Advokasi (KASTRAD) Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (BEM Kema FK Unhas) menyelenggarakan kegiatan Inspirational Sharing (I-Share) 2019 yang bertempat di Auditorium Prof. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini merupakan sebuah wadah diskusi bagi mahasiswa dan masyarakat umum mengenai isu yang sedang hangat dibicarakan yakni akan dinaikkannya iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di tahun 2020 dan bagaimana pencapaian pemerintah mengenai Universal Health Coverage (UHC) 2019 yang telah direncanakan di akhir tahun 2018. Kegiatan diskusi ini bertema “Polemik Defisit BPJS menuju UHC di tahun 2019; Apakah kenaikan iuran merupakan solusi?”.

Acara ini dimulai pada pukul 13:00 WITA dengan agenda pertama yaitu pembukaan oleh oleh Radja selaku Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an; menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Unhas, dan Mars FK; laporan ketua panitia; sambutan ketua BEM Kema FK Unhas; serta sambutan Dekan FK Unhas sekaligus membuka acara. Diskusi ini menghadirkan empat pemateri yaitu Eko Prasetyo (penulis buku Orang Miskin Dilarang Sakit), dr. Zainal Abidin MH.Kes (mantan ketua DJSN), dr. Zulkifli Thamrin (pengurus masyarakat peduli BPJS) dan dr. Nur Surya Wirawan, M.Kes, Sp.AN, KMN.

Diskusi ini dibuka oleh Andi Faiz Batara Achdar selaku moderator dengan fokus pembahasan yaitu bagaimana pandangan terhadap pemerataan kesehatan di Indonesia, bagaimana pandangan terkait sistem BPJS yang ada di Indonesia, bagaimana implementasi BPJS yang sering ditemukan di masyarakat, bagaimana tanggapan terkait kenaikan iuran BPJS, bagaimana pandangan terkait solusi kenikan iuran BPJS dikarenakan defisit keuangan BPJS hingga tanggapan mengenai apakah Indonesia mampu mencapai UHC 2020 dengan realita BPJS di masyarakat?

Menurut Bapak Eko Prasetyo, BPJS ini sangat terburu-buru dan belum tertata. “Secara konseptual, BPJS membawa kebaikan. Kenaikan iuran BPJS 100% terlalu tinggi, tidak semua orang mampu”, ucap dr. Zinal Abidin. Salah seorang penanya dari forum diskusi, dr. Joko dari Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) mengatakan bahwa “Kita sudah sampai pada titik di mana kita tidak bisa kembali”.

Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta yang hadir. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, banyak ilmu yang bisa diperoleh dari sini sekaligus membuka mind set kita terhadap polemik masalah kesehatan di Indonesia saat ini, namun ada baiknya dari segi teknis lebih dipermantap lagi agar hal-hal yang tidak diharapkan yang dapat mengganggu berlangsungnya kegiatan seperti lampu padam bisa dihindari. Saya berharap ke depannya acara seperti ini dapat diselenggarakan lagi dengan pembahasan serta materi yang lebih menarik tentunya”, terang Siti Jahadiyah selaku peserta I-Share dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.

(Eka Hesti Hastuti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *