ORASI PENEGAK DEMOKRASI

        Jum’at, (28/02/2018) Komisi Pemilihan Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (KPU Kema FK Unhas) mengadakan orasi calon Presiden BEM Kema FK Unhas pada pukul 16:30 WITA di  samping Lt. 5 FK Unhas. Orasi ini menjadi salah satu wadah bagi calon Presiden BEM Kema FK Unhas untuk menyuarakan gagasan-gagasannya perihal masa depan Kema ke depannya. Warga Kema dan para Tim Sukses ( TIMSES ) sangat antusias dan turut memeriahkan kegiatan ini.

   Setiap calon diberikan waktu maksimal 15 menit untuk menyampaikan orasinya. Penyampaian orasi dimulai dari calon nomor urut 1 yaitu Andreza. Calon nomor urut 1 ini mempunyai tekad untuk  membentuk Kema yang sinergis.  “Kema ada untuk menyatukan keberagaman yang ada di FK dan mari kita bentuk Kema yang sinergis”, ucapnya.

 

Orasi selanjutnya  oleh calon nomor urut 2 yaitu Andi Faiz Batara Achdar. Dia mengawali orasinya dengan menceritakan kisah Aesculapius sebagai sumber simbol kedokteran yang terbunuh oleh saudaranya sendiri. Kesimpulan dari kisah tersebut adalah dia ingin menyampaikan bahwa kebenaran memang tidak mudah untuk diungkapkan tapi tidak boleh dibiarkan tertutup begitu saja. “Antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan potensi yang dimiliki untuk menjadi pemimpin dan berpikir rasional, semua orang mempunyai hak yang sama untuk menjadi pemimpin dan saya harap selanjutnya akan ada lagi calon-calon presbem wanita baik tahun depan, dua tahun depan sampai seterusnya”, ucapnya.

 

 Penyampaian orasi terakhir dibawakan oleh Nursyam Bandu selaku calon nomor urut 3.  Berbeda hal dari calon nomor urut 2, Nursyam Bandu mengawali orasinya dengan memberikan kata-kata persahabatan untuk para calon yang lain. Dia mengatakan “Calon nomor urut  1 dan 2 bukanlah lawan tapi mereka berdua adalah kawan berfikir untuk saya”. Dia juga menceritakan bagaimana pandangannya mengenai kondisi Kema hari ini yang mana orang-orang hanya hobi mengkritiki namun tidak bisa berkontribusi. Oleh karena itu, dia bertekad untuk menyatukan dan memajukan Kema menjadi lebih baik tanpa membawa kepentingan pribadi. “Jika saya terpilih menjadi Presiden BEM nanti dan jika saya terbukti datang untuk membawa kepentingan pribadi maka kritik saya, ingatkan saya dan turunkan saya dari jabatan Presiden BEM”, terang Syam sekaligus menutup orasinya.

        Dari ketiga orasi tersebut, dapat  dilihat potensi, kesungguhan dan kualitas dari masing-masing calon. Mereka bersama-sama mempunyai niat yang baik untuk memajukan Kema FK Unhas kedepannya. Salam Perjuangan!

 

( Indah Chairunnisa, Irwansyah )

Disunting oleh : Eka Hesti Hastuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *