KENALI!!! GANGGUAN MAKAN YANG JARANG DI SADARI

Gangguan makan merupakan penyakit psikologis yang ditandai dengan kebiasaan makan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.  Hal ini kadang tidak di sadari oleh banyak individu sehingga menimbulkan banyak dampak negative dikehidupannya sehari-hari. Dampak yang diberikan cukup besar mulai dari meningkatnya tingkat stress, perasaan tidak nyaman, hingga menimbulkan gangguan fisik lainnya.  Oleh karena itu pada artikel ini akan di jelaskan mengenai ciri dari beberapa jenis gangguan makan sehingga pembaca bisa lebih cepat mencari bantuan ahli apabila memiliki beberapa gejalanya.

  • Anorexia Nervosa

Pasien anorexia nervosa akan selalu berusaha mengurangi berat badanya dengan sengaja. Penderitanya selalu merasa bahwa dirinya gemuk sedangkan pada kenyataanya badannya cenderung kurus. Berikut beberapa kriteria diagnosis anorexia nervosa berdasarkan PPDGJ 3 :

  1. Berat badan tetap dipertahankan 15 % dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang maupun yang tak pernah dicapai), atau “Quetelet’s body-mass index ada1ah 17,5 atau kurang
  2. Berkurangnya berat badan di lakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal-hal yang berikut ini:
    • merangsang muntah oleh diri sendiri;
    • menggunakan pencahar (urus-urus);
    • olah raga berlebihan;
    • memakai obat penekan nafsu makan dan / atau diuretika.
  3. Terdapat distorsi “body-image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian yang berlebihan terhadap berat badan yang rendah.
  4. Adanya gangguan endokrin yang meluas, melibatkan “hypothalamic-pituitary- gonadal axis”, dengan manifestasi pada wanita sebagai amenore dan pada pria sebagai kehilangan minat dan potensi seksual (Suatu kekecualian adalah pendarahan vagina yang menetap pada wanita yang anoreksia yang meneri terapi hormon, umumnya dalam bentuk pil kontrasepsi). Juga dapat terjadi kenaikan hormon pertumbuhan naiknya kadar kortisol, perubahan metabolisme periferal dari hormon tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
  5. Jika onset terjadinya pada masa pra-pubertas, perkembangan pubertas tertunda, atau dapat juga tertahan (pertumbuhan berhenti, pada anak perempuan buah dadanya tidak berkembang dan terdapal amenore primer; pada anak laki- laki genitalnya tetap kecil). Pada penyembuhan, pubertas kembali normal, tetapi “menarche” terlambat.

  • Bulimia Nervosa

Bulimia nervosa adalah sebuah keadaan dimana penderitanya senang makan secara berlebihan namun di sisi lain ia juga takut akan berat badan yang berlebih sehingga para penderitanya akan berusaha melakukan hal-hal yang dapat mencegah kenaikan berat badan setelah makan dengan sangat banyak. Berikut adalah beberapa kriteria diagnosis Bulimia nervosa berdasarkan PPDGJ 3 :

  1. Terdapat preokupasi yang menetap untuk makan, dan ketagihan (craving) terhadap makanan yang tidak bisa dilawan; penderita tidak berdaya terhadap datangnya episode makan berlebihan dimana makanan dalam jumlah yang besar dimakan dalam waktu yang singkat
  2. Pasien berusaha melawan efek kegemukkan dengan salah satu atau lebih cara seperti berikut:
    • merangsang muntah oleh diri sendiri,
    • menggunakan pencahar berlebihan,
    • puasa berkala,
    • memakai obat-obatan seperti penekan nafsu makan, sediaan tiroid atau diuretika. Jika terjadi pada penderita diabetes, mereka akan mengabaikan pengobatan insulinnya.
  3. Gejala psikopatologi-nya terdiri dari ketakutan yang luas biasa akan kegemukkan dan penderita mengatur sendiri batasan yang ketat dari ambang berat badannya, sangat dibawah berat badan sebelum sakit dianggap berat badan yang sehat atau optimal. Seringkali, tetapi tidak selalu, ada riwayat episode anoreksia nervosa sebelumnya, interval antara kedua gangguan tersebut berkisar antara beberapa bulan sampai beberapa tahun. Episode sebelumnya ini dapat jelas terungkap, atau dalam bentuk ringan yang ter- sembunyi dengan kehilangan berat badan yang sedang dan atau suatu fase sementara dari amenore.

Referensi :

Maslim, R. (2013) DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA RUJUKAN RINGKAS dari PPDGJ – III, DIAGNOSIS GANGGUAN JIWA RUJUKAN RINGKAS dari PPDGJ – III dan DSM – 5. Jakarta: Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK-UnikaAlmajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *