DENGAN SEKOLAH INTERNASIONALISASI, BEM KEMA FK UNHAS MEMBENTUK MAHASISWA YANG SIAP MENEMBUS SKALA INTERNASIONAL

Upaya pengembangan potensi dir, seringkali dilakukan melalui kegiatan yang menambah wawasan dan pengalaman. Kegiatan ini tak hanya dapat dilakukan dalam skala nasional, namun juga internasional. Di masa transisi pasca pandemi ini, kegiatan-kegiatan yang berskala internasional aksesnya perlahan-lahan sudah mulai dilonggarkan. Untuk itu, BEM Kema FK Unhas mengadakan salah satu program kerjanya, yaitu Sekolah Internasionalisasi.

Sekolah Internasionalisasi adalah sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Hubungan Luar BEM Kema FK Unhas. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk mahasiswa, khususnya mahasiswa FK Unhas, untuk mengenal dan mempersiapkan dirinya menghadapi kegiatan-kegiatan yang bersifat internasional dikarenakan masih kurangnya minat dari mahasiswa FK Unhas untuk kegiatan tersebut. 

Pelaksanaan Sekolah Internasionalisasi berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 10 September 2022. Adapun pada kegiatan ini disajikan beberapa materi yang dibawakan oleh narasumber-narasumber yang terbilang mumpuni di bidangnya. Materi tersebut di antaranya mengenai pentingnya kegiatan internasional yang dibawakan oleh Ismiralda Febriana, S.Ked, tips and trick dapat beasiswa kuliah luar negeri oleh dr. Gabriele J. Kembuan, serta materi persiapan kegiatan internasional yang dibawakan oleh Dini Nur Sherina R.

Muh. Arif Iswan sebagai Koordinator Teamwork mengujarkan bahwa partisipasi peserta yang mengikuti kegiatan Sekolah Internasionalisasi ini berlangsung cukup interaktif, yang terlihat dari banyaknya peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab dan memberikan tanggapan. Terlebih, lingkup peserta dalam kegiatan ini tidak hanya dari mahasiswa angkatan preklinik FK Unhas, namun ada juga beberapa dari angkatan klinik (co-ass) dan juga dari masyarakat umum. Lebih lanjut, Arif menjelaskan bahwa persiapan kegiatan Sekolah Internasionalisasi berlangsung selama kurang lebih 2 minggu. Durasi yang terbilang singkat ini diakui Arif sebagai salah satu kendala dalam persiapan kegiatan ini. Hal ini berdampak pada waktu pendaftaran peserta yang menjadi terbatas dan juga terdapat kendala-kendala lainnya yang dapat ditangani dengan baik oleh anggota teamwork. 
Salah satu peserta kegiatan Sekolah Internasionalisasi, yaitu Dewi Sartika, mengungkapkan alasannya mengikuti kegiatan ini adalah karena tertarik dengan informasi terkait menempuh pendidikan di luar negeri. Melalui kegiatan ini, Dewi mengatakan ada banyak output yang bisa didapatkan seperti menambah pengetahuan mengenai hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dan yang perlu dihindari ketika ingin berkegiatan di luar negeri, cara menulis Curriculum Vitae (CV) yang baik, hingga mempersiapkan tahapan interview dengan maksimal. Oleh karena itu, Dewi berharap kedepannya kegiatan ini dapat kembali dilaksanakan dengan mendatangkan pemateri-pemateri yang tidak kalah mumpuni dari pemateri sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *