WORLD SIGHT DAY 2022, PERDAMI SULSEL ADAKAN CHARITY FUN RUN & FUN WALK

Sumber gambar: Roentgen Fotografi FK Unhas

Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) gelarkan kegiatan Charity Fun Run & Fun Walk yang diadakan pada Minggu, 23 Oktober 2022 di JK Arenatorium Student Center Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini dibuka oleh dr. Andi Muhammad Ichsan, Ph.D, Sp.M(K) selaku ketua PERDAMI cabang Sulawesi Selatan pada pukul 06.00 WITA.

Sebanyak 282 peserta mulai memasuki garis start pada pukul 06.15 WITA mengelilingi area Universitas Hasanuddin hingga mencapai titik finish pada pukul 7.30 WITA dan dilanjutkan dengan senam Zumba untuk meningkatkan imunitas para peserta. Kepada para finisher urutan pertama sampai ketiga diberikan hadiah secara simbolis dengan total hadiah Rp 15.000.000 yang nantinya akan didonasikan untuk pemberantasan buta katarak. Keseruan kegiatan ini terus berlanjut dengan berbagai penampilan yang meriah dari Perhimpunan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) hingga DJ Austin.

Berbagai sponsor dan media partner turut serta membantu dalam kegiatan ini seperti JEC Orbita, AAS Building, PT. CENDO Pharmaceutical Industries, Bank Sulselbar, Pemerintah Kabupaten Barru, PT. Pancaraya Krinamandiri, Klinik Mata Hasanuddin, Rohto Laboratories Indonesia, Monginsidi Eye & Skin Centre, Hotel Remcy Panakukkang Makassar, Aesculapius, Klinik Mata Bougenville, PT. Mulya Husada Jaya, Nidek Inc., Klinik Mata Axis, Laboratorium klinik Pramita, Semen Tonasa Indonesia, Enervon Gold, Timur Raya Lestari, PT. Medeq Mandiri Utama, Rumah Sakit Siloam, Kalbe Nutritionals, Kalla Toyota Cokroaminoto, Pocari Sweat, CV. Tirta Mulia Sejahtera Makassar (JS Air Mineral), Cartenz Barbershop, TOP Avocado Coffee, Kopi Ogud, LPM Sinovia, Prambors Makassar 105.1 FM dan Smartfm Makassar 101.1 FM.

Sumber gambar: Panitia World Sight Day 2022

Kegiatan ini dilanjutkan dengan Webinar yang dilaksanakan secara hybrid di Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin Gedung A Lantai 4 dan juga Zoom Meeting. Kegiatan ini dibuka oleh MC Dr. Eddyman W. Ferial, S.Si., M.Si., CPS dan dimoderatori oleh Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd. dr. Andi Muhammad Ichsan, Ph.D, Sp.M(K) selaku ketua PERDAMI mengatakan bahwa saat ini penting untuk dilakukannya Rapid Assessment Blindness di Indonesia. “Angka kebutaan di Indonesia mulai pada usia lebih dari 50 tahun. Secara Nasional angkanya yaitu 3.0% dan di Sulawesi Selatan yaitu 2.6%. Jika dibandingkan angka kebutaan Nasional dengan Sulawesi Selatan angka ini cukup tinggi sehingga merupakan tugas PERDAMI Bersama pemerintah untuk memberantas angka kebutaan di Indonesia” Ujarnya.

Materi pertama dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M(K) dengan judul materi “Penanggulangan Kebutaan Global dan Nasional dan tantangannya”, materi kedua oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Hj. Rosmini Pandin, MARS dengan judul “Peran Pemerintah Provinsi Dalam Upaya Penanggulangan Kebutaan dan Gangguan Penglihatan di Sulawesi Selatan””, dan materi terakhir oleh Perdami Cabang Sulawesi Selatan: Dr. dr. Habibah S. Muhiddin, Sp.M(K) dengan judul “Upaya Penanggulangan kebutaan dan gangguan penglihatan oleh Organisasi Profesi”

Pembentukan Vision Center yang berada di NTB bisa menjadi contoh yang baik untuk diaplikasikan di Sulawesi Selatan. Sehingga mulai dari assessment hingga terapi dapat terorganisir dengan baik. Menurut WHO, pada tahun 2030 Indonesiaharus menurunkan angka kebutaannya karena hal ini akan berdampak pada kerugian ekonomi negara karena beban biaya yang semakin mahal kedepannya. Hal ini juga berdampak pada usia produktif masyarakat dan kondisi ekonomi nasional. Oleh karena itu pelayanan Kesehatan mata seharusnya mudah diakses dan dapat dipahami oleh masyarakat khususnya tentang cara merawat mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *