Sejarah Sinovia

LPM SINOVIA merupakan salah satu organisasi di lingkup Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang bergerak dalam bidang jurnalistik dengan slogan “Memediasi Komunikasi Yang
Sehat“.

Term “SINOVIA” diambil dari bahasa latin, yakni nama cairan sendi pada lutut yang membantu melicinkan pergerakan. Oleh karena itu SINOVIA sebagai lembaga pers mahasiswa juga diharapkan mampu memiliki fungsi pergerakan dengan tetap berlandaskan pada idealisme mahasiswa. Mengingat bahwa SINOVIA adalah lembaga pers mahasiswa kedokteran, maka setiap pergerakannya misalnya dalam hal pemberitaan sebagian besar mengacu pada aspek medis, namun tak menutup kemungkinan untuk hal-hal di luar medis.
Menilik sejarah ke belakang, saat awal pembentukannya atau saat kemunculannya sebagai media, SINOVIA pertama kali terbit sekitar tahun 1990 namun masih dalam bentuk “buletin”. Pemimpin Redaksi waktu itu adalah Rudi S. Pontoh dan beliaulah yang dikenal sebagai pendiri SINOVIA.Setelah tahun 1995 barulah SINOVIA terbit dalam bentuk “Tabloid” dengan Pemimpin Redaksi : Muh. Ahsan yang selanjutnya digantikan oleh Kamrullah yang kemudian mengundurkan diri dan diganti oleh Harifin Hafid dan selanjutnya diganti oleh Irfan. Pada masa ini SINOVIA berubah menjadi bentuk “Majalah”. Setelah Irfan menyelesaikan tugasnya, pimpinan sinovia selanjutnya di ambil alih oleh Fahriansjah Farid Husain. Kemudian, Fahriansjah digantikan oleh Wiwi Irawan dan kemudian di tahun 2006, Wiwi Irawan digantikan oleh Aulia Rahman Basri. Pada tahun 2006, sinovia mencoba memunculkan majalah SINOVIA dengan kolaborasi berbagai warna di berbagai halamannya yang SINOVIA hanya sampul depan dan belakang saja yang warna sementara isinya berupa hitam putih. Beberapa tahun kemudian, sampul maupun isi majalah SINOVIA dikembangkan menjadi lebih berwarna.