Pada tanggal 20 Juli 2023, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan evaluasi Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait kuota penerimaan mahasiswa Program Sarjana Kedokteran dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Academic Health System (AHS) Wilayah VI. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Dekan Fakultas Kedokteran UIN, UNISMUH, UMI, Bosowa, Direktur RS. Wahidin Sudirohusodo Unhas, Direktur RS. Syekh Yusuf Gowa, Direktur RSP. Ibnu Sina, Direktur RS. Haji Makassar, Direktur RS. Labuang Baji, serta perwakilan dari Fakultas Kedokteran Unhas dan tim AHS Fakultas Kedokteran Unhas. Turut hadir juga Sekretaris Direktorat Belmawa KEMDIKBUD dan Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul dari AHS Pusat.
Kegiatan berlangsung di Ruang Senat lantai II Fakultas Kedokteran Unhas, dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 pada hari Kamis. Tujuan utama dari evaluasi SKB ini adalah untuk memperkuat implementasi AHS di wilayah Sulawesi Selatan dengan mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas penerimaan peserta didik di bidang kedokteran. Wilayah ini memiliki lima Fakultas Kedokteran, kabupaten, dan RS yang menjadi fokus dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan.
Koordinator AHS Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Dr. dr. A. Muh. Takdir Musba, Sp.An-KMN, membuka acara dengan memberikan pengantar diskusi mengenai meningkatkan kualitas kesehatan di wilayah daerah timur. Dilanjutkan dengan laporan dari Koordinator Wilayah VI, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, Sp.PD-KGH, Sp.GK, FINASIM, yang mengulas tentang implementasi AHS di wilayah tersebut. Dalam laporannya, beliau mengingatkan peran penting Prof. Dr. Budu, M.Med.Ed, SpM(K), PhD sebagai salah satu pelopor pengembangan AHS di wilayah tersebut.
Pada periode 2023, seluruh pihak diminta untuk berkomitmen dan mendukung AHS dalam penguatan kerja sama antara RS Utama dan banyak upaya penguatan lainnya. Beberapa isu yang menjadi fokus adalah optimalisasi pemenuhan kebutuhan dokter, peningkatan kualitas dosen dengan NIDK, penjajakan program profesi untuk menempatkan dokter berkompeten di daerah, penambahan kuota penerimaan mahasiswa, memperbanyak jejaring, pembukaan prodi spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn), serta penjajakan program profesi dan pelatihan menjadi dosen pembimbing, dan lain sebagainya.
“Semoga evaluasi SKB ini dapat memberikan hasil yang positif untuk penguatan AHS di Wilayah VI Sulawesi Selatan, sehingga kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.” Jelas Dr. dr. A. Muh. Takdir Musba