Kegiatan International Cardiovascular Guest Lecture di Pusat Jantung Terpadu telah berhasil menarik perhatian sejumlah para dokter ahli kardiovaskular, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Kardiovaskular dan ilmuwan medis terkemuka. Kegiatan prestisius ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Dekan 4, Dr. dr. Rina Masadah, Sp.PA (K), M.Phil, DFM, bersama Ketua Program Studi Ilmu Jantung dan Pembuluh Darah seperti Dr. dr. Muzakkir Amir, Sp.JP(K), dan Ketua Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Dr. dr. Abdul Hakim Alkatiri, Sp.JP(K). Kehadiran Moderator, dr. Akhtar Fajar Muzakkir, Sp.JP(K), serta sejumlah dosen dan staf dari berbagai bidang terkait, termasuk Prof.dr. Peter Kabo, Sp.JP(K), Sp.FK, PhD; dr. Pendrik Tandean, Sp.PD-KKV; dr. Az Hafid Nashar, Sp.JP(K); dan dr. Dimas Bayu, Sp.PD-KHOM, semakin menambah semarak kegiatan ini. Tujuan utama kegiatan ini adalah memulai kolaborasi penelitian di bidang kardiovaskular, dengan menghadirkan dua pembicara internasional yang memiliki reputasi gemilang dalam dunia kedokteran. Materi kuliah tamu pertama disampaikan oleh Steven Henricus Johannes Hageman, seorang Assistant-professor dari Departemen Vascular Medicine, UMC Utrecht, Utrecht.

Dalam presentasinya, ia mengulas topik menarik berjudul “Cardiovascular Prediction Models Can Help to Effectively Prevent Cardiovascular Events,” memberikan wawasan yang sangat berharga bagi para hadirin. Kemudian, giliran Maria Adriana de Winter, seorang lulusan magister bidang Epidemiologi dari Utrecht University, Utrecht, untuk membagikan pemahamannya dalam topik “Recurrent Venous Thromboembolism and Bleeding with Extended Anticoagulation: The VTE-PREDICT Risk Score,” yang memberikan pandangan mendalam mengenai risiko kejadian thromboemboli venous berulang dan perdarahan dengan penggunaan antikoagulan yang diperpanjang.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan berharga bagi para ahli kardiovaskular untuk mendalamkan pengetahuan mereka, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di masa depan. Ini merupakan momen emas dalam upaya terus meningkatkan perawatan pasien yang menghadapi masalah kardiovaskular.