Makassar, 17 Oktober 2023 – Dalam upaya mempertahankan dan mewarisi tradisi luhur profesi dokter, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar mengadakan talkshow dengan tema “Membina Tradisi Luhur Dimulai dari Kampus.” Acara ini berlangsung di Aula Lecturer Theater Sjamsuddin Dg. Mangawing, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dan melibatkan sejumlah narasumber berkompeten.
Narasumber yang hadir dalam acara ini antara lain Ketua Umum PB IDI, Dr.dr. Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr.H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr.dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD-KGH, Sp.GK, FINASIM. Acara ini dipandu oleh dr. Abdul Azis Sp.U, Sub sp.Onk, yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Makassar.
Dalam pembukaan acara, Dr. Adib Khumaidi, Ketua Umum PB IDI, menekankan pentingnya mempertahankan tradisi luhur dalam profesi dokter. Beliau mengingatkan bahwa dokter adalah profesi yang berlandaskan pengabdian dan kemanusiaan, bukan semata-mata berlandaskan materi. Di era komersialisasi saat ini, menjaga prinsip luhur profesi dokter menjadi sebuah tantangan, namun tetap menjadi prinsip yang tak bisa ditinggalkan.
Prof. Dr. Haerani Rasyid, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, membawakan materi tentang peran fakultas kedokteran dalam membina profesionalitas dokter yang luhur. Beliau menyoroti konsep etika kedokteran yang tidak merugikan dan pentingnya pendalaman nilai humanis dalam kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi. Poin-poin ini menjadi landasan penting dalam menciptakan dokter-dokter yang tidak hanya berkualitas medis tinggi tetapi juga memiliki komitmen pada pelayanan dan etika.
Acara IDI Goes to Campus di Universitas Hasanuddin ini menunjukkan bahwa IDI tidak hanya menjadi payung profesi bagi dokter-dokter Indonesia, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menjaga dan mengembangkan tradisi luhur profesi dokter. Tradisi ini bukan hanya tanggung jawab IDI, namun juga seluruh mahasiswa kedokteran di Kota Makassar yang diharapkan menjadi calon generasi penerus yang mampu mewarisi nilai-nilai tersebut.
Dengan semangat yang tinggi, acara ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran untuk memahami dan menginternalisasi makna tradisi luhur dalam profesi dokter sejak dini. Semoga acara ini menjadi bekal berharga bagi para calon dokter dalam perjalanan mereka untuk mengabdi kepada masyarakat dengan penuh dedikasi dan luhur. (KA)