FK Unhas meraih pengakuan bergengsi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan menerima dua Penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diberikan pada acara Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan Nasional (FORKOM NAKES 2023), yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-59 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 2 November 2023.

Penghargaan pertama diterima oleh FK Unhas sebagai “Penyelenggara Pendidikan Penerima Peserta Beasiswa asal DTPK dan DBK Terbanyak kategori Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis” Penghargaan ini mencerminkan komitmen kuat FK Unhas dalam mendukung pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan di kawasan Indonesia Timur.
Penghargaan kedua yang diterima FK Unhas adalah sebagai “Fakultas Kedokteran Terbaik dalam Penempatan Internship di DTPK.” Hal ini menunjukkan bahwa FK Unhas telah berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan di Indonesia.
Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes, Sp.PD, K-GH. Sp.GK(K), FINASIM selaku dekan FK Unhas, menerima langsung penghargaan ini dari Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Kesehatan. Beliau mengungkapkan bahwa penghargaan ini adalah hasil dari implementasi tridarma perguruan tinggi Unhas dalam layanan kesehatan di Indonesia, terutama di kawasan Indonesia Timur yang seringkali dihadapkan dengan tantangan distribusi dan pemenuhan tenaga kesehatan.

Pada kegiatan ini, Prof. Haerani juga menjadi pembicara dalam rangkaian panel ketiga, yang dalam hal ini juga dipandu oleh perwakilan FK Unhas, Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.Med.Ed. selaku moderator. Dalam panel ini, Prof. Haerani memaparkan peran FK Unhas mendukung pemberian beasiswa dari daerah terpencil (PPDS dan afirmasi dokter).
“Institusi pendidikan telah dan akan selalu berperan dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di daerah. Inovasi dan kolaborasi antara pendidikan dengan Kemenkes dan pemda tentunya melalui optimalisasi institusi pendidikan yang telah ada dan merupakan hal yang mutlak dalam hal distribusi dan pemanfaatan produk pendidikan spesialis. Penambahan Jumlah Beasiswa dengan Ikatan Keria dari Kemenkes dan Pemda diiringi dengan penyediaan kuota dan afirmasi bagi
CPPDS di Institusi Pendidikan adalah model kolaboratif dalam menjawab tantangan kebutuhan Spesialis di daerah.” tegas Prof. Haerani dalam presentasinya.

FK Unhas telah menjalin kerjasama yang kuat dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah selama beberapa dekade dalam pendidikan dokter spesialis. Dari total 1822 mahasiswa pendidikan spesialis di FK Unhas, 433 di antaranya atau sekitar 24% merupakan penerima beasiswa dari Kemenkes, LPDP, Pemerintah Daerah, dan TNI/Polri, menjadikan FK Unhas sebagai salah satu fakultas kedokteran terbesar dalam program pendidikan spesialis. Selain itu, FK Unhas juga berhasil mengoptimalkan program internship bagi dokter yang baru menyelesaikan pendidikan, dengan penempatan mereka di daerah DTPK. Hal ini menunjukkan komitmen FK Unhas dalam pengabdian para lulusan dokter maupun spesialis dalam penyediaan pelayanan dan kemajuan sektor kesehatan di Indonesia Timur dan Negara Indonesia secara keseluruhan.