
Maros, 31 Januari 2026 — Asian Medical Students’ Association Universitas Hasanuddin (AMSA-Unhas) bekerja sama dengan PERHATI-KL Cabang Makassar dan PERDAMI Cabang Makassar menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk CLEAR (Care for Eye, Nose, and Ear Health). Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di SDN 66 Kanjitongan, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.
Kegiatan CLEAR bertujuan untuk meningkatkan akses serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan mata dan telinga, hidung, dan tenggorok (THT), khususnya di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan spesialistik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya fasilitas dan informasi kesehatan, yang menyebabkan masyarakat jarang melakukan pemeriksaan rutin, padahal penyakit sistemik seperti hipertensi dan diabetes berpotensi menimbulkan komplikasi serius terhadap fungsi penglihatan dan pendengaran apabila tidak terdeteksi sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 16 tenaga medis, terdiri atas dokter spesialis mata, dokter spesialis THT, dokter residen, serta dokter umum. Selama satu hari pelaksanaan, kegiatan CLEAR berhasil melayani lebih dari 200 masyarakat dari berbagai kelompok usia. Selain pemeriksaan kesehatan umum dan spesialistik mata serta THT, masyarakat juga memperoleh obat-obatan dan kacamata secara gratis sebagai bentuk penanganan awal.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan setempat, antara lain Kepala SDN 66 Kanjitongan, Syaiful, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Mattirotasi, Alimuddin, S.Pd., serta perwakilan Kepala Puskesmas, Sitti Syamsiah, S.Si.T., M.Kes. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan terhadap upaya kolaboratif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu dokter spesialis THT yang terlibat, dr. Eka Utami Makmur, Sp.THT-KL, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga ke depan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat terus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Aulia Gifarinnisa, Sp.M., menilai kegiatan CLEAR sebagai inovasi dalam pengabdian masyarakat.
“Kegiatan ini cukup berbeda karena tidak hanya fokus pada pemeriksaan kesehatan umum, tetapi juga menghadirkan layanan spesialistik mata dan THT secara langsung. Kegiatan seperti ini berpotensi menjadi program preventif yang tepat sasaran dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui kegiatan CLEAR, AMSA-Unhas menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, organisasi profesi, dan tenaga medis diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata dan THT, terutama di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
