Makassar, 5 Maret 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menyelenggarakan Workshop Monitoring Pasca Audit Mutu Internal (AMI) Triwulan I pada Kamis (5/3) di Ruang Senat Lantai 2 FK Unhas. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam memastikan tindak lanjut hasil audit berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus laporan oleh Ketua Gugus Penjaminan Mutu dan Pengembangan Risiko, Dr. dr. Tenri Esa, M.Si., Sp.PK(K). Dalam laporannya, beliau memaparkan hasil temuan Audit Mutu Internal Triwulan I, termasuk capaian yang telah diraih serta sejumlah aspek yang masih memerlukan perbaikan di tingkat program studi dan unit kerja. Beliau menegaskan bahwa monitoring pasca-audit merupakan tahapan krusial untuk memastikan setiap rekomendasi tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan secara nyata dan berdampak.

Workshop secara resmi dibuka oleh Dekan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD., KGH., FINASIM., Sp.GK. Dalam arahannya, Dekan menekankan pentingnya membangun budaya mutu sebagai tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Beliau mengajak pimpinan unit, ketua program studi, serta tim pengelola untuk menjadikan hasil AMI sebagai bahan evaluasi strategis dalam meningkatkan kinerja akademik, tata kelola organisasi, serta kualitas pelayanan kepada mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta melakukan diskusi mendalam dan pemetaan tindak lanjut atas setiap rekomendasi audit. Pembahasan mencakup penetapan target waktu penyelesaian, indikator capaian, hingga mekanisme pelaporan progres yang sistematis dan terintegrasi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan fakultas.

Kegiatan berlangsung aktif dan interaktif, mencerminkan komitmen kuat Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam menjaga konsistensi implementasi sistem penjaminan mutu secara berkesinambungan. Workshop ini menjadi momentum penting untuk memastikan peningkatan mutu tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap lini organisasi.