Makassar, 19 Oktober 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) melalui Program Studi Kedokteran Hewan menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “From CBC to Clinical Diagnosis: A Case-Based Approach to Veterinary Hematology” pada Senin (19/10), bertempat di Aula Lantai 1 Student Center FK Unhas. Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Mohd Farhan Hanif bin Reduan, DVM., Ph.D., akademisi dari Universiti Malaysia Kelantan, sebagai pemateri.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan angkatan 2024 dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Hewan angkatan 18. Kuliah tamu tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memperdalam pemahaman mengenai hematologi veteriner, khususnya interpretasi hasil pemeriksaan complete blood count (CBC) dalam mendukung proses penegakan diagnosis klinis pada pasien hewan.

Dalam praktik kedokteran hewan, pemeriksaan hematologi merupakan salah satu komponen pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu dokter hewan memahami kondisi pasien. Hasil pemeriksaan CBC memberikan informasi mengenai berbagai komponen darah yang perlu diinterpretasikan dengan mempertimbangkan kondisi klinis, riwayat pasien, serta hasil pemeriksaan lainnya. Oleh karena itu, kemampuan membaca dan menghubungkan temuan laboratorium dengan kondisi pasien menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran calon dokter hewan.

Melalui pendekatan berbasis kasus (case-based approach), materi kuliah tamu ini menekankan pentingnya mengintegrasikan hasil pemeriksaan hematologi dengan informasi klinis dalam proses penalaran diagnostik. Pendekatan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana temuan laboratorium dapat dianalisis secara sistematis untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan gangguan kesehatan pada hewan.

Pembelajaran berbasis kasus juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Mahasiswa tidak hanya mempelajari hasil pemeriksaan sebagai data laboratorium, tetapi juga memahami pentingnya menempatkan hasil tersebut dalam konteks kondisi pasien. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun dasar penalaran klinis yang lebih terstruktur sebagai bekal dalam pendidikan profesi dan praktik kedokteran hewan.

Kehadiran akademisi dari Universiti Malaysia Kelantan turut memperkaya proses pembelajaran melalui pertukaran pengetahuan dan perspektif akademik lintas negara. Interaksi dengan akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal pendekatan pembelajaran dan pengembangan ilmu kedokteran hewan dalam lingkungan akademik yang lebih luas.

Penyelenggaraan Guest Lecture ini merupakan bagian dari upaya FK Unhas melalui Program Studi Kedokteran Hewan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan mahasiswa melalui keterlibatan akademisi dari institusi mitra internasional. Kegiatan akademik semacam ini juga membuka ruang bagi pengembangan jejaring pendidikan, pertukaran keahlian, serta penguatan hubungan antarlembaga pendidikan tinggi.

Penguatan kompetensi diagnostik menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan calon dokter hewan yang mampu menghadapi tantangan pelayanan kesehatan hewan. Pemahaman terhadap pemeriksaan laboratorium dan interpretasi temuan klinis dapat menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan yang lebih tepat, sesuai dengan kompetensi dan kewenangan profesional. Melalui pembelajaran yang menghubungkan teori dengan kasus klinis, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam pendidikan profesi dokter hewan.

Kegiatan ini juga memiliki relevansi dengan pendekatan One Health, yaitu pemahaman bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling berkaitan. Penguatan pendidikan kedokteran hewan berperan dalam mendukung upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan, sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Melalui kegiatan ini, FK Unhas menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pembelajaran yang berkualitas, relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, serta didukung oleh pertukaran pengetahuan di tingkat internasional. Pengalaman akademik tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dan mendukung pengembangan pendidikan kedokteran hewan yang adaptif terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan hewan.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan proses pembelajaran dan peningkatan akses mahasiswa terhadap wawasan akademik internasional; SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan kapasitas keilmuan yang relevan dengan keterkaitan kesehatan manusia dan hewan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pertukaran pengetahuan dan keterlibatan akademisi dari institusi pendidikan tinggi internasional.

Melalui penguatan pembelajaran, kolaborasi akademik, dan pengembangan kompetensi diagnostik veteriner, Program Studi Kedokteran Hewan FK Unhas diharapkan terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang memiliki dasar keilmuan kuat, kemampuan berpikir kritis, dan kesiapan untuk berkembang sebagai tenaga profesional di bidang kedokteran hewan.

.