Makassar, 26 Oktober 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) menyelenggarakan kegiatan Brevet Dokter Spesialis dan Subspesialis serta Pengambilan Janji Sarjana Kedokteran dan Psikologi pada Senin (26/10). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik dan profesional peserta sebelum melanjutkan pengabdian di bidang kesehatan dan psikologi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, bersama seluruh wakil dekan, yaitu Dr. dr. Andi Muh. Takdir Musba, Sp.An-TI., M.N(K) selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, MKM selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya; serta dr. Rusdina Bte Ladju, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni.

Turut hadir Dr. dr. Ika Yustisia, M.Sc. selaku Ketua GPM-PR, Prof. dr. Firdaus Hamid, Ph.D., Sp.MK(K) selaku Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), serta para ketua program studi di lingkungan FK Unhas.

Peserta kegiatan terdiri atas 62 dokter spesialis dan subspesialis yang mengikuti prosesi brevet, 17 peserta profesi dokter, 13 peserta Sarjana Kedokteran, dan 14 peserta Sarjana Psikologi. Pengambilan janji menjadi momentum bagi para peserta untuk meneguhkan tanggung jawab akademik, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan bidang keilmuan masing-masing.

Prosesi brevet dan pengambilan janji menandai kesiapan peserta untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, serta nilai-nilai profesional dalam kehidupan akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi dokter spesialis dan subspesialis, komitmen tersebut menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Sementara itu, bagi lulusan kedokteran dan psikologi, integritas serta tanggung jawab profesional menjadi bagian penting dalam menjalankan peran sesuai kompetensi masing-masing.

Melalui kegiatan ini, FK Unhas menegaskan komitmennya dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Penguatan kompetensi dan etika profesional diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan sumber daya manusia yang mendukung pelayanan kesehatan berkualitas, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang memperhatikan kompetensi, etika, dan tanggung jawab profesional.

.