Makassar, 29 Oktober 2026 – 4th Technology Enhanced Medical Education International Conference (THEME 2026) resmi dibuka di Auditorium Prof. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas). Konferensi internasional ini diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Hasanuddin, Universiti Sains Malaysia, dan Universitas Mega Buana Palopo sebagai forum pertukaran pengetahuan serta penguatan kerja sama di bidang pendidikan profesi kesehatan, pelayanan kesehatan, dan riset.

Mengusung tema “Shaping the Future of Health Professions Education, Healthcare and Research through Advanced Technologies and Collaborative Practice”, THEME 2026 menyoroti pemanfaatan teknologi mutakhir dan praktik kolaboratif dalam membentuk masa depan pendidikan profesi kesehatan, pelayanan kesehatan, serta penelitian.

Rangkaian pembukaan diawali dengan laporan kegiatan oleh Wakil Ketua Panitia THEME 2026, Dr. dr. Asty Amalia Nurhadi, MMedEd, MCE, PAK(K). Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, serta Dekan School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, Prof. Dr. Kamarul Aryffin Bin Baharuddin.

THEME 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Alumni Universitas Hasanuddin, Prof. Ir. Suharman Hamzah, S.T., M.T., Ph.D. (Eng.), HSE.Cert. Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Paraga oleh Sanggar Tari Makassar yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada peserta konferensi.

Berlangsung pada 29–31 Oktober 2026, THEME 2026 menghadirkan berbagai agenda, meliputi pre-conference workshops, presentasi oral dan poster, sesi pleno, serta simposium. Sejumlah narasumber internasional turut berbagi perspektif dan perkembangan terkini mengenai inovasi pendidikan kesehatan, sistem pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pembelajaran dan penelitian.

Pada hari pertama, pre-conference workshops mengangkat tiga topik utama, yaitu pemanfaatan teknologi molekuler untuk precision medicine dan pharmacogenomics, analisis data menggunakan Python dan generative artificial intelligence, serta pembelajaran berbasis pengalaman di tempat kerja melalui penilaian mandiri digital. Peserta juga mengikuti tur kampus Universitas Hasanuddin untuk mengenal fasilitas dan lingkungan pembelajaran.

Melalui penyelenggaraan THEME 2026, kolaborasi antara Universitas Hasanuddin, Universiti Sains Malaysia, dan Universitas Mega Buana Palopo diharapkan dapat memperluas pertukaran keilmuan, memperkuat inovasi dalam pendidikan profesi kesehatan, serta membuka peluang pengembangan riset bersama di tingkat nasional maupun internasional.

Konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun pendidikan kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperkuat kualitas pelayanan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan, serta mendorong kemitraan lintas institusi dan negara. Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan inovasi dan kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan kesehatan masyarakat.