Malino, 31 Oktober 2026 – Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan medis.

Mengangkat tema Bantuan Hidup Dasar (BHD), kegiatan memberikan edukasi mengenai langkah pertolongan pertama pada kondisi yang mengancam nyawa, khususnya henti jantung. Pengetahuan dan keterampilan BHD penting agar masyarakat mampu mengenali kondisi kegawatdaruratan, memberikan pertolongan awal secara tepat, serta meningkatkan peluang keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sekretaris Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular FK Unhas, Dr. dr. Umar Usman, M.Ked.Klin., Sp.BTKV, Subsp.T(K), menyampaikan bahwa pemahaman mengenai Bantuan Hidup Dasar menjadi salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Bantuan Hidup Dasar merupakan penanganan awal dalam kondisi kegawatdaruratan. Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, memahami sistem pertolongan darurat, serta mengetahui tindakan awal yang dapat dilakukan sesuai prinsip Bantuan Hidup Dasar,” ujarnya.

Ia berharap edukasi tersebut dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat. Pada kesempatan yang sama, pihaknya turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.

Camat Tinggimoncong, Bapak Hikmatullah, menyambut baik pelaksanaan bakti sosial tersebut dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pertolongan kegawatdaruratan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular yang telah memilih Kecamatan Tinggimoncong sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial. Materi kegawatdaruratan sangat penting karena dalam kondisi mendesak, masyarakat perlu mengetahui tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum tenaga kesehatan memberikan pertolongan lebih lanjut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular FK Unhas terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat dengan mendekatkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan kepada masyarakat. Edukasi BHD diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertolongan pertama yang cepat dan tepat.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, perguruan tinggi, pemerintah kecamatan, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperluas pengetahuan kesehatan serta membangun kesiapsiagaan bersama untuk mendukung keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

.