Makassar, Clarion Hotel lantai 3 Ruang Tulip tertanggal 28 -29 mei 2011 diadakan rapat kerja bagian bedah yang dibuka dengan kata sambuatan dari ketua bagian ilmu bedah Prof. Dr.dr. Andi asadul Islam,Sp.BS yang menjelaskan tiga topik utama yang menjadi beban kerja bagian yaitu masalah sertifikasi akreditasi dari kolegium , mahasiswa dan program pendidikan dokter spesialis yang tidak lepas dari unsur pendanaan untuk pendidikan.
Menanggapi masalah program dokter spesialis, Prof.Dr.dr. Syamsu,Sp.PD-KAI yang mengantarkan kisi kisi dan gambaran secara singkat perkembangan program dokter spesialis dimana kolegium memberi pembenahan kurikulum,tentang akreditasi dikti, dan dana yang tersedia serta penggunaan yang tepat sasaran untuk dokter spesialis itu sendiri.
Sambutan dari Wakil Dekan I , dr. Budu,Ph.D ( Bagian Pendidikan) yang membuka rapat kerja secara resmi dengan menyampaikan Issue penting dalam bidang pendidikan kedokteran sekitaran workshop dalam rangka persiapan akreditasi, rancangan undang undang pendidikan dokter, revisi buku standar kompetensi dokter, ujian kompetensi dokter, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia , Intensive dokter ,serta lembaga akreditasi mandiri yang tidak tergantung pada kolegium tetapi bertanggung jawab kepada Presiden serta jenis ujian yang dilaksanakan terbagi dua jenis ujian akademik daqn ujian profesi.
Berdasarkan alasan alasan diatas yang menimbulkan stagnasi pada proses pendidikan kompetensi dokter maka rapat kerja ilmu bagian bedah merevisi dan menyesuaikan kurikulum bedah sesuai syarat kolegium dan aturan aturan baru yang muncul, dr. Ibrahim Labeda,Sp.B-KBD (KPS-Ilmu bagian Bedah), dr. Leonardo CH. Rieuwpassa,Sp.B. Sp.BP, dan dr. Joko Widodo,Sp.BS, secara bersama sama dengan sub sub bagian masing masing ilmu bedah merumus kembali kurikulum bedah , membuat modul bedah , pendidikan bedah dan logbook PPDS bedah . (10RI_Mei11)



