Evaluasi kurikulum spesialis yang dilaksanakan Pusat Pendidikan Program Pendidikan Spesialis Fakultas Kedokteran UNHAS menjadi penting dalam kesinambungan dan jaminan mutu pendidikan spesialis dalam menghadapi kebutuhan spesialis terutama di daerah yang membutuhkan seperti banyak daerah di Indonesia Timur.
Workshop Evaluasi yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidnag Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D,. Sp.BM(K), berlangsung selama 2 hari diikuti oleh peserta dari Pengelola Program Studi Pendidikan Spesialis dan Subspesialis se FK Unhas. WR 1 dalam sambutannya mengungkapkan bahwa transformasi kesehatan Indonesia yang diikuti dengan perubahan-perubahan regulasi bukanlah sebuah halangan namun harus menjadi tantangan dan momentum bagi dunia pendidikan spesialis di UNHAS untuk merumaskan langkah lebih maju mengingat pengalaman panjang FK melaksanakan pendidikan spesialis selama 40 tahun dan ribuan alumni dokter spesialis yang telah melayani Indonesia terutama Indonesia Timur.
Hadir pula Dekan Fakultas Kedokteran UNHAS, Prof.Dr.dr.Haerani Rasyid, SpPD.KGH, SpGK menyampaikan tentang SMART Kurikulum di FK UNHAS yang telah berjalan di Prodi Kedokteran dan akan dioptimalkan pada pendidikan spesialis sehingga ada efisiensi sistem pendidikan yang akan memberi peluang penyelesaian tepat waktu masa studi pendidikan spesialis UNHAS. Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan Unhas, Rini Rachmawaty, S.Kep.Ns., MN., Ph.D.,, yang memberikan materi tentang pentingnya evaluasi kurikulum pendidikan secara reguler. Turut hadir para Wakil Dekan dan Kepala Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis FK Unhas.
Sebagai informasi bahwa pendidikan spesialis FK Unhas saat ini termasuk pusat pendidikan spesialis yang besar dan lengkap di Indonesia yang dikelola oleh Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Unhas dengan 22 Prodi Spesialis dan 3 Prodi Subspesialis. Mahasiswa residen berjumlah 1747 orang yang diantaranya 23 persen adalah penerima beasiswa pendidikan spesialis dari pemerintah pusat maupun daerah, jumlah penerima beasiswa yang terbesar dari semua Pusat Pendidikan Spesialis yang ada di Indonesia. Para penerima beasiswa setelah lulus akan bertugas di daerah yang memerlukan layanan kesehatan spesialis. Alumni PPDS FKUH telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia terutama di daerah Indonesia Timur.