Makassar, 12 Januari 2024 – Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS) menjadi saksi kuliah tamu yang memukau pada hari ini, menghadirkan tokoh-tokoh penting di dunia kesehatan, seperti Dr. dr. Andi Afdal Abdullah MBA, AAK (Direktur Umum dan SDM BPJS Kesehatan), Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS (Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan), dan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi FK UNHAS yang juga berperan sebagai Ketua Pengurus Pusat BKS IKM-IKP-IKK-FKI).
Kuliah tamu ini turut dihadiri oleh kepala puskesmas, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) FK UNHAS, dan Mahasiswa Program Profesi Dokter (MPPD) dari berbagai universitas di Wilayah 6.
Bertujuan untuk membahas sinergitas antara BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi, khususnya dalam konteks pengembangan kompetensi dokter di bidang pembiayaan kesehatan. Dr. dr. Andi Afdal Abdullah membuka kuliah tamu dengan menyampaikan pentingnya pemahaman dokter terhadap sistem pembiayaan kesehatan yang saat ini melibatkan BPJS Kesehatan.
Prof. dr. Abdul Kadir, memberikan sorotan terhadap masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia, termasuk tingginya angka kematian ibu dan prevalensi stunting. Beliau menekankan perlunya dokter memiliki tiga komponen utama, yaitu kemampuan teknis, literasi data, dan kemampuan berkolaborasi lintas profesi.
Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, juga memberikan pandangannya mengenai kurangnya pemahaman terhadap departemen-departemen yang berfokus pada aspek non-klinis di fakultas kedokteran. Ia mengajak para mahasiswa untuk lebih memahami pentingnya ilmu kesehatan masyarakat dan pembiayaan kesehatan di tengah meningkatnya cakupan BPJS Kesehatan di Indonesia.
“Kuliah tamu ini bukan hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga membangun kerjasama yang lebih erat antara BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi dalam mencetak dokter-dokter berkualitas yang mampu menjawab tantangan sistem kesehatan yang semakin kompleks,” ujar Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin
Diharapkan kuliah tamu ini mampu membentuk kolaborasi yang kokoh antara BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi, serta menjadi tonggak penting dalam pengembangan kompetensi dokter di bidang pembiayaan kesehatan.