


Bali, 10 Juli 2026 — Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) kembali menunjukkan kontribusinya di forum ilmiah internasional. Ketua Program Studi Subspesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unhas, Dr. dr. Faisal Muchtar, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K), dipercaya sebagai narasumber pada 13th Asia Pacific Intensive Care Symposium (APICS) 2026, yang diselenggarakan pada 10 Juli 2026 di Nusa Dua, Bali.
APICS merupakan salah satu forum ilmiah bergengsi di kawasan Asia Pasifik yang mempertemukan para pakar dan praktisi di bidang perawatan intensif untuk berbagi perkembangan terkini dalam ilmu pengetahuan, hasil penelitian, inovasi, serta praktik terbaik dalam tata laksana pasien kritis. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan APICS yang ke-13 sekaligus menandai pertama kalinya simposium ini diselenggarakan di luar Singapura, dengan Indonesia sebagai tuan rumah.
Pada kesempatan tersebut, Dr. dr. Faisal Muchtar, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K) menyampaikan materi ilmiah berjudul “The Clinical Impact of Vascular Permeability”, yang membahas dampak klinis peningkatan permeabilitas vaskular pada pasien kritis.
Forum ilmiah ini diikuti oleh berbagai profesional kesehatan dari sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk dokter spesialis perawatan intensif (intensivist), anestesiolog, dokter emergensi, perawat unit perawatan intensif (ICU), respiratory therapist, apoteker klinis, fisioterapis, serta peneliti yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pelayanan pasien kritis.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. dr. Faisal Muchtar, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K) sebagai pembicara pada forum internasional tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kompetensi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu anestesiologi dan terapi intensif. Partisipasi ini sekaligus mencerminkan peran aktif Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan kedokteran, serta kolaborasi akademik di tingkat internasional.
Melalui keterlibatan pada Asia Pacific Intensive Care Symposium (APICS) 2026, diharapkan semakin terbuka peluang kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan berbagai institusi dan organisasi profesi internasional. Forum ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan, mendorong inovasi dalam bidang perawatan intensif, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi pasien kritis di tingkat regional maupun global.