SAMSUNG DIGIMAX A503Dengan diterbitkannya buku Standarisasi Kompetensi Dokter yang merupakan bagian dari standar pendidikan profesi dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin(FKUH_red) khususnya bagian Medical Unit Education (MEU_red) merasa bertanggungjawab mengambil langkah untuk menyesuaikan dan meningkatkn mutu pendidikan berdasarkan Standar kompetensi yang ada sekarang ini dengan mengadakan Workshop Evaluasi Kurikulum FKUH,di Hotel Santika Makassar ,27 -28 Juni 2009.
Oleh Prof.dr.Irawan Yusuf,Ph.D sebagai kata sambutan membuka acara workshop evaluasi kurikulum mengharapkan dengan adanya acara ini  kita bisa melihat kembali ,bagaimana proses pendidikan yang diberikan oleh para dosen dalam mentransfer ilmunya dan menunjukkan kompentensinya baik sebagai pendidik maupun sebagai dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan. Kiranya diharapkan nantinya dosen-dosen kita dapat memberikan konstribusi yang patut dibanggakan ,  salah satunya yang diharapkan bisa turut pembuatan soal ujian kompetensi secara nasional  yang lebih banyak lagi ditahun 2010 nanti.


Dan juga tetap berdoa semoga segala upaya yang sudah dijalankan mendapat rahmat dan menjadi amal jari’ah.
Pengantar kata Workshop Evaluasi Kurikulum oleh Prof.Dr.dr. Suyani As’ad,Sp.G(K) sebagai Pembantu Dekan I menjelaskan Standar Kompetensi seorang  Dokter diukur dari sembilan standar kompetensi; tiga komponen utama akademik dan lima komponen kurikulum.
Dari lima komponen kurikulum, yang perlu digaris bawahi yaitu komponen struktur  dan komponen Management Program Pendidikan. Bidang akademik dimana MEU sebagai Action Park dan learning process  terdapat  Pelaksanaan, Perencanaan dan Pengembangan Pendidikan.
Workshop Evaluasi Kurikulum ini diadakan untuk melihat sejauh mana penilaian hasil belajar berdasar standar pendidikan dokter ,cara penyampaian sesuai kompetensinya,mulai dari ikut ujian kompetensinya hingga mendapatkan sertifikasi.
Apakah memang sudah sesuai standar  pendidikan dokter?
Kemudian melihat apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihan FKUH yang berkaitan dengan mutu akademik internal dimana struktur komponen FKUH disupport oleh bagian  mutu dan pendidikan .
Dalam Workshop Evaluasi Kurikulum ini dihadirkan presentasi untuk hari pertama oleh dr. Nurhayana Sennang ,S.Ked,Sp.PK mengenai Evaluasi Penyesuaian  Kurikulum FKUH terhadap SKDI (Mapping Competencies) ; kemudian Pelaksanaan Kegiatan Akademik oleh dr.Sri Asriyani,Sp.Rad, dilanjutkan oleh Draft System Assesment oleh dr.Irwin aras,M.Epid.
Topik presentasi yang sangat menarik sehingga mencuat pertanyaan dan pernyataan dari  Prof.Dr.dr.Idrus Paturusi ,Sp.B, (Rektor Universitas Hasanuddin) yang sedikit keras menekankan bahwa untuk para dosen yang tidak hadir/lalai menunjukkan kompetensinya harus ada upaya yang diambil setegas mungkin demi menghasilkan mahasiswa dan dokter yang berkualitas. Mewakili pihak dosen ,Prof. Dr. dr.Syarifuddin Wahid,Sp.PA menganggap sistemlah yang tidak efektif mengatur jadwal mengajar sehingga mungkin terjadi seorang dokter harus mengajar di dua tempat dalam waktu yang bersamaan.
Tanggapan dari Prof.dr.Irawan Yusuf,Ph.D, telah  diupayakan oleh sistem atau MEU untuk mengganti  dokter  yang tidak hadir dengan asisten atau dokter pengganti. Dan akan memperbaiki hal hal yang tidak mengikuti prosedur.
Tak lupa  oleh Prof.Dr.dr.Idrus Paturusi ,Sp.B ,diharapkan apa yang masih kurang dapat segera diperbaiki, lebih cepat lebih baik untuk itu diteruskan meningkatkan kompetensi dokter yang merupakan bagian dari standar pendidikan profesi dokter. Lanjutkan…

(10-RI, 27 Juni 2009)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *