Fakultas Kedokteran universitas Hasanuddin sebagai suatu institusi ilmu pengetahuan berupaya secara terus menerus meningkatkan kualitas dan menambah ilmu pengetahuan adalah suatu kondisi yang tak bisa ditawar tawar lagi sebagai syarat untuk dokter mendapatkan surat tanda legalisir.
Hal ini disampaikan Prof.dr. Irawan Yusuf.Ph.D, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FKUH) dalam kata sambutannya membuka acara seminar sehari “ Pendekatan Klinis Penderita Anemia & Penderita Dengan Pendarahan” ,10 Desember 2009 di Gedung Auditorium A.A.Amiruddin FKUH,Makassar.
Acara yang dihadiri oleh banyak residen dari bagian ini diselenggarakan oleh Medical Unit Education bekerjasama dengan bagian Hematologi yang bertujuan mengadakan publitas Ilmiah secara berkala sebagai upaya menambah pengetahuan dokter untuk melayani kesehatan masyarakat secara benar dan tepat.
Dalam sesi ilmiah ini sebagai moderator, dr.Fabiola,Sp.PD dan sebagai pembicara pertama yang membawakan materi adalah dr. Tutik Hajieanti,Sp.PD membahas masalah Penderitaan Klinis Dengan Anemia ; mengenal apa itu anemia, penyebab dan gejala gejala anemia,jenis –jenis anemia, serta cara penanganan yang tepat mengatasi penyakit anemia itu sendiri.
Oleh pembicara kedua Dr.dr. A. Fahruddin Benyamin,Sp.PD, membahas masalah Pendekatan Klinis Penderita dengan Pendarahan.; Pendarahan yang dimaksud dalam hal ini bagaimana mempertahankan darah tetap cair,pemeriksaan darah,pencegahan terjadinya pendarahan, klasifikasi pendarahan berdasar kepentingan klinik dan indikator dalam pemeriksaan laboratorium serta peranan protein dalam immune tubuh seseorang dalam pencairan darah.
Pembicara ketiga oleh Dr.dr. Mansyur Arief,Ph.D,Sp.PK membahas Pendekatan Klinis Anemia dengan Pemeriksaan Laboratorium ; tujuan permintaan harus diadakan pemeriksaan laboratorium, dari segi tehnik, cost bagi pasien untuk membayar, spesifikasi diagnosis , penegakan diagnosis, therapeutic Importance(bermanfaat tidaknya pemeriksaan laboratorium) dan patient outcome (bermanfaat tidaknya pemeriksaan laboratorium bagi pasien).
Acara ditutup dengan diskusi bersama dan pembagian sertifikat . Semoga bermanfaat bagi seluruh kehidupan . (10-RI, 10 Desember 2009)