Dokter Patologi Anatomi yang bekerja sebagai dosen, dan peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, kelahiran 1974 yang sering menghadapi kasus kanker kolorektal tertarik untuk mencari cara mendeteksi kanker dari darah pasien.
Sebagai salah satu pemenang L’Oreal-UNESCO for Women in Science 2011 mewakili institusi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam Fellowship For Women In Science 2011 (FWIS) Dr. Upik Andriani Miskad, PhD, SpPA (37),bersama pemenang lainnya Caecilia Hapsari Ceriapuri Sukowati, PhD (31) dari Lembaga Eijkman, Jakarta; ; Yosmina Helena Tapilatu, S.Pi, DEA, D.Sc, dari P2 Oseanografi LIPI, Ambon untuk kategori Life Sciences, bersama dua orang lainnya untuk kategori material science dan berhak mendapat bantuan dana penelitian masing masing sebesar 70 juta dari PT L’Oréal Indonesia bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia (KNI) untuk UNESCO Kementerian Pendidikan Nasional yang mendukung perkembangan dan regenerasi sains bagi perempuan Indonesia, sekaligus membuka kesetaraan peluang bagi mereka untuk berpartisipasi dalam kemajuan dunia sains melalui FWIS.
Bertempat tinggal di Makassar ,kota yang dikenal dengan makanan khas Coto Makassar, Sop Saudara , Pallubasa dan lainnya yang berkuah lemak dengan daging sapi ataupun kerbau merupakan santapan lezat namun berisiko mengundang kanker kolorektal yang menyerang usus besar dan rektum sebagai penyebab kematian terbanyak , hal ini memotivasi dokter ini untuk mendeteksi gen dan protein phosphatase of regenerating liver-3 (PRL-3) pada karsinoma kolorektal sebagai masker metastasis dan factor prognosis dari darah pasien.
Selamat atas prestasinya , semoga hasil penelitiannya dapat bermanfaat bagi orang banyak dan membantu para dokter lainnya untuk menentukan cara pengobatannya. Selamat dan sukses selalu…