Sejarah

Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin (PSKH-FKUH) merupakan Lembaga Pendidikan Kedokteran Hewan Negeri ke-10 (sepuluh) di Indonesia dan Pertama untuk daerah Indonesia Bagian Timur. PSKH-FKUH dibuka berdasarkan keputusan dirjen dikti No. 137/D/O/2010. Penyelenggaraan PSKH-UH dimulai pada Tahun Akademik 2010/2011 dan pada tahun ajaran 2018/2019 ini sudah masuk angkatan ke – 9. PSKH FK Unhas sudah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dan berbasis Student Centered Laerning (SCL) yang disusun secara nasional oleh FKH se-Indonesia dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang berbasis keunggulan daerah meliputi wawasan budaya bahari dan potensi lokal.

Program Studi Kedokteran Hewan (PSKH) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin didirikan pada tahun 2010 dan menjadi salah satu Program Studi di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Sebagai program studi yang baru, PSKH memiliki niat dan tekad dalam pengembangan serta peningkatan mutu pendidikan, sistem pembelajaran dan manajemen pengelolaan pendidikan. Tujuan dari PSKH adalah menghasilkan tenaga-tenaga medis veteriner (dokter hewan) khususnya yang berkualitas dan mampu mengatasi masalah-masalah medis kehewanan yang diperlukan oleh masyarakat berasaskan kompetensi dokter hewan yang telah ditetapkan. Sebagai bagian dari Universitas Hasanuddin, PSKH juga berupaya memaksimalkan potensi/ciri budaya bahari dengan focus pada kesehatan satwa akuatik dan satwa endemik lokal. PSKH-FKUH sejak tahun 2014 telah terakreditasi BAN PT dengan akreditasi B berdasarkan SK No. 145/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2014.

Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (PPDH- FKUH) dibuka pada tahun 2016 berdasarkan keputusan dirjen dikti No. 238/KPT/1/2016 dan memulai program PPDH-FKUH angkatan 1 pada tanggal 12 Oktober 2016. PPDH-FKUH telah menghasilkan lulusan dokter hewan sebanyak 93 orang dokter hewan hingga sekarang dan telah menyebar di berbagai institusi baik institusi pertanian maupun swasta antara lain di bidang perunggasan, hewan kesayangan, satwa liar dan lainnya.

PSKH-FKUH dan PPDH-FKUH memiliki kekuatan dan kelemahan dan akan menghadapi peluang dan tantangan di masa mendatang. Kekuatan yang dimiliki antara lain salah satu dari dua institusi yang menyajikan pendidikan kedokteran hewan di kawasan timur Indonesia memiliki banyak peminat dari tahun ke tahun dilihat dari rasio peminat dan mahasiswa barunya. Hal ini kemudian menjadi kekuatan untuk terus berkembang dan meningkatkan mutu pendidikan di PSKH dan PPDH sekaligus, sekaligus mengembangkan budaya bahari sebagai salah satu ciri khas program studi. Peluang yang dihadapi antara lain adalah pemenuhan tenaga profesional sebagai dokter hewan, dan kesempatan kerjapun masih sangat terbuka, khususnya di kawasan timur Indonesia. Salah satu tantangan yang akan dihadapi PSKH dan PPDH adalah era globalisasi, dimana persaingan kompetensi antar lulusan sangat diperhitungkan sehingga untuk menghasilkan lulusan yang baik, para tenaga pendidik perlu mendapat bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

Program Pendidikan Dokter Hewan (S1) dan Profesi Dokter Hewan

Mempelajari tentangĀ  kesehatan hewan, mulai dari hewan peliharaan, hewan ternak, hewan liar dan hewan eksotik, satwa akuatik dan lainnya. Selain itu juga mempelajari tentang kualitas dan higiene pangan asal hewan, sehingga daging dan pangan asal hewan lainnya aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Dokter hewan juga mempelajari tentang zoonosis yaitu penyakit pada hewan yang bisa menular ke manusia.

Prospek Kerja Dokter Hewan

Terdapat 33 bidang kerja untuk dokter hewan berdasarkan OIE antara lain:

  1. Praktisi Dokter Hewan (Hewan Kesayangan dan Ternak)
  2. Dokter Hewan di Pemerintahan
  3. Obat Hewan/Farmasi
  4. Akademisi
  5. Peneliti
  6. Pusat Karantina Hewan
  7. Industri Makanan
  8. Dokter Hewan Kepolisian/Militer
  9. Pengusaha
  10. Lainnya