Anemia Dalam Kehamilan

Win Irwan Royadi.*
dr IMS Murah Manoe,SpOG (K)

Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya kurang dari 12 gr% .Sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 gr%  pada trimester I dan III atau kadar < 10,5 gr% pada trimester II .
Anemia dalam kehamilan yang disebabkan karena kekurangan zat besi,jenis pengobatannya relatif mudah bahkan murah. Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut : plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Secara fisiologis, pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi.
Diketahui penyebab anemia pada umumnya adalah sebagai berikut :
1. Kurang gizi / malnutrisi
 2. Kurang zat besi dalam diit
 3. Malabsopsi
 4. Kehilangan darah banyak seperti persalinan yang lalu,haid dan lain-lain
 5. Penyakit-penyakit kronik seperti: TBC, paru,cacing usus, malaria dan lain-lain

Gejala Anemia pada ibu hamil
Gejala anemia pada kehamilan yaitu ibu mengeluh cepat lelah ,sering pusing,mata berkunang- kunang,malaise, lidah luka, nafsu makan turun (anoreksia),konsentrasi hilang, nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda
Klasifikasi Anemia dalam kehamilan sebagai berikut :
1.    Anemia defisiensi besi
Adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah.pengobatannya yaitu, keperluan zat besi untuk wanita hamil,tidak hamil dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah pemberian tablet besi.
a.    Pengobatan oral adalah dengan memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero glukonat atau Na-fero bisirat. Pemberian preparat 60mg/hari dapat menaikkan kadar Hb  sebanyak 1 gr%/bulan.saat ini program nasional menganjurkan kombinasi 60mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia.
b.    Pengobatan melalui suntikan baru diperlukan apabila penderita tidak tahan akan zat besi per oral,dan adanya gangguan penyerapan, untuk penyakit saluran pencernaan atau masa kehamilannya tua. Untuk menegakan diagnosa Anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan anamnesa.Hasil anamnesa didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing,mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Pada pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat Sachli,dilakukan minimal 2 kali selama kehamilan yaitu trimester I dan III.

Hasil pemeriksaan Hb dengan sachli dapat digolongkan sebagai berikut :
1.    Hb 11 gr%  : Tidak anemia
2.    Hb  9 – 10 gr% : Anemia ringan
3.    Hb 7 – 8 gr% : Anemia sedang
4.    Hb < 7 gr% : Anemia berat

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg.Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan masa haemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih akan diekskresikan lewat usus, urin dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8- 10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 2500 kalori akan menghasilkan sekitar 20-25 mg zat besi perhari. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan zat besi sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kekurangan untuk wanita hamil.
2.    Anemia Megaloblastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh karena kekurangan asam folik, jarang sekali karena kekurangan vitamin B 12.
Pengobatannya:
a.    Asam folik ? 15 -30 mg /hari
b.    Vitamin  B12 ?  3×1 tablet/hari
c.    Sulfas ferosus ? 3×1 tablet/hari
d.    Pada kasus berat dan pengobatan peroral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan tranfusi darah.

3.    Anemia Hipoplastik
Adalah anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan- pemeriksaan diantaranya adalah darah tepi lengkap, pemeriksaan pungsi ekternal dan pemeriksaan retikulosi.
4.    Anemia Hemolitik
Adalah anemia yang disebabkan penghancuran atau pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan – kelainan gambaran darah, kelemahan, serta gejala kompliksai bila terjadi kelainan pada organ vital. Pengobatannya tergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya. Bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obat penambah darah. Namun pada beberapa jenis obat-obatan,hal ini tidak member hasil.Sehingga tranfusi darah berulang dapat membantu penderita ini.

Efek Anemia Pada Ibu Hamil,Bersalin dan Nifas

Anemia dapat terjadi pada ibu hamil,karena itulah kejadian ini harus selalu diwaspadai.anemia yang terjadi saat ibu hamil Trimester I akan dapat mengakibatkan Abortus ( keguguran) dan kelainan kongenital. Anemia pada kehamilan trimester II dapat menyebabkan : persalinan premature,perdarahan antepartum,gangguan pertumbuhan janin dalam rahim,asfiksia intrauterin sampai kematian, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR),gestosis dan mudah terkena infeksi, IQ rendah dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. Saat inpartu, anemia dapat menimbulkan gangguan his baik primer maupun sekunder, janin akan lahir dengan anemia,dan persalinan dengan tindakan yang disebabkan karena ibu cepat lelah. Saat pasca melahirkan anemia dapat menyebabkan : atonia uteri ,retensio plasenta,perlukaan sukar sembuh,mudah terjadinya febris puerpuralis dan gangguan involusi uteri.

Kejadian anemia pada ibu hamil harus selalu diwaspadai mengingat anemia dapat meningkatkan risiko kematian ibu, angka prematuritas,BBLR dan angka kematian bayi.Untuk mengenali kejadian anemia pada kehamilan, seorang ibu harus mengetahui gejala anemia pada ibu hamil , yaitu cepat lelah,sering pusing,mata berkunang-kunang, malaise,lidah luka,nafsu makan turun (anoreksia),konsentrasi hilang, nafas pendek (pada anemia parah) dan keluhan mual muntah lebih hebat pada kehamilan muda.

*Penulis Adalah Residen Divisi Fetomaternal  Bagian
Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar                                                    

                                               

Check Also

Basic Surgical Skill (BSS-1) Makassar, 11-13 Desember 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + three =