Senin, 01 November 2010 bertempat digedung rektorat universitas hasanuddin diruang senat lantai 2 diselenggarakan upacara penerimaan jabatan guru besar dalam bidang ilmu kedokteran.
Adapun yang dikukuhkan diawal bulan November ini dua guru besar muda dari bidang ilmu kedokteran ,yaitu Prof. dr. Nasrum Massi,Ph.D ( Bidang Mikrobiologi) dan Prof. Dr. dr. Syahrul Rauf,Sp.OG(K) (Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi) pada Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin(FKUH).
Prof. dr. Nasrum Massi,Ph.D ( Bidang Mikrobiologi) kelahiran Makassar, 10 September 2010 yang adalah ketua departemen mikrobiologi FKUH dan seorang clinical investigator laboratorium NECHRI Makassar,suami dari dr. Irda Handayani,Sp.PK,M.Kes,ayah dari tiga puteri ; Ayu Andini Wulandari Nasrum, Nada Indira Ramadhani Nasrum, dan Aulia Puspita Dewi Nasrum menyampaikan pidato mengenai “ Peran Laboratorium Mikrobiologi dalam Diagnosis Dini dan Akurat Penyakit Tuberkulosis ” yang membahas perlunya peningkatan kemampuan laboratorium mikrobiologi untuk mendeteksi kuman tuberkolosis,peningkatan SDM khususnya dokter mikrobiologi klinik dan analis, serta pemantapan mutu eksternal sehingga dapat diakui untuk melaksanakan kultur dan uji sensitifitas obat anti tuberkolosis.
Prof. Dr. dr. Syahrul Rauf,Sp.OG(K) (Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi) kelahiran Makassar, 16 November 2010 yang adalah ketua divisi onkologi, bagian ilmu kebidanan dan penyakit kandungan FKUH (2006-sekarang),dosen, penguji nasional dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan (2001-sekarang),pembimbing dan penguji program magister biomedik konsentrasi kedokteran terpadu program pascasarjana unhas,(2005-sekarang), suami dari dr. Rina Masadah,Sp.PA,MPhil dan ayah seorang puteri bernama Aisha Mutiara Syahrul, menyampaikan pidatonya yang berjudul “ Upaya Pencegahan Kanker Serviks : Tantangan Masa Kini dan Masa Depan “ yang membahas penyakit kanker serviks yang berdampak besar pada kehidupan wanita diseluruh dunia khususnya dinegera berkembang seperti Indonesia.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan prakanker menjadi kanker serviks yakni merokok, gangguan system imunitas, terutama yang berhubungan infeksi HIV,factor hormonal, termasuk melahirkan anak pertama pada usia dini, pemakaian kontrasepsi hormonal, dan banyak melahirkan, melakukan senggama pada usia muda dan pasangan seks yang lebih dari satu dapat meningkatkan kanker serviks dan karena tidak efektifnya program skrining untuk mendeteksi pra kanker serviks dan mengobatinya sebelum menjadi kanker serviks. Pencegahan difokuskan pada pemeriksaan pap smear dan pengangkatan jaringan pra kanker.
Akhir kata diucapkan selamat dan sukses atas jabatan Guru Besarnya, semoga ilmu yang didapat , dapat bermanfaat bagi orang banyak dan menjadi amal ibadah . (10-RI,1110)