Makassar, bertempat di Grand Clarion Hotel selama dua hari 27 – 28 Januari 2014 diselenggarakan Open Science Meeting 2014 dengan tema “Science and Society” .
Berdasarkan tema “Science and Society” membahas hubungan antara ilmu pengetahuan dan masyarakat menghadirkan pembukaan acara pada hari pertama oleh dr. Sitti Wahyuni,Ph.D sebagai Ketua Panitia , kemudian dilanjutkan sambutan dari Prof. dr. Hans Clevers ( Royal Netherlands Academy of Art and Science (KNAW)) , kemudian Prof. dr. Sangkot Marzuki ( Indonesia Academy of Sciences ) , dan dari Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan Dr.H. Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH yang diwakili , dan Prof. Benyamin Lakitan ( Staf Ahli Menteri Negara Ristek Bidang Pangan dan Pertanian ) dan acara dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Prof. Armida Salsiah Alisjahbana,S.E, M.A., Ph.D.
Pada acara ini hadir pula Prof. Irawan Yusuf,Ph.D , Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin bersama tim Open Science Meeting ProfDr. Din Syafruddin, Sudirman Nasir, Ph.D , Prof. David Handojo Muljono,MD,Ph.D , dan rekan rekan lainnya mendiskusikan dan mempresentasikan program, hasil penelitian mereka serta peluang dan tantangan bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan dan pengaruhnya bagi pengambil kebijakan dan masyarakat.
Acara ini juga dilanjutkan ke Rumah Sakit Pendidikan Geung A lantai IV dengan Master Class untuk peneliti muda dari berbagai bidang mepresentasikan penelitian mereka diberbagai bidang ilmu pengetahuan,dan kemasyarakatan seperti kesehatan dan kedokteran, lingkungan hidup, pembangunan, energi masyarakat , dengan mengunjungi Puskesmas Ujung Pandang Baru dalam rehabilitasi penderita Narkoba dan HIV dan Rumah Sakit Khusus ( Penderita Kusta) Tadjuddin Chalid yang didampingi langsung oleh puteri dari siempunya nama Rumah Sakit , dr. Maisuri T. Chalid melihat bagaimana para pasien berkarya dan menyiapkan diri memberi konstribusi dalam lingkungan masyarakat nantinya. Sukses dan semoga dapat member manfaat bagi masyarakat Indonesia. (10RI_30Jan2014)
